Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Pergi Demi Kebahagiaan


__ADS_3

Sementara itu, dari depan pintu terlihat Angga yang sudah berdiri lama dan mendengarkan semua pembicaraan dari dalam ruangan tersebut. Semua plastik berisi makanan di kedua tangannya sudah terjatuh dan berhamburan di lantai.


Angga menitikan air mata. Ia merasa bersalah karena menjadi penyebab semua penderitaan yang harus dilalui oleh wanita yang paling dicintainya itu.


Pak Bara yang melirik ke arah pintu melihat Angga sedang menangis. Angga pun melihat Pak Bara yang sedang menatapnya. Ia lalu memutuskan berlari dari tempat tersebut.


•••


Setelah berlari cukup jauh, Angga tiba di parkiran. Segera Ia masuk ke dalam mobilnya lalu mengemudikan mobilnya meninggalkan Rumah Sakit tersebut.


Angga tidak pernah menyangka, jika awal pertemuannya dengan Tari malah menambah kesedihan dan penderitaan bagi Tari. Ia berfikir bahwa Ia adalah "batu sandungan" dalam hubungan Tari dan Tommy.


"Apakah dulu sebelum Kita bertemu, Kamu bahagia menjalin hubungan dengan Tommy???" Gumam Angga dalam hati.


Pikiran Angga sangat mulai berkecamuk. Saat ini di kepalanya timbul begitu banyak pertanyaan yang jawabannya coba Ia terka sendiri.


"Kalau Kamu dulu memang bahagia bersama Tommy, kenapa dulu Kita bertemu saat Kamu sedang menangis???" Gumam Angga lagi dalam hatinya.


Angga menyangsikan Tari berbahagia bersama Tommy.


Ia ingat betul momen saat Ia pertama kali bertemu Tari saat Tari sedang menangis hingga pingsan.


Ia tidak dapat membohongi hati dan pikirannya.


Tari adalah wanita pertama yang mampu menaklukkan hatinya.


Dan Tari juga adalah wanita pertama yang mampu membuat hatinya hancur berulang kali.


Namun Ia juga heran, kenapa Ia tidak bisa melupakan Tari.


Padahal semua perasaannya jelas mendapatkan penolakan berulang kali dari Tari.


Hati Angga tetap tidak berpaling dari Tari.

__ADS_1


Ia bahkan rela mengesampingkan perasaannya yang begitu terluka atas penolakan Tari demi mengantarkan wanita pujaannya itu bertemu dengan Tommy.


Semua tindakan dan pengorbanan yang dilakukan Angga untuk Tari tulus berasal dari lubuk hatinya yang terdalam. Ia sama sekali tidak mengharapkan Tari dapat membalas perasannya.


Baginya melihat Tari tersenyum dan kembali berbahagia adalah hal yang terpenting.


Ia bahkan turut merasa bersedih jika melihat ada setitik saja air mata mengalir dari wajah cantik Tari.


•••


Sekarang, Ia betul-betul tersadar jika kehadirannya dalam kehidupan Tari adalah sebuah kesalahan.


Kesalahan fatal yang akan membuat Tari semakin menderita di kemudian hari.


Angga sendiri sangat ragu, apakah Ia akan mampu untuk pergi menjauh dari sisi Tari.


Dan untuk melupakan Tari adalah hal yang mustahil dilakukannya karena perasaannya yang begitu besar.


Mengingat Angga bukanlah sosok religius yang sering bersyukur dengan apa yang sudah dimilikinya saat ini.


Harapan Angga tentu sangat besar diawal Ia memiliki rasa cinta pada Tari.


Namun semua seakan perlahan mulai menghilang dengan sendirinya, saat Ia mengetahui kenyataan bahwa yang ada di hati Tari adalah laki-laki lain, yaitu Tommy.


Ini adalah keputusan terberat yang Ia harus ambil.


Sejak Ia melangkahkan kakinya keluar dari Rumah Sakit tadi, Ia sudah memutuskan untuk menyudahi semua perasaannya pada Tari.


Ia merasa jika Ia menghilang dari kehidupan Tari, semua akan kembali seperti sedia kala.


Tari akan menjalani kehidupan yang sangat bahagia bersama Tommy.


•••

__ADS_1


Angga lalu menyeka sisa air matanya yang masih mengalir di pipinya.


"Terima Kasih Tuhan...


Kau sudah izinkan Aku merasakan jatuh cinta pada wanita terbaik yang pernah kutemui dalan hidupku...


Sejak awal, Aku mengharapkan bisa jadi pendampingnya dan membahagiakannya hingga maut memisahkan Kami...


Tapi sepertinya kehendakMu berlainan dengan niatku...


Baiklah Tuhan...


Aku siap menerima semuanya...


Bantu Aku menjadi lebih kuat menghadapi semua ini..." Gumam Angga dalam hati sambil memegang dadanya yang terasa begitu sesak menerima semua kenyataan yang ada dihadapannya kini.


Walaupun sulit, Ia mencoba memaksakan senyuman menyembul keluar dari sudut bibirnya.


"Tari...


Terima Kasih atas semuanya...


Jaga dirimu dan selalu berbahagialah...


Aku akan selalu mendoakan kebahagianmu..."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca 😃


Mohon Dukungannya✌️


Betha🙋

__ADS_1


__ADS_2