
Setibanya di rumah Angga, Angga langsung menyuruh Tari agar segera beristirahat di kamar yang tadi siang ditempatinya.
Tari pun mengikuti perintah Angga dan segera bergegas menuju ke kamar tersebut.
•••
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Tari merebahkan diri diatas ranjang.
Ia masih begitu terpukul dengan kejadian yang dialaminya hari ini.
Dan Ia merasa bersyukur karena Angga selalu jadi malaikat penolongnya saat dirinya terlibat masalah dengan Tommy.
Senyumnya seketika mengembang saat Ia mengingat momen Ia mencium pipi Angga.
Ia bahkan sulit percaya bahwa Ia berani melakukannya lebih dulu. Padahal saat bersama Tommy yang merupakan tunangan sekaligus calon suaminya Ia bahkan tidak terpikir melakukannya.
Rasa nyaman saat bersama Angga benar-benar membuat Tari bisa sejenak melupakan permasalahan berat yang menimpanya hari ini.
Tari merasa bahwa memang Angga yang dibutuhkannya saat ini untuk menenangkan dirinya.
Tidak lama kemudian Ia terlelap menuju alam mimpinya.
Hari ini menjadi hari yang begitu panjang bagi Tari.
Begitu banyak hal yang membuatnya begitu larut dalam kedukaan dan ada juga hal yang mampu membuat jiwanya yang bergejolak menjadi damai serta tenang kembali.
•••
Sementara itu, Angga yang juga sudah memasuki kamarnya dan selesai membersihkan diri serta berganti pakaian juga merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Perlahan Ia meraba pipinya, tempat dimana Tari menciumnya. Senyumnya juga mengembang dipipinya. Ia tidak percaya bahwa Ia mendapatkan balasan yang setimpal atas pertolongannya untuk Tari.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Ia terlelap masih dengan sisa senyuman yang belum pergi dari bibirnya.
Ia masih tidak percaya, bahwa hari dimana seharusnya wanita impiannya dimiliki oleh orang lain bisa tertunda dengan cara seperti ini.
Hal ini menimbulkan semangat baru dalam diri Angga untuk berjuang mendapatkan cinta Tari dan agar bisa menjadikan Tari sebagai pendamping dan miliknya secara utuh nanti.
•••
Keesokan paginya,
Angga terbangun lebih pagi daripada Tari.
Ia bergegas menuju pasar swalayan terdekat untuk membeli bahan makanan dan memasak sarapan untuk Tari.
Sinar matahari menusuk pandangan Tari melalui celah jendela yang lupa Ia tutup tirainya malam tadi sebelum Ia terlelap.
Tari berganti posisi duduk dan berusaha meregangkan otot tubuhnya yang terasa sangat pegal.
Ia segera bergegas mandi dan pergi keluar kamar untuk mempersiapkan sarapan.
Saat Ia keluar dari kamar, Ia terkejut mendapati Angga sedang sibuk mempersiapkan sarapan sambil memakai celemek di dapur.
Gerakan Angga begitu lincah dan terlihat sangat menguasai berbagai peralatan masak yang ada didapur. Angga yang melihat kehadiran Tari langsung menyapanya.
"Sudah bangun???
Gimana tidurnya, Nyaman???" Tanya Angga sambil membawa 2 piring Nasi goreng yang terdapat telur mata sapi diatasnya menuju ke meja makan.
Tari tersenyum dan berjalan menghampiri Angga.
"Iya...
__ADS_1
Nyaman kok...
Ini sampe kesiangan bangun...
Maaf ya, harusnya Aku yang siapin sarapannya..." Jawab Tari sambil berusaha mengambil piring yang sedang dipegang Angga.
Angga tidak memberikan piring tersebut pada Tari lalu langsung meletakannya diatas meja makan.
"Ini udah siap sarapannya...
Ayo duduk makan..." Ajak Angga sambil menuangkan jus jeruk ke gelas yang ada dihadapannya.
Tari pun menuruti perkataan Angga. Ia segera duduk di meja makan dan segera mencicipi nasi goreng buatan Angga.
Matanya membulat sempurna saat Ia menyendokkan nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya.
"Ini enak banget deh...
Kamu jago masak ternyata..." Kata Tari memuji masakan Angga.
Angga tersenyum puas.
Mereka berdua melanjutkan sarapan dengan suasana penuh kehangatan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca😃
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋
__ADS_1