
Tommy dan Christie tiba di sebuah restoran.
Restoran tersebut memiliki konsep restoran apung yang terdiri dari beberapa joglo diatas sebuah danau buatan.
Sehingga apabila hendak menuju joglo harus menyebrang menggunakan sampan yang sudah disediakan disana.
Tommy lebih dahulu masuk ke dalam sampan, Ia lalu mengulurkan tangannya hendak membantu Christie turun ke dalam sampan.
Tapi Christie lagi-lagi mengabaikannya.
Ia malah nekat terjun langsung tanpa bantuan tangan yang menopangnya.
Setelah sampan mereka sampai, mereka segera duduk di dalam joglo dan memesan makanan.
"Sayang mau makan apa?" Tanya Tommy sambil menyodorkan buku menu di hadapan Christie.
"Terserah kamu aja. Aku ikut." Jawab Tari sambil mengembalikan buku menu ke hadapan Tommy.
Tommy pun tidak dapat lagi menahan emosinya.
"Kamu kenapa sih?
Daritadi kamu abaikan aku terus!
Ada masalah apa?
Kamu bilang aja biar aku bisa paham?" Kata Tommy sambil memukul meja dihadapannya.
Menyaksikan Tommy yang begitu emosi, Christie menjadi sangat ketakutan. Air matanya mengalir lagi.
Ia menundukkan kepalanya ke meja yang ada dihadapannya.
Tommy yang melihat Christie menangis, langsung berpindah duduk di sebelahnya.
Tommy membelai kepala Christie.
Sebelumnya Tommy tidak pernah melakukan ini pada Christie.
Tapi kali ini Tommy berinisiatif melakukannya.
Hatinya benar-benar tidak tega melihat Christie menangis.
"Maafin Aku...
Jangan nangis lagi...
Kamu sebenarnya kenapa?" Tanya Tommy sambil memeluk tubuh Christie dari samping.
Christie lalu mengangkat kepalanya.
Tommy langsung menyeka air mata Christie dengan tangannya.
Christie menarik tangan Tommy, lalu menggenggam tangan Tommy.
"Jangan pernah menghapus air mataku, Nanti air mataku semakin sering mengalir.
Biarkan air mataku mengering dengan sendirinya." Kata Christie yang beralih memeluk Tommy.
Tommy hanya terdiam mendengar ucapan Christie.
Hatinya menjadi tak karuan mendengar perkataan Christie.
"Apa Aku tega menghancurkan hati wanita ini? Apa Aku bisa bahagia bersama Tari jika wanita ini terluka? Aku harus bagaimana Tuhan?"Gumam Tommy dalam hati dan Tommy membalas pelukan Christie.
Ini kali pertama mereka berpelukan dengan hangat.
Air mata Christie masih terus mengalir.
"Aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, Sayang...
Jadi Kamu harus bahagia, walaupun bukan bersamaku nantinya...
Tapi sekarang, Aku hanya ingin kamu disampingku...
Hanya malam ini sampai besok sore...
Besok sore aku harus pergi...
Bisa kan?" Tanya Christie sambil memegang tangan Tommy dan meletakannya di dadanya.
Tommy mengangguk dengan mata berkaca-kaca.
Tangan Tommy merapikan rambut Christie.
"Aku juga mencintaimu, Christie." Kata Tommy sambil menatap dalam mata Christie.
"Aku tahu.
Mulai besok cintai Aku sebagai sahabat.
Jangan membohongi hatimu.
10 tahun ini Kamu sudah berusaha mencintaiku, Walaupun belum berhasil.
Terima Kasih." Jawab Christie sambil mengecup tangan Tommy.
"Maksud Kamu apa? Coba Kamu perjelas maksud perkataanmu." Kata Tommy dengan wajah bingung.
__ADS_1
"Maksudku, besok kalau Kita sudah tidak bersama lagi dan Kamu berjodoh dengan wanita lain.
Ingatlah 10 tahun ini Aku mendampingimu.
Cintailah aku sebagai sahabatmu yang terus akan berada di sampingmu. Apapun yang terjadi.
Besok kalau ada yang ingin Kamu sampaikan, sampaikan saja.
