Perawan Tua Mengejar Bahagia

Perawan Tua Mengejar Bahagia
Mother Power


__ADS_3

"Kalian saling kenal?" Tanya Bu Lusi heran.


"Bukan kenal lagi Jeng, tadi siang habis makan siang berdua di meja situ." Jawab Bu Maya tersenyum sambil menujuk meja di pojok restoran tersebut.


Tari dan Tommy hanya tertunduk dalam posisi duduk yang berhadapan.


"Wah senang ya Jeng kalo anak-anak kita dekat." Lanjut Bu Lusi.


"Kamu kok gak cerita ke mama sih?" Bisik Bu Lusi sambil mencubit lengan Tari.


Tari hanya meringis menahan sakit akibat cubitan Bu Lusi namun ia tetap bergeming tanpa menjawab.


•••


"Makanya saya mengundang keluarga Jeng makan malam bersama, untuk makin mendekatkan keluarga kita. Apalagi kalau nanti kita jadi berbesan." Kata Bu Maya.


"Ya semoga saja kita bisa jadi keluarga ya Jeng. Gak kebayang asiknya kalo kita jadi besan." Sambung Bu Maya.


"Ya Tuhan kenapa sih orang tua ini. Mereka gatau apa kalo bang Tommy udah punya pacar?" Gumam Tari dalam hati.


"Mati aku kalo sampai mereka paksa aku nikah sama Tari. Aku harus bilang apa ke christie?" Gumam Tommy dalam hati.


•••


"Gak nyangka kita sahabatan terus anak kita sekarang pacaran. Menyenangkan sekali."Timpal Pak Bagas.


"Selama ini Tari gak pernah memperkenalkan pacarnya. Ternyata malah kita langsung dikenalkan disini." Lanjut Pak Bara.


"Papa..."Kata Tari sambil melirik Pak Bara memberi kode untuk menghentikan pembicaraannya.


"Bagaimana kalau pertemuan ini, sekalian kita bahas soal pertunangan." Ajak Bu Maya.


"Tapi Ma..." Tommy mencoba menghentikan pembicaraan Bu Maya.


"Tapi apa? Umur kalian sudah tua semua. Kalo jaman mama dulu. Harusnya kalian sudag punya anak tiga." Tegas Bu Maya.


"Kami setuju!" Jawab Pak Bara dan Bu Lusi kompak.


"Maaf Tante Maya, sebenarnya kami..." Tari belum sempat menyelesaikan perkataannya.


"Oh iya Tante lupa. Maaf... Maaf. Maksud kalian, kalian tidak mau bertunangan sekarang?" Tanya Bu Maya.


Tari mengangguk cepat.


•••


"Jeng... akhirnya anak-anak kita minta langsung dinikahkan." Kata Bu maya berkaca-kaca sambil menggenggam tangan Bu Lusi yang duduk di hadapannya.


"Iya Jeng... Lebih cepat lebih baik." Sambung Bu Lusi.


•••


"Kalau mama dibantah sekarang, bisa kumat jantungnya. Nanti ketika pulang saja, aku menjelaskan pada mama."Gumam Tommy dalam hati.


"Apa yang harus kami lakukan kalau pernikahan ini benar terjadi." Gumam Tari cemas.


"Baiklah Lusa malam keluarga kami akan melamar ke rumah Jeng. Untuk Mas Kawinnya nanti saat lamaran kalian bisa minta apapun karena Tommy anak kami satu-satunya dan ini hanya pernikahan satu-satunya juga yang akan kami selenggarakan." Kata Bu Maya.


"Masalah mas kawin dan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan besok saja di bicarakan saat lamaran, Jeng. Pokoknya mereka menikah saja sudah sangat membahagiakan."Lanjut Bu Lusi.


"Kami akan segera mengabari keluarga besar kami dan persiapan untuk lamaran mulai malam ini akan kami persiapkan." Lanjut Pak Bagas.


"Baiklah Pak, kami juga akan melakukan hal yang sama." Jawab Pak Bara.


•••

__ADS_1


Tari dan Tommy tampak semakin frustasi. Wajah mereka terlihat pias. Makanan yang terhidang pun tidak membuat mereka berselera makan.


Mereka tidak bisa melawan kedua orang tua mereka. Akankah takdir ini yang harus mereka jalani?


Makan Malam yang mengejutkan itupun usai.


Pikiran Tari menerawang jauh menatap jendela kaca mobil.


"Bagaimana mungkin pernikahan terjadi tanpa adanya rasa cinta?


Kalaupun ada, hanya aku yang mencintainya...


Dia mencintai wanita lain...


Bagaimana aku akan bertahan dengan suami yang tidak mencintaiku?"


Lamunan Tari tersentak tiba-tiba.


