Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Tari Merasa Sangat Terpukul


__ADS_3

"Jadi...


Tari sedang mengandung Anak Tommy???" Kata Angga sambil tersungkur di lantai dan mengacak-acak rambutnya.


Angga masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari Dokter yang memeriksa kondisi Tari.


Air mata mengalir membasahi pipinya.


Hatinya benar-benar kecewa.


Ia merasa kesempatannya untuk memiliki Tari sudah musnah dengan kehadiran calon bayi yang akan makin merekatkan hubungan Tari dan Tommy.


Cukup lama Angga menangisi kenyataan yang Ia baru saja terima ini. Ia mencoba menguatkan hati dan jiwanya. Ia perlahan berjalan menghampiri Tari yang sedang ada didalam ruang perawatan.


Langkah kaki Angga terasa begitu berat. Helaan nafasnya seakan menggambarkan betapa terpuruk dan frustasi dirinya saat ini. Namun Ia tetap melangkahkan kakkinya untuk menemui wanita impiannya tersebut.


•••


Setibanya di samping ranjang tempat Tari berbaring, Angga berdiri mematung sambil menatap wajah Tari. Isak tangisnya makin jelas terdengar seiring dengan air mata yang masih membanjiri kedua pelupuk matanya.


"Kenapa???


Kenapa Kalian harus bertindak sejauh ini???


Apa Kamu begitu mencintainya???


Sampai Kamu memberikan milikmu yang paling berharga padanya sebelum Ia menjadi suamimu???" Tanya Angga pada Tari yang masih belum sadarkan diri sejak sore tadi.


Angga seakan kehilangan semua kekuatan yang ada didalam dirinya. Ia tersungkur di lantai. Ia terus menangis hingga tertidur tepat disebelah ranjang Tari dalam posisi duduk.


•••


Keesokan paginya...


Mata Tari mulai mengerjap terkena silauan mentari pagi yang masuk melalui kaca jendela diruang tersebut. Ia mencoba mengumpulkan segenap tenaga untuk berganti posisi duduk.


Matanya seketika melebar saat menyaksikan Angga yang masih terlelap dalam posisi duduk di sebelahnya. Senyumnya mulai menghiasi pipinya. Ia mengusap kepala Angga dengan lembut.

__ADS_1


Sentuhan Tari membuat Angga terusik dari tidurnya. Ia mengusap kedua matanya dengan tangan dan melihat ke arah Tari.


"Kamu sudah bangun???" Tanya Angga dengan suara seraknya.


"Iya sudah...


Kok Aku bisa disini???" Jawab Tari dengan wajah heran saat Ia mendapati selang infus masih menempel di tangannya.


Angga lalu bangkit berdiri dari atas lantai.


"Kemaren Kamu pingsan pas Kita turun dari bukit...


Kamu gak ingat???" Jelas Angga sambil menatap Tari.


Tari hanya menggeleng.


•••


Lalu pembicaraan mereka terjeda saat suara ketukan pintu berbunyi dan nampak Dokter yang tadi malam memeriksa Tari masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Pagi Pak... Bu...


Saya periksa keadaan Ibu sebentar..." Kata Dokter tersebut sambil berjalan menghampiri ranjang Tari untuk memeriksanya.


Setelah memeriksa kondisi Tari, Dokter itu tersenyum.


"Kondisi Ibu sudah baik...


Ibu sudah boleh pulang dan beristirahat di rumah...


Nanti Saya berikan obat dan vitamin supaya Bayi dalam kandungan Ibu tetap sehat...


Saya permisi dulu ya Pak... Bu..." Kata Dokter tersebut sambil melangkah keluar dari ruangan.


Tari langsung terperangah.


"Apa???

__ADS_1


Bayi???


Tidak Mungkin! Ini pasti salah !" Kata Tari dengan penuh emosi.


Angga langsung mendekati Tari.


"Tenanglah Tar..." Kata Angga sambil menepuk bahu Tari.


"Enggak!!!


Ini gak mungkin terjadi!!!


Dokter itu pasti salah!!!" Teriak Tari sambil menangis dan memegang kepalanya.


Angga memeluk Tari dengan erat sambil mengusap kepala Tari.


"Tenanglah Tari...


Kamu harus sabar menerima semua ini...


Jangan takut, Aku pasti selalu disampingmu..." Kata Angga menenangkan Tari.


Tari terus menangis sejadi-jadinya.


Ia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya saat ini.


Terlebih saat ini Tommy sedang menghadapi persoalan besar.


Tidak mungkin Ia akan berbagi kabar mengejutkan ini pada Tommy.


Apalagi pada Orang Tuanya yang pastinya akan sangat marah dan kecewa padanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca 😃


Mohon Dukungannya ✌️

__ADS_1


Betha🙋


__ADS_2