
Tiba-tiba Tari mencium pipi Angga.
"Makasih banyak buat semuanya..." Kata Tari sambil tersipu malu.
Angga hanya terdiam mematung sambil memegang pipinya.
Tiba-tiba ponsel Tari berbunyi.
Terlihat Nama "Mama" dilayar ponsel tersebut.
Tari segera mengangkat panggilan dari ibunya tersebut.
📞Tari
"Halo Ma..."
📞Bu Lusi
"Halo Nak...
Kamu dimana sekarang???
Gimana keadaan Kamu sekarang???
📞Tari
"Aku di resto daerah Klayar Ma sama Angga...
Keadaanku sekarang sudah lebih baik kok Ma...
Tommy gimana perkembangannya Ma?"
📞Bu Lusi
"Syukurlah kalo gitu...
Iya tadi Papa juga udah cerita ke Mama...
Belum ada perkembangan terbaru Sayang...
Pokoknya Kamu tenang aja, Masalah ini pasti cepat selesai kok...
Boleh Mama bicara dengan Angga???"
📞Angga
"Halo Bu...
Ini Angga..."
📞Bu Lusi
"Nak Angga terima kasih banyak atas bantuannya...
Ibu juga minta bantuan Kamu menjaga Tari di sana selama beberapa hari ini, karena suasana di sini masih belum stabil...
__ADS_1
Kamu gak keberatan kan???
Cuma Kamu yang Ibu dan Bapak percaya pasti bisa menjaga dan menenangkan Tari..."
📞Angga
"Sama-sama Bu...
Baiklah jika Ibu dan Bapak meminta demikian...
Saya pasti menyanggupinya...
Sampaikan salam untuk Bapak ya Bu..."
📞Bu Lusi
"Baik Nak..."
Bu Lusi lalu mematikan sambungan ponselnya.
•••
"Mamaku bilang apa?" Tanya Tari penasaran.
"Mamamu bilang kalau Kamu sebaiknya beberapa hari istirahat disini dulu untuk menenangkan pikiran karena disana juga situasinya belum stabil." Jawab Angga sambil menatap Tari.
Tari hanya terdiam mendengar ucapan Angga.
Hatinya benar-benar sangat kacau. Saat ini Ia hanya ingin mendampingi Tommy melalui masa sulitnya.
Namun perkataan Ibunya juga ada benarnya. Dia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu.
Kamu setuju kan Tar???
Aku gak bakal macem-macem sama Kamu kok.
Aku janji..." Tanya Angga hati-hati.
Tari tersenyum tipis dan mengangguk.
Ia menatap layar ponselnya yang seketika mati karena kehabisan baterai.
"Yaudah Kita pulang yuk...
Biar Kamu bisa istirahat..." Ajak Angga sambil tersenyum.
Tari mengangguk setuju.
Mereka berdua bergegas ke mobil dan menuju ke rumah Angga untuk beristirahat.
•••
Sementara itu, Ketiga sahabat Tari tampak berkumpul di rumah Gracia.
Ketiga sahabat itu tampak panik, bahkan hingga malam ini mereka masih mengenakan kebaya dan riasan dari acara tadi pagi.
__ADS_1
Monic, Julie dan Gracia tampak sibuk bergantian berusaha menelpon Tari sejak siang tadi.
Namun tidak mendapat jawaban dan saat malam ini mereka mencoba menghubungi lagi, Ponsel Tari sedang tidak aktif.
"Gimana nih Girls? Kok malah gak aktif sekarang nomornya?" Kata Monic yang panik dan sibuk mondar mandir di depan ruang TV rumah Gracia.
"Iya... Aku jadi panik sumpah!
Gimana kalo ada apa-apa sama tuh anak???" Sambung Gracia panik.
"Tapi kalian gak kenal kan sama cowok yang tadi bawa Tari pergi???" Tanya Julie penasaran.
Monic dan Gracia saling bertatapan.
"Enggak!" Jawab Monic dan Gracia bersamaan.
"Tari gak pernah cerita ke Kita kan soal cowok tadi???
Itu siapanya Dia???
Masa sepupunya???
Kan Kita kenal semua keluarga Dia!" Kata Julie frustasi.
"Ya gak mungkin sepupu atau keluarga Dia lah." Sambung Monic sambil menggaruk kepalanya.
"Tapi kok Om Bara langsung izinin Tari dibawa cowok tadi???
Aneh Kan???
Berarti Om Bara kenal Dia..." Timpal Gracia.
Julie melipat kedua tangannya sambil terus berpikir.
"Lagian Tari pasti cerita kan apapun ke Kita.
Masa soal cowok ini Dia gak bilang???" Ketus Gracia sambil memanyunkan bibirnya.
"Yang pasti cowok tadi baru dekat sama Tari.
Kan pas masa kuliah juga kita gak kenal." Sambung Monic.
"Yaudah... Besok aja kita mampir ke rumah Tari buat mastiin Dia gapapa.
Aku pulang dulu ya..." Pamit Julie pada Gracia dan Monic.
"Eh...Gue juga balik ya...
Udah gabetah pake beginian..." Kata Monic sambil menyusul Julie untuk pulang dari rumah Gracia.
Gracia hanya mengangguk sambil memanyunkan bibirnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca😃
__ADS_1
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