Saat hp nya berbunyi.


Pesan masuk di grup keluarga.


"Tari akan dilamar hari Rabu malam. Harap keluarga besar bisa hadir." Tulis Bu Lusi.


"Real atau hoax Tante🤔?" Jawab Dino, sepupu Tari.


"Real. Selama ini Tari pacaran sama anak sahabat arisan Tante. Ini foto kita abis makan malam keluarga." Balas Bu Lusi sambil mengupload foto makan malam tadi.


(Sebelumnya Bu Lusi meminta karyawan restoran memfoto mereka sebelum makan malam usai.)


"Akhirnya... cucuku😘" Balas Oma Yani.


•••


"Jelasin apa? Kalian gak bisa menolak lagi. Kedua keluarga udah sepakat, dan keluarga besar kita sudah tau. Lanjutkan pernikahan ini. Jangan buat mama papa malu. Atau lebih baik mama mati kalau sampai kalian tidak jadi menikah!" Tegas Bu Lusi.


•••


"Ya Tuhan aku harus bagaimana? Kasihan mama dan papa." Gumam Tari dalam hati sambil meremas rambutnya sendiri.


Setibanya di rumah, Tari berjalan menuju kamarnya. Direbahkan tubuhnya diatas ranjang. Lalu ia mengambil hp nya.


"Bang, sudah sampai rumah? Sudah jelaskan yang sebenarnya ke orang tuamu?" Ketik Tari mengirim pesan pada Tommy.


Sekitar hampir 1 jam, Tari sudah terlelap. Ia terbangun menerima balasan pesan dari Tommy.


"Sudah. Tidak ada jalan lain, mamaku hampir anfal saat tau kita nggak pacaran dan aku masih pacaran dengan christie." Balas Tommy.


"Lalu? Maksudmu?" Balas Tari.


"Keluar ke depan rumahmu sekarang.Ayo kita bicarakan ini sampai tuntas." Balas Tommy.


"Oke, tunggulah 5 menit." Balas Tari lalu ia bergegas mengganti pakaiannya dengan baju kaos yang dilapisi cardigan dan celana jeans panjang.


•••


Tari berjalan keluar rumah.


Tampak Tommy sedang berdiri di depan mobilnya sambil tertunduk.


Langkah Tari terhenti sejenak.


"Berarti kau mendekatiku bukan karena mencintaiku?


Lalu kenapa sikapmu begitu perhatian padaku?

__ADS_1


Lelaki Jahat!


Kau hanya melampiaskan kesepianmu karena kau tidak bisa bersama kekasihmu setiap hari...


Aku awalnya tidak menginginkan pernikahan ini...


Tapi sikapmu saat ini yang mendorongku untuk setuju dengan pernikahan ini...


Biarlah aku tidak bisa memiliki hatimu...


Biarlah aku hanya memilikimu dalam status dan janji dihadapan Tuhan kita...


Maafkan keegoisanku karena memisahkanmu dengan kekasih yang sangat kau cintai...


Tapi banyak kebahagiaan yang aku selamatkan dengan mengorbankan cintamu dan kekasihmu itu...


Kebahagiaan untuk keluarga kita berdua...


Itulah balas dendamku karena kau mempermainkan hatiku selama10 tahun ini!"


Gumam Tari dengan mata yang berkaca-kaca.


•••


Sementara itu, Tommy...


"Tahukah kamu, aku mencintaimu bahkan saat fisikmu tidak sempurna dulu...


Aku terlalu gengsi untuk mendekatimu dulu...


Aku tahu setiap hal yang kau suka secara detail...


Bertahun-tahun kita tidak bertemu tidak melunturkan rasa cintaku...


Tapi aku tidak tega menyakiti Christie... Wanita yang menemaniku bahkan disaat aku hancur dulu...


Aku sudah menjanjikan Christie pernikahan impian...


Tapi kesempatan ini adalah kesempatan emas untuk memilikimu...


Aku tidak yakin kau mencintaiku...


Tapi aku akan membuat kau mencintaiku...


Maaf aku berbohong, aku sama sekali tidak menolak pernikahan ini dihadapan orang tuaku.


Aku rasa inilah takdir yang bahagia untukku...


Maafkan keegoisanku yang tidak memikirkan perasaanmu.


Aku hanya ingin memilikimu di hadapan Tuhan dan secara status.


Walaupun kau tak mencintaiku dan tak ijinkan aku menyentuhmu. Aku menerimanya.


Walaupun pernikahan ini tidak berlangsung lama. Tak mengapa.


Asalkan aku sempat memilikimu." Gumam Tommy dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat Membaca😃


Mohon Dukungannya✌️


Betha🙋

__ADS_1


__ADS_2