
Bu Lusi sangat kagum pada kepribadian Angga. Bahkan Tommy yang hampir menjadi menantunya saja, mungkin tidak memiliki rasa cinta sebesar yang Angga miliki pada Tari.
Angga sangat tulus mencintai Tari walaupun Tari tidak pernah membalas perasaannya sedikit pun.
"Sungguh Angga orang yang memiliki hati seperti malaikat ya Pa...
Sejujurnya Kitalah yang merasa kecewa saat Dia tidak jadi menantu Kita...
Angga adalah Permata berharga yang begitu saja dibuang oleh Tari demi sebuah Batu biasa...
Semoga Angga diberikan pendamping yang sebaik dirinya dimasa depan..." Kata Bu Lusi sambil menitikan air mata dan memeluk Pak Bara yang juga masih terlihat menitikan air mata.
Pak Bara dan Bu Lusi berpelukan untuk beberapa saat.
Bisa dikatakan jika Mereka berdua adalah Fans terberat Angga.
Semua hal tentang Angga, mulai dari penampilan dan kepribadian Angga membuat mereka jatuh hati sejak pertama bertemu.
Saat ini juga, Mereka berdualah orang yang paling merasa kecewa saat harus menerima kenyataan bahwa Angga tidak bisa menjadi menantu yang selama ini Mereka idam-idamkan.
•••
Sementara itu, Angga sudah berada di ruang perawatan Tari.
Tari masih belum sadarkan diri, akibat pengaruh obat bius yang diberikan Dokter.
Angga duduk di kursi yang ada disebelah ranjang Tari.
Ia menatap wajah Tari yang terlelap.
__ADS_1
Kemudian mengusap kepala Tari dengan lembut dan merapikan rambut Tari.
"Aku sangat mencintaimu...
Masih sangat mencintaimu Tari...
Walaupun Kamu menolakku ribuan kali...
Aku pasti masih tetap mencintaimu..." Ucap Angga sambil menangis tersedu-sedu.
Angga sekuat tenaga mencoba menahan suara tangisnya.
Tapi semua kekecewaan dan kesedihan yang ada dalam hatinya seakan tidak terbrndung lagi untuk dikeluarkan.
Tangisannya malah semakin menjadi-jadi.
"Apa yang harus Aku lakukan supaya Kamu juga bisa mencintaiku???
Bahkn jika itu hanya 1% dan untuk beberapa detik saja...
Aku ingin mendengar ucapan langsung dari mulutmu bahwa Kamu mencintaiku..." Tangis Angga yang kemudian menjatuhkan wajahnya diatas ranjang Tari.
Namun, Tari tetap saja bergeming dan belum terbangun dari tidur lelapnya karena pengaruh obat bius.
"Bahkan disituasi yang mendesak pun, Kamu tetap memilih Tommy...
Sebenarnya Aku tidak masalah bertanggung jawab atas anak yang bukan darah dagingku...
Asalkan Aku bisa terus disisimu dan menjagamu...
__ADS_1
Walaupun Kamu tidak ijinkan Aku untuk menyentuhmu setelah Kita menikah nanti, Aku bisa menerimanya...
Aku hanya mau disisimu terus dan bersamamu...
Aku hanya mau menjagamu dan terus mencurahkan seluruh rasa cintaku padamu...
Aku tidak butuh balasan atas perasaanku...
Walaupun Kamu diam dan mengabaikanku selama pernikahan Kita, Aku bisa menerima itu semua..." Kata Angga sambil menggenggam dan meletakkan tangan Tari di samping wajahnya.
•••
Tanpa Angga sadari, Dua pasang mata mengamati semua tindakannya terhadap Tari.
Pak Bara dan Bu Lusi sedari tadi sudah berdiri di depan pintu ruangan Tari.
Mereka berdua dengan jelas melihat dan mendengar apa yang dilakukan dan diucapkan Angga pada Tari yang masih belum sadarkan diri di ranjangnya.
Hati Pak Bara dan Bu Lusi begitu pilu mendengar semua curahan hati Angga terhadap Tari. Namun mereka juga tidak bisa membantu Angga karena paham betul karakter Putri mereka.
Tari sejak kecil merupakan anak yang memang memiliki sifat sangat keras kepala. Begitu Ia menginginkan sesuatu, Ia akan mati-matian mempertahankannya dan tidak akan mudah dibujuk untuk melepaskannya.
Pak Bara dan Bu Lusi saling bertatapan dengan ekspresi wajah yang sama-sama bersedih.
Mereka berdua tidak tahan melihat sikap Angga pada Tari sehingga memutuskan untuk meninggalkan Angga dan Tari berdua dan berjalan meninggalkan ruang perawatan Tari.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca 😃
__ADS_1
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