Aku bisa terima semuanya." Jawab Christie sambil tersenyum dan mengusap wajah Tommy.
Tommy hanya terdiam mendengar ucapan Christie.
"Apa Dia sudah tau semuanya?"Gumam Tommy dalam hati.
"Christie, Apa kamu..."Kata Tommy yang belum menyelesaikan ucapannya.
"Sudah...Besok saja bilangnya." Potong Christie sambil menutup kedua telinganya.
"Ayo pesan makan. Aku lapar.
Ayo malam ini Kita makan malam seperti kekasih pada umumnya." Lanjut Christie sambil membuka buku menu dan duduk mendekat ke arah Tommy.
Tommy memandang wajah Christie.
Tuhan...
Aku baru menyadarinya...
Ternyata Aku juga mencintai wanita ini...
Bodohnya Aku selama 10 tahun ini tidak menyadarinya...
Betapa besar pengorbanannya untuk bisa diterima Orang Tuaku...
Bahkan sekarang kenapa Dia terlihat ingin mundur dari hidupku...
Andai waktu bisa Aku kembalikan...
Aku ingin kembali memulai dari awal...
Tapi sekarang saatnya Aku harus kembali ke kenyataan yang seharusnya terjadi...
Dalam waktu 3 bulan, Aku harus menikahi Tari yang sejak dulu Aku cintai...
Dan pernikahanku dengan Tari juga akan membahagiakan kedua keluarga kami..." Gumam Tommy dalam hati.
Saat ini Christie sudah kembali ceria seperti biasanya.
Tommy merasa sangat lega dan bersyukur Christie tidak menangis lagi seperti tadi.
Jika biasanya Tommy merasa risih dengan semua ocehan yang keluar tanpa henti dari mulut Christie, Saat ini Tommy juga ikut menanggapinya.
Tommy dan Christie saling tersenyum bahkan tanpa sadar mereka saling menyuapi satu sama lain.
Inilah makan malam idaman Christie, yang baru bisa diwujudkannya selama berpacaran 10 tahun dengan Tommy.
Mereka berdua telah menyelesaikan makan malamnya.
"Sayang... habis ini temani ke pasar malam yuk. Mau gak?" Tanya Christie sambil memeluk tangan Tommy.
Jika biasanya Tommy paling benci berada ditengah keramaian, Maka kali ini Tommy menuruti permintaan Christie.
"Oke... Ayo kesana." Jawab Tommy sambil tersenyum.
"Yeay! Asyik! Makasih Sayangku." Kata Christie sambil mengecup pipi Tommy.
Tommy tersenyum.
Entah mengapa Kecupan Christie di pipi Tommy membuat hatinya berbunga-bunga.
Biasanya Tommy hanya menanggapi dingin.
Setelah membayar di Kasir, Tommy dan Christie masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju ke Pasar Malam.
Sekitar 20 menit perjalanan, Mereka tiba di Pasar Malam.
Begitu tiba, Christie segera turun dari mobil. Ekspresi wajahnya sangat bahagia.
Tommy pun mengikutinya dari belakang.
Christie berbalik menghampiri Tommy.
"Ayo sayang...
Aku sudah lama pengen ke sini." Kata Christie sambil menarik tangan Tommy.
Tommy pun tersenyum melihat tingkah Christie yang seperti anak kecil kegirangan saat berada di Pasar Malam.
"Sayang ayo naik itu dulu." Ajak Christie sambil menunjuk ke arah komedi putar dan menarik tangan Tommy menuju ke arah penjual karcis.
Tommy dan Christie untuk pertama kalinya menaiki komedi putar berdua.
Wajah Tommy yang biasanya kaku terlihat begitu bergembira saat menaiki komedi putar bersama Christie.
Sesekali mereka berpegangan tangan dan saling mendorong satu sama lain.
Setelah selesai menaiki komedi putar, Christie mengajak Tommy bermain lempar cincin.
__ADS_1
"Sayang... Kamu bisa gak main itu?" Tanya Christie menantang.
"Bisa dong. Ayo main." Jawab Tommy.
