
Pak Bara tertunduk mendengar jawaban dari Bu Lusi. Pak Bara menjadi cemas jika nanti kondisi istrinya kembali melemah karena emosinya yang sedang meluap-luap saat ini.
"Sekarang Saya tanya sama Kamu...
Apa yang membuat Kamu tega menodai Tari???
Saya paham betul karakter Putri Saya, tidak mu" ngkin Dia berani berbuat hal memalukan semacam ini!!!"Tanya Bu Lusi pada Tommy.
Bibir Tommy mulai bergetar. Ia merasa tidak sanggup menjawab pertanyaan Bu Lusi.
"Kamu tidak dengar pertanyaan Saya???
Ayo Jawab!!!"Bentak Bu Lusi.
Perlahan Tommy mengangkat wajahnya. Ia menghela nafas panjang sembari mengumpulkan segenap keberanian untuk menjawab pertanyaan dari Bu Lusi.
"Maafkan Saya karena telah melakukan hal yang sangat bejat pada Tari...
Saya kehilangan akal sehat Saya pada hari tersebut...
Saya begitu sangat mencintai Tari...
Saya sangat takut kehilangan Tari...
Saya cemburu melihat Tari dekat dengan laki-laki lain...
Saya hanya ingin Tari menjadi milik Saya seutuhnya...
Maafkan Saya...
Saya tidak bisa mengontrol diri Saya...
Saya yang memaksa Tari untuk melakukannya...
Padahal Tari menolak dan sangat ketakutan waktu itu...
Benar Tari adalah wanita baik-baik yang tidak mungkin melakukan hal memalukan tersebut...
Ini semua kesalahan Saya...
__ADS_1
Saya benar-benar minta maaf..."Kata Angga sambil kembali berlutut dan menangis dihadapan Pak Bara dan Bu Lusi.
•••
Bu Lusi lalu menghampiri Tommy yang masih berlutut dihadapannya saat ini.
Plakk...
Plakk...
Dua kali tamparan dari Bu Lusi kembali mendarat di kedua pipi Tommy.
Saat Bu Lusi masih belum puas melayangkan tangannya, Tari beranjak dari ranjangnya dan mencabut infus di tangannya dengan kasar.
Segera Tari menghampiri Tommy dan berusaha menghalangi tubuh Tommy dari Ibunya itu.
Pak Bara pun segera menahan tangan Bu Lusi yang sudah terangkat keatas udara.
"Ma...
Sudah Ma...
Semua bisa Kita bicarakan baik-baik..."Kata Pak Bara dengan nada memohon.
Tari pun mencoba membujuk Bu Lusi agar menghentikan perbuatannya pada Tommy.
"Ma...
Ini semua juga salah Tari...
Jangan limpahkan semua kesalahan pada Tommy Ma...
Tolong mengerti Ma...
Tari sangat mencintai Tommy...
Maafkan Tommy Ma..." Kata Tari sambil mendekap tubuh Tommy dan menangis tersedu.
Bu Lusi menurunkan tangannya. Perlahan emosi Bu Lusi mereda. Namun nafasnya masih tidak beraturan dan tatapan matanya masih sangat tajam menatap Tommy.
__ADS_1
"Kamu melakukan ini hanya karena cemburu???
Apa Kamu tidak mempercayai Tari???
Kamu pikir Tari akan selingkuh dengan Laki-laki lain ketika Kalian sudah bertunangan dan akan menikah???
Beraninya Kamu menganggap rendah Putri Saya???
Hal inilah justru yang membuat Saya makin membenci Kamu!!!" Ketus Bu Lusi pada Tommy.
Hati Tommy semakin hancur mendengar pernyataan Bu Lusi.
"Dan Kamu Tari...
Berapa besarpun Kamu mencintai Dia, tolong gunakan akal sehatmu!!!
Jangan mengorbankan dirimu sendiri demi kebahagiaannya!!!
Lihat Dia menjadi semakin besar kepala ketika Dia tahu Kamu sangat mencintainya!!!
Kamu terlalu bodoh Tari!!!" Bentak Bu Lusi pada Tari.
Tari semakin menangis mendengar kata-kata Bu Lusi yang semakin menegaskan bahwa Bu Lusi tidak akan pernah kembali menyukai Tommy dan memberikan restu bagi mereka berdua.
•••
Sementara itu, dari depan pintu terlihat Angga yang sudah berdiri lama dan mendengarkan semua pembicaraan dari dalam ruangan tersebut. Semua plastik berisi makanan di kedua tangannya sudah terjatuh dan berhamburan di lantai.
Angga menitikan air mata. Ia merasa bersalah karena menjadi penyebab semua penderitaan yang harus dilalui oleh wanita yang paling dicintainya itu.
Pak Bara yang melirik ke arah pintu melihat Angga sedang menangis. Angga pun melihat Pak Bara yang sedang menatapnya. Ia lalu memutuskan berlari dari tempat tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca😃
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋
__ADS_1