Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Hari Lamaran


__ADS_3

Hari ini suasana di rumah Tari tampak sangat ramai.


Kesibukan mulai tampak sejak pagi hari.


Hari ini memang akan diadakan acara spesial bagi dua keluarga.


Malam ini Tari dan Tommy akan melangkah untuk mengikat cinta mereka lewat tali pertunangan.


Dekorasi dan Catering sudah hampir siap.


Saat ini persiapan sudah mencapai 90%.


Jam menunjukkan pukul 5 sore.


•••


Di dalam kamar, tampak penata rias sibuk memoles wajah seorang wanita.


Ya, wanita itu adalah Tari.


Make up natural dipadu gaya rambut yang disanggul modern menjadikan kecantikan Tari bertambah puluhan kali lipat dari biasanya.


Tari segera memakai pakaiannya.


Tubuh rampingnya menyatu sempurna dalam balutan kebaya berwarna peach dan kain batik berwarna hitam tersebut.


Tidak lupa ia memakai perhiasan berupa anting dan kalung mutiara.


Setelah selesai bersiap, Tari duduk di tepi tempat tidurnya.


Ia merasa sangat gugup.


Tangannya terasa sangat dingin.


Jantungnya mulai berdetak tak beraturan.


Yang saat ini Ia butuhkan adalah melihat Tommy.


Ia yakin dengan melihat Tommy, maka rasa gugupnya akan hilang.


Namun tampaknya Ia masih harus bersabar menanti calon tunangannya tersebut tiba saat acara akan dimulai.


•••


Bu Lusi menghampiri Tari yang sedang melamun di tepi kasur.


"Kamu kenapa melamun nak?" Tanya Bu Lusi sambil mengusap pundak Tari.


"Ma...Aku gugup."Jawab Tari sambil memeluk Bu Lusi.


"Kamu jangan gugup....


Ini kan baru acara pertunangan...


Bukankah kalian berdua saling mencintai?


Kamu tenang saja...


Acara ini pasti berjalan lancar..." Kata Bu lusi menenangkan Tari sambil memeluk dan mengusap lembut kepala Tari.


•••


Tepat 10 menit sebelum acara di mulai,


Ketiga sahabat Tari datang bersamaan.


Kali ini mereka kompak memakai kebaya model kutu baru berwarna pink muda dipadukan dengan kain batik berwarna coklat gelap.


Ketiga sahabat tersebut langsung menghampiri Tari di dalam kamarnya.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat Tari.


"Tar... Ini beneran elu? Pangling gue jadinya. Btw, Selamat ya...Lu yang duluan sold out di geng kita." Kata Monic pada Tari yang sekarang penampilannya sudah berubah total.


"Kenapa? Aku aneh ya?" Tanya Tari bingung.


"Gila kamu cantik banget. Jadi pengen nyusul secapatnya. Selamat ya Tar..." Kata Gracia sambil mengarahkan kameranya ke arah Tari yang duduk di meja rias.


"Selamat Tari...Aku harap kalian bahagia" Kata Julie menatap sahabatnya itu sambil tersenyum manis.


"Makasih girls...Ayo sini peluk aku..." Ajak Tari pada ketiga sahabatnya itu.


"Aku janji gak akan ada yang berubah walaupun nanti statusku udah menikah. Kita harus tetep begini ya." Lanjut Tari dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.


•••


"Nak... Ayo Turun ke bawah...


Itu keluarga Tommy udah nyampe." Ajak Bu Lusi menghampiri Tari di kamarnya.


"Oke Ma..." Jawab Tari.


"Girls... Aku gugup banget nih." Kata Tari sambil menggenggam tangan sahabatnya.


"Tenang Tar... Tarik nafas... terus buang...


Gimana? Udah lebih tenang?" Kata Julie sambil mempraktekkan dihadapan Tari.


"Iya Jul... Thanks ya." Kata Tari sambil berjalan keluar menuju ruang tempat acara.


Ketiga sahabat itu mengikuti Tari dari belakang.


