Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Makan Malam Keluarga


__ADS_3

"Bang ini udah jam 1 lewat. Balik kantor yuk." Ajak Tari sambil melirik jam di tangannya.


"Yaudah ayo." Jawab Tommy sambil berjalan ke kasir untuk membayar.


"Pake ini aja bang." Kata Tari menyodorkan kartu kreditnya.


Tommy mengambil kartu kredit Tari. Namun ia membayar dengan uang cash.


"Kok gak pakai kartuku bang?" Tanya Tari bingung.


"Aku gak suka kartu kredit dan bahkan aku gak punya. Takut kebablasan. Makanya aku bawa uang cash terus." Jawab Tommy sambil mengembalikan kartu kredit Tari.


"Maksudku kenapa abang yang bayar? Harusnya kan aku." Kata Tari kesal.


"Ngapain kamu yang bayar. Aku kan cowok, udah sewajarnya aku yang bayar. Lagian kan aku yang minta temani makan siang. Bukan bayarin makan siang." Jelas Tommy sambil memencet remote mobilnya.


"Tapi kan aku utang udah nabrak mobil kamu bang. Aku jadi gak enak kalo gini." Bantah Tari.


"Sini deh, liat nih udah mulus lagi mobilku. Lupain aja kalo kamu pernah nabrak mobilku. Tapi kesepakatan kita soal makan siang tetap jalan ya." Kata Tommy sambil menarik Tari ke depan mobilnya.


"Oke deh bang." Jawab Tari dengan muka cemberut.


•••


Sepanjang perjalanan Tari memilih diam dan melirik ke arah jendela. Tommy melirik ke arah Tari dan seketika memberhentikan mobilnya.


"Kamu kenapa? Masih bete? Marah sama aku nih jadinya?" Goda Tommy sambil menepuk pundak Tari.


"Ya Tuhan tolong kuatkan hamba. Rasanya ingin hamba cium dan peluk dia kalo begini." Gumam Tari dalam hati.


Tari masih bergeming bahkan tidak menoleh ke arah Tommy.


"Gini aja, besok kamu yang bayar dan tentukan makan siang dimana. Okey?" Bujuk Tommy dengan wajah memelas.


"Bener ya? Janji ya bang?" Jawab Tari sambil menoleh ke arah Tommy.


Saat Tari menoleh, wajah Tommy berada di depan wajahnya. Tinggal beberapa centimeter lagi mereka berciuman.


Wajah Tari seketika memerah. Tommy tetap terlihat cool padahal dalam hatinya mulai merasa berdebar.


Kemudian Tommy mulai melajukan mobilnya dan beberapa menit kemudian sudah tiba di depan kantor kejaksaan.


•••


"Makasih ya bang makan siangnya. Bye." Kata Tari sambil membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam.


Tommy hanya tersenyum simpul.


"Imutnya dia. Andai saja...Ah, sudahlah" Kata Tommy pada dirinya sendiri sambil melajukan mobilnya untuk kembali ke kantornya.


Ketika Tari tiba di pintu masuk, ia disambut dengan berbagai senyum dan godaan dari karyawan kantornya.


"Cie... Ciee... Pak Hakim dan Bu Jaksa kapan nih ngundang?" Kata salah satu karyawan.


"Serasi banget loh bu. Ayo di segerakan." Sambung karyawan lainnya.

__ADS_1


Tari hanya tersenyum kaku dan bergegas menuju ruangannya.


•••


Dia menekan tombol 5 pada telepon kantor.


"Halo mon. Ke ruangan aku sebentar deh."Kata Tari di telepon.


"Bu Monic ijin sampe pulang bu." Jawab salah satu staff di ruangan Monic.


"Oh oke. Makasih ya pak." Tutup Monic.


•••


Sore Harinya...


"Ma mau makan dimana sih?"Tanya Monic pada Bu Lusi saat baru memasuki rumahnya.


"Di Restoran Joglo." Jawab Bu Lusi yang sedang asik memilih tas di kamarnya.


"Yaelah ma. Tari abis makan siang disitu. Tari gak ikut ajalah ya, capek."Kata Tari sambil merebahkan tubuhnya di kasur orang tuanya.


