Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Jawaban Tari


__ADS_3

"Tari...


Aku bersedia bertanggung jawab untuk anak ini...


Aku akan menikahimu..." Kata Angga sambil menitikan air mata.


Tari terdiam mendengar ucapan Angga. Ia tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. Mereka berdua saat ini saling menatap dan tetap terdiam.


•••


"Apa yang kamu bilang barusan???


Jangan gila kamu!!!


Ini bukan anakmu!!!


Kamu gak perlu tanggung jawab!!!" Kata Tari dengan emosi pada Angga


Angga kembali meraih tangan Tari dan meletakan diatas dadanya.


"Aku serius Tari...


Aku sangat mencintaimu...


Aku akan menerimamu apapun keadaanmu...


Kamu harus percaya padaku..."Jawab Angga dengan suara bergetar sambil menatap Tari.


Angga lalu mencium kedua tangan Tari yang digenggamnya sejak tadi.


Air matanya mengalir deras dipipinya.


Ia sungguh ingin menjaga serta memiliki Tari seutuhnya.


Ia benar-benar tidak tahan melihat wanita yang paling dicintainya itu menanggung penderitaan yang amat berat itu sendirian.


Angga sudah mencurahkan seluruh isi hatinya pada Tari dan berharap bahwa Tari akan menyambut cintanya yang teramat besar tersebut.


Tari lalu menarik dan menghempaskan tangannya yang sedang berada dalam genggaman Angga.


Tari lalu menyeka air matanya.


"Angga...


Aku sangat berterima kasih atas semua pertolonganmu sejak awal kita berjumpa...


Tapi..." Kata Tari belum sempat menyelesaikan ucapannya.


"Tapi apa???


Apa Tari???

__ADS_1


Jawab dengan jelas!!!" Potong Angga dengan sedikit emosi sambil mengguncangkan tubuh Tari.


Tari terdiam sesaat. Air matanya kembali menetes membasahi pipinya.


"Aku...


Aku...


Aku sangat mencintai Tommy...


Ini adalah buah cinta kami...


Aku ingin Dia yang menjadi ayah dari calon bayiku ini..." Kata Tari sambil menangis dan memegang perutnya yang masih rata tersebut.


Angga yang semula berjongkok langsung tersungkur di lantai.


Hatinya tersayat-sayat mendengar penolakan Tari.


Namun Ia masih ingin mencoba untuk mendapatkan hati Tari.


•••


"Tari...


Aku tahu Kamu sangat mencintai Tommy...


Tapi Aku mohon Kamu juga memikirkan masa depan calon bayimu dan juga dirimu...


Kehamilanmu akan semakin membesar, sementara proses hukum Tommy juga pasti akan memakan waktu yang cukup lama..." Kata Angga kembali meyakinkan Tari.


Tari terdiam sesaat.


Tari dapat merasakan ketulusan dari setiap ucapan yang keluar dari mulut Angga.


Hatinya mulai bimbang.


Angga lalu mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dari saku celananya.


Kotak tersebut berisikan cincin berlian yang telah dipersiapkannya beberapa bulan lalu saat ingin melamar Tari.


Saat ini Angga sudah berjongkok sambil menyodorkan kotak yang telah dibuka tersebut ke hadapan Tari.


"Tari...


Aku sungguh-sungguh ingin menikahimu...


Aku benar-benar mencintaimu dan ingin selalu disisimu untuk menjagamu...


Terimalah cincin ini dulu...


Kamu tidak perlu menjawabku sekarang...

__ADS_1


Jika Kamu bersedia, pakailah cincin itu dijari manismu...


Jika Kamu menolakku, maka simpan saja cincin itu sebagai kenangan dari Aku sahabatmu...


Apapun jawabanmu Aku akan menerimanya dengan ikhlas...


Dan Aku akan tetap membantumu saat kamu membutuhkanku..." Kata Angga dengan yakin layaknya lamaran pasangan kekasih yang sebenarnya.


•••


Tari mearasa sangat terharu dengan tindakan Angga. Ia tidak menyangka jika ternyata sangat mencintainya dan rela berkorban untuknya.


Tapi Tari tetap wanita biasa yang lebih mendahulukan rasa cintanya yang lebih besar pada Tommy.


Ia juga masih bisa berpikiran sangat normal untuk tidak meninggalkan Tunangannya dalam keadaan sulit demi menikah dengan laki-laki lain. Walaupun keadaannya saat ini juga sama-sama sedang sulit.


•••


Ia tidak sampai hati jika langsung menolak Angga saat ini.


Tari lalu mengambil kotak cincin tersebut.


"Aku akan coba memikirkannya lagi...


Tapi Aku tidak bisa menjanjikan apapun mengenai keputusanku nantinya..." Jawab Tari sambil meletakkan kotak tersebut di pangkuannya.


Senyum Angga menghiasi pipinya yang masih basah bekas air matanya.


"Terimakasih banyak Tari..." Kata Angga sambil kembali menggenggam tangan Tari dan menciuminya.


Angga lalu melepaskan tangan Tari.


"Oh ya...


Sekarang Kamu makan dulu...


Keburu dingin makanannya...


Aku suapin ya..."Bujuk Angga sambil mengambil nampan berisi makanan dari meja.


Tari tersenyum sambil mengangguk.


Angga kemudian menyuapi Tari dengan telaten hingga makanan tersebut habis disantap oleh Tari.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca😃


Mohon Dukungannya✌️


Maaf lama buat Update🙏

__ADS_1


Kondisi Author baru membaik setelah kambuh Types hampir 2 minggu☺️


Betha🙋


__ADS_2