•••


Di ruang tempat acara berlangsung,


Pandangan Tommy tertuju pada tangga yang ada di tengah ruangan tersebut.


Rasa tidak sabarnya semakin memuncak.

__ADS_1


Ia tidak sabar melihat penampilan calon tunangannya.


Lalu MC acara tersebut memanggil nama Tari untuk segera memasuki ruang acara.


Tari berjalan menuruni anak tangga, dengan didampingi ketiga sahabatnya.


Penampilan Tari malam hari ini membuat semua yang hadir terpesona.


Tak terkecuali Tommy.


Senyum sumringah menghiasi sudut bibir Tommy sambil menantikan bidadari tersebut duduk dihadapannya.


Pandangan Tari pun tak lepas dari Tommy.


Tari memandang wajah tampan Tommy.


Tubuh Tommy tampak sempurna berbalut kemeja batik dengan warna dan motif sama dengan rok batik yang Tari kenakan.


Senyuman Tari tak dapat di sembunyikan lagi.


Hatinya merasa bersyukur, karena pada akhirnya lelaki idamannya akan menjadi pendampingnya kelak.


•••


Acara berlangsung lancar.


Senyuman haru dan bahagia bukan hanya milik Tari dan Tommy.


Tapi juga kedua orang tua mereka.


Setelah rangkaian acara selesai, prosesi pemasangan cincin akan menjadi penutup dari acara lamaran ini.


Pemasangan cincin dilakukan oleh kedua ibu mereka.


Suasana berubah haru saat kedua pasangan ini menunjukkan kedua cincin yang telah tersemat di jari mereka dihadapan para tamu yang hadir.


Ketiga sahabat Tari pun sesekali menyeka air mata yang mengalir di pipi mereka dengan tisu.


Mereka turut berbahagia untuk Tari.


Mereka telah menjadi saksi bagaimana perjuangan Tari dalam mencintai Tommy.


Dan pada akhirnya, semua ketulusan perasaan Tari mendapat imbalan yang setimpal.


Sungguh mereka pun ingin segera menyusul sahabatnya itu.


Mereka tentu berharap mendapat pasangan dan juga kebahagiaan seperti Tari.


•••


Sekitar jam 9 malam setelah acara pertunangan selesai, Keluarga dan tamu yang hadir satu persatu pamit.


Gracia, Julie dan Monic juga berpamitan pulang.


Mereka sebenarnya di minta Tari menginap, Tapi mereka menolak karena ingin membiarkan Tari beristirahat.


Keluarga Tommy pun pamit pulang.


Tari nampak cemberut.


Wajar saja, hari ini Ia dan Tommy tidak sempat banyak mengobrol dan bertemu kecuali saat acara tadi.


Tari tetap berusaha tersenyum manis di depan calon mertuanya itu.


Tari dan kedua orang tuanya juga mengantarkan keluarga Tommy hingga ke depan mobil.


Tommy sudah masuk ke mobil bersama orang tuanya menatap wajah Tari.


Tommy juga merasakan hal yang sama dengan Tari.


Tommy kemudian berpamitan dan mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.


•••


Tari menatap mobil Tommy yang sudah meninggalkan halaman rumah Tari.


"Huh... Dia kok gak kangen ya? Padahal seharian gak ketemu." Gumam Tari dalam hati.


Seketika Hp Tari berbunyi.


"Ganti bajumu dan hapus riasanmu, sayangku...


Aku pulang mengantar orang tuaku sebentar...


Habis ini aku ajak ke suatu tempat...


Tunggu aku ❤️" Pesan dari Tommy.


Wajah Tari kembali ceria.


"Ternyata dia juga kangen." Kata Tari sambil tersenyum dan melangkah masuk ke dalam rumah."


"Aku tunggu sayang❤️" Balas Tari ke Tommy lewat pesan.


Tari segera menghapus riasannya kemudian mandi dan bersiap dengan pakaian casualnya.


•••


Hampir jam 10 malam, Hp Tari berbunyi.


"Aku didepan... Ayo sayang❤️" Pesan dari Tommy.