"Harus menang ya, Aku mau boneka Kerropi itu." Sambung Christie sambil menunjuk ke arah boneka hijau berbentuk kodok.
"Siap juragan." Jawab Tommy sambil memberikan hormat dengan tangannya ke arah Christie.
Christie pun tersenyum dan berbisik di telinga Tommy.
"Kalo Kamu menang nanti Aku kasih hadiah." Bisik Christie pada Tommy.
Tommy semakin bersemangat.
Tommy mulai melemparkan cincin ke setiap tiang yang ada dihadapannya.
Semua lemparan Tommy berhasil masuk ke dalam tiang.
Tommy mendapat hadiah boneka Kerropi sesuai keinginan Christie.
Lalu Tommy memberikan hadiahnya kepada Christie.
Christie sangat senang karena boneka yang diinginkannya bisa didapatkan melalui perjuangan Tommy.
"Sayang itu ada tukang permen kapas. Ayo kita beli." Ajak Christie sambil menarik tangan Tommy dan tangan sebelahnya memeluk boneka Kerropi yang baru diterimanya.
Setelah membeli permen kapas, Christie mengajak Tommy untuk duduk di bangku yang ada di pojok Pasar Malam tersebut.
"Sayang, duduk disana yuk... Kita istirahat bentar, habis itu kita jalan pulang." Ajak Christie sambil menunjuk bangku yang ada di pojok Pasar Malam tersebut.
Tommy mengangguk dan mengikuti langkah Chistie dari belakang.
Lagi-lagi Christie berbalik menghampiri Tommy dan menggandeng tangan Tommy untuk berjalan bersama.
"Sayang, Namanya orang pacaran tuh gini. Jalannya barengan. Jangan ngikutin dari belakang. Emang kamu bodyguardku?" Kata Christie sambil tersenyum.
"Enak aja bodyguard. Ganteng gini masa bodyguard?" Jawab Tommy dengan wajah cemberut.
"Becanda kok sayang...
Iyalah pacar Aku ganteng gini gak panteslah jadi bodyguard...
Mubazir gantengnya nanti..." Jawab Christie sambil tersenyum.
Tommy tetap saja cemberut. Ia bermaksud mengerjai Christie.
Setelah sampai di kursi, mereka duduk untuk menghilangkan sejalenak rasa lelahnya sehabis bermain tadi.
"Sayang masih marah?" Tanya Christie yang melihat wajah Tommy masih cemberut.
"hemh." Jawab Tommy singkat.
"Jangan sering marah loh, darah tinggi nanti. Mau kamu mati muda?" Goda Christie sambil mencubit pinggang Tommy.
"Mana hadiahku?" Tanya Tommy menagih janji Christie tadi.
"Aku belum beli, besok ya."Jawab Christie santai.
"Yaudah yang ada sekarang aja." Kata Tommy melirik Christie.
"Gaada apa-apa sayang. Besok Aku beliin ya." Jawab Christie sambil mengusap pundak Tommy.
"Bohong! Coba liat sini."Kata Tommy.
Christie melirik ke arah Tommy. Tangan Tommy langsung menarik wajah Christie mendekata ke wajahnya.
Tommy langsung mengecup bibir Christie.
Mata Christie terbelalak kaget tak percaya akan serangan mendadak Tommy.
Christie membalas kecupan Tommy dan berlanjut cukup lama.
Setelah mereka puas melampiaskan kecupan satu sama lain. Tommy mencium kening Christie.
"Aku baru sadar Aku mencintaimu sayangku..." Bisik Tommy di telinga Christie.
"Aku merasa ucapanmu tulus sayang. Aku juga mencintaimu." Jawab Christie sambil mengusap wajah Tommy.
Setelah itu mereka memutuskan pulang.
Tommy mengantar Christie ke rumah kakaknya.
"Terima kasih untuk hari ini, Sayang...
Aku bahagia sekali..." Kata Christie sambil memeluk Tommy di dalam mobil.
"Sama-sama...
Aku juga bahagia sayang..." Jawab Tommy sambil mengecup kening Christie.
Christie keluar dari mobil Tommy dan Tommy mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah Christie.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca😃
Mohon Dukungannya✌️
__ADS_1
Betha🙋