"Gak bisa. Ini Tante Maya yang ngajak. Tahu kan Tante Maya yang sering kesini sama Tante Lina."Jelas Bu Lusi.


"Tau ma. Eh ma, anaknya Tante Maya ada berapa sih? Aku gak pernah tau."Tanya Tari sambil mengecek hp nya.


"Satu juga kayak kamu kalo gak salah. Anaknya Hakim juga. Nanti mama tanyain namanya, manatau pas kamu sidang ketemu dia."Kata Bu Lusi.


"Ehm iya. Pasti udah nikah kan ma?" Tanya Tari dengan muka datar.


"Waduh kalo itu mama gatau. Nanti aja liat langsung dia juga dateng kayaknya. Manatau kalian cocok." Sambung Bu Lusi.


"Lagian pasti mukanya gak masuk standar aku. Haha." Lanjut Tari tertawa dan berjalan meninggalkan kamar orang tuanya.


•••


Di kamar Tari sudah tersedia dress motif bunga selutut, sepatu flat shoes, dan tas selempang mini berwarna pink muda.


Tari paham betul tabiat ibunya. Untuk urusan penampilan, ibunya adalah stylist terbaiknya dan herannya kali ini semua barang tersebut baru dilihat Tari.


Setelah mandi dan berdandan. Tari berjalan ke luar kamarnya.


"Nah gitu dong, anak mama cantiknya kebangetan." Kata Bu Lusi sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Udah ayo masuk, hampir jam 7 nih." Ajak Pak Bara yang sudah ada di kursi kemudi.


Tari dan Bu Lusi bergegas masuk ke dalam mobil dan segera mobil sedan putih itu melaju meninggalkan halaman rumah.


•••


Di Restoran Joglo


Keluarga Bu Maya sudah tiba lebih dulu.


"Ma,Pa... Aku ke Toilet bentar ya." Kata Tommy sambil bangun dari kursinya.

__ADS_1


Bu Maya tersenyum lebar.


"Pa... Mama siapin kejutan hari ini, jangan kaget ya Pa, yang penting anak kita cepat nikah. hihihi."Kata Bu Maya berbisik pada suaminya.


"Apa sih ma? Papa jadi Kepo." Balas Pak Bagas.


"Udah tunggu aja." Kata Bu Maya sambil menepuk paha Pak Bagas.


•••


Keluarga Bu Lusi pun tiba.


"Selamat Malam" Kata Bu Lusi.


Bu Maya lalu menghampiri Bu Lusi lalu memeluk dan mencium pipinya.


"Ayo duduk Jeng."Kata Bu Maya.


Pak Bagas menghampiri Pak Bara lalu merangkul dan mengajaknya duduk.


Tari tersenyum manis.


"Cantik sekali kamu. Iya kan Pa?" Kata Bu Maya memuji Tari sambil menoleh ke suaminya.


"Iya betul ma." Jawab Pak Bagas.


"Namanya siapa? Kerja dimana?"


"Nama saya Tari, Tante. Saya kerja di kejaksaan." Jawab Tari.


•••


Tommy yang baru kembali dari toilet melihat tamu yang ditunggu sudah datang. Posisi Tamu itu membelakangi pandangan Tommy. Terlihat sepasang suami istri dan wanita yang memakai dress motif bunga.


"Wah ini jebakan mama kayaknya buat jodohin aku. Apa aku kabur aja ya sekarang?"Kata Tommy pada diri sendiri.


Belum sempat Tommy membalikkan badan. Bu Maya melihatnya.


"Tommy... sini nak." Panggil Bu Maya.


Tommy berjalan menuju meja tersebut dan ketika baru sampai di belakang tamu tersebut. Bu Maya menghentikan langkahnya.


•••


"Kenalkan ini anak saya Tommy. Sekarang kerja jadi hakim. Tommy kenalkan ini, Tante Lusi, Om Bara dan Tari anaknya." Kata Bu Maya.


Tommy pun menyalami satu persatu dan ketika akan menyalami gadis yang memakai dress motif bunga itu, Tommy terkejut gadis itu adalah Tari.


"Tari?" Tanya Tommy tidak percaya.


"Bang Tommy?" Jawab Tari tidak percaya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca😃

__ADS_1


Mohon Dukungannya✌️


Betha🙋


__ADS_2