Tanpa menjawab pesan Tommy,


Tari bergegas turun menghampiri mobil Tommy...


Ketika Tari masuk ke dalam mobil Tommy, Seketika itu juga Ia memeluk Tommy sambil mengecup bibir Tommy.


Tommy hanya tersenyum.

__ADS_1


"Sayang kangen ya? Sama Aku juga...


Tapi jangan nyosor disini, nanti ketauan mama papamu gimana?" Kata Tommy sambil mengusap kepala Tari.


"Biarin aja, kan udah tunangan!


Kangen tau gak ketemu seharian!" Jawab Tari sambil memanyunkan bibirnya.


"Masa sehari udah kangen kayak gini?


Berarti 6 tahun kemaren gimana ya?


Penasaran Aku..." Goda Tommy sambil mengemudikan mobilnya.


"Tau ah!" Jawab Tari ketus sambil melipat kedua tangan di bahunya.


Tommy tertawa sendiri melihat tingkah Tari.


Tari yang selama ini dikenal dewasa, sekarang malah menampakkan sisi manjanya.


Tapi Tommy suka karena itu berarti Tari begitu mencintainya.


Hampir 30 menit berkendara akhirnya Mereka tiba di suatu tempat.


Tempat ini merupakan danau buatan yang dihubungkan dengan sebuah jembatan di tengahnya.


Di sekeliling danau juga di hiasi lampu bergaya klasik dan ribuan bunga yang bermekaran di sekeliling danau ini.


Tommy segera memarkirkan mobilnya.


"Ayo Turun..."Ajak Tommy sambil keluar keluar dari mobilnya.


"Ngapain ke sini bang? Dingin tau!" Jawab Tari ketus.


Tommy berjalan ke bagasi belakang mobilnya.


Ia mengambil 2 jaket gunung yang selalu dibawanya.


"Pakai ini..." Tommy memakaikan jaket pada Tari.


"Ayo..." Kata Tommy sambil menggenggam Tangan Tari erat.


•••


Tommy mengajak Tari duduk di saung yang terdapat di sisi kanan danau.


Pemandangannya tak kalah indah walaupun di malam hari.


Tidak lupa Ia memesan Kelapa muda dan Jagung bakar.


Tak berapa lama makanan mereka sudah siap.


Tommy melihat sekelilingnya,


Suasana di sana biasanya ramai di malam minggu.


Karena hari ini bukan malam minggu, maka suasana sangat sepi.


Tommy memeluk Tari dari samping.


"Jangan marah sayangku, Aku juga kangen hari ini..." Kata Tommy sambil mencium kening Tari.


Amarah Tari akhirnya luntur.


Tari memandang ke arah Tommy.


Tommy langsung mencium bibir Tari.


Tari membalas ciuman Tommy.


Seketika Ia melepaskan bibirnya dari bibir Tommy.


"Kalau nanti ada orang liat gimana bang?"


Tanya Tari panik.


"Abang sudah pastikan aman baru nyosor...


Gak kayak kamu...hahaha." Jawab Tommy tertawa.


Tari mendekatkan wajahnya ke wajah Tommy. Bermaksud melanjutkan ciuman yang tadi sempat terjeda.


Saat jarak mereka tinggal beberapa centimeter, Tommy menarik kepalanya menjauh.


"Ah udah gak mood...


Makan aja jagungnya..." Kata Tommy pura-pura merajuk.


Kali ini giliran Tari yang membujuk Tommy agar mau memaafkannya.


Berulang kali ia mencoba, Tapi Tommy masih saja tidak mau memaafkannya.


Akhirnya Tari merasa jengkel.


"Kalo kamu ngambek terus gini, ayo pulang aja!" Teriak Tari kesal sambil berdiri dan mengambil tasnya.


Secepat kilat Tommy menarik tangan Tari dan mendudukan Tari diatas pangkuannya.


Tommy langsung menyambar bibir Tari.


Dan keromantisan malam itu pun berlanjut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat membaca😃


Mohon Dukungannya✌️


Betha 🙋

__ADS_1


__ADS_2