Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Keberanian Angga


__ADS_3

Tari akhirnya melepaskan kepergian Tommy dengan berurai air mata.


Ia terjatuh lemas di lantai.


Lalu seorang laki-laki bersetelan jas berlari menghampiri Tari.


Semua orang yang ada disana hanya tertegun menyaksikan lelaki itu berjongkok dan seketika memeluk Tari dengan erat.


•••


Tari tenggelam dalam pelukan lelaki tersebut dibalut tangisnya yang semakin nyaring terdengar.


Setelah beberapa menit, Suara tangisan Tari kian melemah.


Tari tersentak seketika, Ia mulai menyadari dada bidang tempatnya bersandar sambil menangis itu.


Aroma tubuh yang tercium olehnya juga sangat familiar baginya.


Perlahan Ia memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap wajah pemilik dada bidang tersebut.


Matanya terbelalak seakan ingin keluar saat melihat wajah lelaki yang ada dihadapannya kini.


"Angga...


Kamu kok bisa...???" Kata Tari terbata-bata.


Belum sempat Tari menyelesaikan ucapannya, Angga langsung berdiri kemudian menyodorkan tangannya untuk membantu Tari berdiri.

__ADS_1


Tari langsung menyambut tangan Angga dan berusaha bangkit berdiri dari atas lantai.


Saat Tari sudah berdiri di sampingnya, Angga lalu menggandeng tangan Tari dan berjalan menghampiri Pak Bara.


"Maaf Pak...


Saya minta izin membawa Tari pergi dari sini untuk menenangkannya.


Apa Bapak tidak keberatan?" Kata Angga pada Pak Bara sambil tangannya tetap menggenggam tangan Tari.


Pak Bara yang kaget hanya terdiam dan seketika mengangguk.


Sementara Pak Bagas juga terdiam dan menampilkan ekspresi wajah yang penuh rasa heran.


Setelah mendapat izin dari Pak Bara, Angga dan Tari berjalan menghampiri seorang wanita yang sejak tadi terdiam dari jarak kejauhan mengamati mereka berdua.


•••


Tolong antar kami berdua ke suatu tempat." Kata Angga pada Belinda yang masih mematung di tempatnya.


Belinda seketika sadar dan segera mengangguk sambil berjalan cepat meninggalkan Angga dan Tari yang tertinggal dibelakang karena masih menggunakan gaun pengantin.


Dalam langkahnya Belinda meneteskan air mata dan berusaha menyekanya dengan cepat agar tidak terlihat oleh Angga dan Tari.


Setibanya di dalam mobil, Belinda meminta agar Angga dan Tari duduk di kursi belakang berdua dan Ia yang mengendarai mobilnya di kursi depan.


•••

__ADS_1


"Antarkan kami ke rumahku yang di daerah Klayar." Pinta Angga pada Belinda yang sedang mengemudi.


Belinda hanya mengangguk dan tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Perjalanan menuju rumah Angga di daerah Klayar memakan waktu hampir satu jam.


Suasana didalam mobil sangat hening. Tari masih menangisi keadaannya hingga saat sudah mencapai setengah perjalanan baru Tari terlelap.


Angga langsung berinisiatif memindahkan kepala Tari yang awalnya bersandar di samping kaca jendela mobil dan meletakan di bahunya.


Raut wajah Angga terlihat begitu khawatir. Ia mengusap-usap kepala Tari lembut dan terus menggenggam tangan Tari diatas pahanya.


•••


Belinda yang menyaksikan hal tersebut melalui kaca spion langsung terdiam dan seketika air matanya membanjiri wajah cantiknya.


Ia terus berusaha menutup mulutnya dengan tangannya agar suara tangisnya tidak terdengar.


Namun nampak jelas tubuhnya bergetar berusah untuk menahan kepedihan hatinya.


Bagaimana tidak jika saat ini Ia harus menyaksikan lelaki yang sejak puluhan tahun lalu dicintainya sedang memperlakukan wanita lain dengan penuh rasa cinta dihadapannya.


Belinda tetap berusaha menegarkan dirinya. Ia tetap mengendarai mobilnya dengan stabil meskipun hatinya saat ini benar-benar teriris dan sangat sulit untuk fokus terhadap jalanan yang saat ini dilaluinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca😃

__ADS_1


Mohon Dukungannya✌️


Betha🙋


__ADS_2