
"Ma, Pa... Tari mana? Ke mana si b******* itu?" Tanya Tommy dengan suara serak.
Pak Bara dan Bu Lusi saling bertatapan. Mereka tidak menyangka Tommy yang dikenalnya sangat baik dan sopan bisa berkata kasar seperti ini.
•••
"Dia sudah pulang. Sebaiknya Kamu istirahat di kamar tamu saja. Jangan pulang dalam keadaan begini. Nanti Orang tuamu khawatir." Kata Pak Bara.
"Gabisa Pa! Aku harus habisin dia! Berani-beraninya dia selingkuh sama calon istriku!" Jawab Tommy dengan nada membentak sambil bangkit dari sofa.
"Berhenti cari masalah kalo Kamu gak mau saya batalin pernikahan Kamu dan Tari!" Kata Pak Bara sambil menghadang Tommy.
Tommy pun menyerah. Akhirnya Ia menginap di kamar tamu rumah Tari.
•••
Keesokan paginya Tari terbangun dengan mata yang sangat sembab.
Tari segera mandi dan bersiap lalu berjalan menuju dapur.
Matanya terbelalak menyaksikan Tommy yang ada di meja makan bersama kedua orang tuanya.
"Nak... sudah bangun. Ayo duduk sarapan sini." Ajak Bu Lusi.
Tari duduk di kursi kosong yang berada tepat disamping Tommy.
Tidak ada satu katapun yang terucap dari bibir Tari.
Hanya tampak raut wajah kesal.
Tari bahkan tidak melirik ke arah Tommy.
Bu Lusi dan Pak Bara merasa ada hal yang aneh dengan putrinya.
Namun mereka hanya melempar kode dengan saling bertatapan.
"Hari minggu ini kalian mau kemana?"Tanya Pak Bara untuk mencairkan suasana.
"Kita mau ke rumah yang nantinya mau kita tempati di daerah Kota. Mau bersih-bersih rencananya,Pa." Tommy langsung menjawab pertanyaan Pak Bara dengan cepat sebelum Tari menjawab.
"Aku ke kamar dulu. Mau siap-siap." Jawab Tari dengan ekspresi malas.
__ADS_1
Setelah Tari bersiap, Tommy dan Tari pun pamit berangkat menuju rumah baru mereka.
Pak Bara dan Bu Lusi pun mengantar kepergian mereka sampai ke depan pintu.
Kedua Orang Tua Tari hanya menatap kepergian mobil Tommy.
"Ma, Papa kenapa mulai ragu sama Tommy ya?" Tanya Pak Bara sambil merangkul pundak istrinya.
"Sama Pa...Tadi liat kan Tari bersikap begitu. Pokoknya nanti pas Tari pulang kita langsung tanya, biar kita gak terlambat kalo memang pernikahan ini harus dibatalkan."Kata Bu Lusi dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Ma. Ayo Masuk..." Ajak Pak Bara.
Belum sempat berjalan masuk, pandangan mereka tertuju pada mobil lamborgini merah yang masuk ke halaman mereka.
Pintu mobil itu terbuka, Nampak Angga turun sambil menenteng tas milik Tari dan berjalan menghampiri Pak Bara dan Bu Lusi.
"Selamat Pagi Bapak dan Ibu..." Sapa Angga saat sudah berdiri berhadapan dengan Bu Lusi dan Pak Bara.
"Selamat Pagi Nak Angga..."Jawab Pak Bara dengan senyum sumringah.
Angga membalas senyuman Pak Bara lalu meraih tangan Pak Bara dan Bu Lusi untuk menyalami dan mencium tangan mereka secara bergantian.
Bu Lusi tersenyum sumringah. Dia baru menyadari alasan mengapa suaminya begitu menyukai Angga. Karena Angga memang sangat baik dan sopan.
"Terima Kasih atas tawarannya. Maaf Bapak dan Ibu, Saya tidak bisa mampir lama karena masih ada keperluan. Saya kesini hanya mengantar tas Tari yang kemarin tertinggal di Resto Saya. Dan Saya ingin langsung pamit." Jawab Tommy sambil menyerahkan Tas milik Tari pada Bu Lusi.
"Baiklah Nak. Terima Kasih. Maaf Tari sudah pergi dengan Tommy menuju rumah baru mereka di daerah kota barusan jadi tidak bisa langsung menemui Nak Angga." Kata Pak Bara sambil menepuk pundak Angga.
"Baik Pak. Tidak apa-apa. Saya Pamit dulu." Jawab Angga sambil kembali meraih tangan Pak Bara dan Bu Lusi untuk menyalami dan mencium tangan mereka bergantian dan segera masuk ke dalam mobilnya.
Pak Bara dan Bu Lusi masih berada di posisi semula. Mereka memandangi kepergian Angga dengan senyuman.
"Papa gak salah kan kalo suka dengan kepribadian Angga?"Tanya Pak Bara pada Bu Lusi.
"Iya Pa... Mama juga sangat suka kepribadiannya. Baik dan sopan. Dia juga kelihatan Tulus orangnya. Seandainya Tari belum bertunangan, Mama pasti jodohin Tari dengan Angga."Jawab Bu Lusi sambil cemberut.
"Udahlah... Ayo masuk Ma." Ajak Pak Bara sambil kembali merangkul pundak istrinya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
•••
Sementara itu, Angga menjadi kepikiran Tari setelah mendengar bahwa Tari pergi bersama Tommy.
__ADS_1
Ia memutar balikkan mobilnya tiba-tiba menuju ke arah perumahan elite yang ada di daerah Kota.
Sesampainya disana, Angga melajukan mobilnya untuk mencari keberadaan Tari dan Tommy. Ia menelusuri setiap cluster di perumahan tersebut.
Untung saja tadi malam Angga sempat melihat dan menghafal jenis mobil dan nomor plat Mobil Tommy.
Dengan mudah Ia sudah sampai di depan rumah milik Tommy.
"Angga! Sadar! Bodoh banget Kamu! Ngapain ngejar perempuan yang sudah jadi tunangan orang dan bentar lagi bakal nikah!" Angga berteriak pada dirinya sendiri di dalam mobil sambil memukul stir mobinya.
Selama hidupnya sekalipun Ia tidak pernah merasa jatuh cinta pada wanita. Dan Tari adalah wanita pertama yang membuatnya cemas. Ia menyadari bahwa ketika kemarin bertemu Tari, Ia langsung mencintai Tari.
Angga lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah Tommy.
Ia memutuskan untuk pergi ke restoran milik orang tuanya dan membantu di sana agar bisa melupakan Tari.
•••
Setibanya di rumah Tommy...
Tommy langsung menarik Tari ke kamarnya dengan kasar dan mencium Tari dengan paksa.
"Tom... Lepaskan!" Kata Tari sambil menangis dan memberontak.
Tommy tidak menghiraukan perkataan Tari, Ia terus melakukannya.
Bahkan saat ini, Tommy sudah melepaskan kemeja yang dikenakan Tari.
Kancing kemeja Tari pun berhamburan jatuh ke lantai dan tangis Tari semakin menjadi-jadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nanggung ya?
Author usahain Up hari ini deh🤭
•••
Selamat Membaca😃
Mohon Dukungannya✌️
__ADS_1
Betha🙋