
"Aku akan coba memikirkannya lagi...
Tapi Aku tidak bisa menjanjikan apapun mengenai keputusanku nantinya..." Jawab Tari sambil meletakkan kotak tersebut di pangkuannya.
Senyum Angga menghiasi pipinya yang masih basah bekas air matanya.
"Terimakasih banyak Tari..." Kata Angga sambil kembali menggenggam tangan Tari dan menciuminya.
Angga lalu melepaskan tangan Tari.
"Oh ya...
Sekarang Kamu makan dulu...
Keburu dingin makanannya...
Aku suapin ya..."Bujuk Angga sambil mengambil nampan berisi makanan dari meja.
Tari tersenyum sambil mengangguk.
Angga kemudian menyuapi Tari dengan telaten hingga makanan tersebut habis disantap oleh Tari.
•••
Selesai makan, Angga meninggalkan Tari didalam kamarnya.
Tari memutuskan untuk mandi dan membersihkan tubuhnya.
Ia memilih berendam dengan air hangat di dalam bath tub.
Pikirannya menerawang jauh memikirkan lamaran Angga.
Tari tidak dapat membohongi perasaannya.
Ia masih teramat sangat mencintai Tommy dan mendambakan Tommy untuk menjadi pendamping hidupnya.
Angga memang sudah banyak membantu Tari dalam keadaan yang sulit.
Saat ini Tari memang belum bisa membalas semua kebaikan yang telah diterimanya dari Angga.
Namun bukan berarti Tari akan menerima lamaran Angga sebagai balas budinya.
Tari sudah membulatkan tekat untuk menyatakan bahwa Ia tetap akan setia pada Tommy.
Ia segera bergegas membasuh tubuhnya dan bersiap dengan pakaian ganti yang telah tersedia di kamar tersebut.
Tidak lupa juga Ia memakai riasan tipis diwajahnya.
Setelah selesai Ia berjalan menuju keluar pintu kamar tersebut.
Saat akan membuka pintu, Ia mengumpulkan segenap keberanian dalam dirinya untuk menyampaikan keputusannya pada Angga.
__ADS_1
•••
Tari menghela nafas panjang.
Lalu Ia membuka pintu kamar tersebut dan berjalan menghampiri Angga yang sedang duduk bersantai sambil menonton TV.
Angga yang semula fokus menatap layar televisi langsung mengalihkan pandangannya ke arah Tari yang saat ini berjalan menghampirinya.
Tari menghampiri Angga dengan senyuman di wajahnya.
Namun hatinya tetap saja gelisah karena Ia tahu bahwa keputusannya tersebut pasti akan membuat hati Angga kecewa dan terluka.
Angga benar-benar tak berhenti terpesona dengan kecantikan dan penampilan Tari.
Saat ini Tari mengenakan dress berwarna putih selutut dipadukan dengan flat shoes berwarna senada.
Tari kemudian duduk di sofa bersebelahan dengan Angga.
Ia menatap wajah Angga.
Ia menarik nafas dalam untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Angga...
Aku sudah mengambil keputusan..." Kata Tari yang seketika membuat mata Angga terbelalak.
Angga kemudian membetulkan posisi duduknya semakin mendekat ke arah Tari.
"Baiklah...
Tari menatap Angga sambil menggenggam Tangan Angga.
"Angga...
Terima Kasih banyak atas semua kebaikanmu yang dengan sangat tulus selalu membantuku dalam keadaan sulit..." Kata Tari dengan mata berkaca-kaca.
Tari merasa tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Ia takut menyakiti hati Angga yang sudah sangat baik padanya.
Tapi Tari sudah membulatkan tekadnya bahwa Ia akan terus berada disisi Tomny apapun yang terjadi.
Bukan hanya karena Tari sangat mencintai Tommy, tapi juga demi calon bayi yang kini tengah bersemayam didalam rahimnya.
•••
Angga mulai merasa ada sesuatu yang aneh dengan Tari.
Senyuman yang tadi menghiasi sudut bibir angga perlahan mulai pias.
Angga tahu pasti perkataan Tari nanti akan mengarah kemana.
__ADS_1
"Maafkan Aku Angga...
Aku tidak bisa menerima lamaranmu...
Aku tetap akan berada disisi Tommy...
Aku harap Kamu bisa mengerti akan keputusanku ini..." Kata Tari yang memecah lamunan Angga.
Hati Angga hancur berkeping-keping.
Ia tahu pasti hal ini akan terjadi.
Saat ini Ia tetap berusaha tersenyum dihadapan Tari sesuai janjinya bahwa Ia akan tetap berada disamping Tari dan membantu Tari sebagai seorang sahabat.
"Baiklah jika itu keputusanmu...
Aku mengerti Tari...
Sesuai janjiku, Aku akan tetap berada disampingmu sebagai sahabatmu yang akan selalu siap membantumu..." Kata Angga sambil tersenyum.
•••
Tari seketika memeluk Angga.
"Terima kasih banyak Angga...
Aku yakin Kamu akan bertemu dengan wanita yang lebih baik dariku..." Kata Tari sambil mengusap pundak Angga.
Angga hanya terdiam sambil menitikan air matanya dengan posisi membelakangi Tari yang memeluknya.
"Bagiku wanita terbaik itu Kamu, Tari...
Tapi jika Kamu bahagia, tidak apa-apa Aku bisa menahan semua kekecewaan ini..."Gumam Angga dalam hati.
Angga menyeka air matanya karena tidak ingin Tari melihatnya.
"Angga...
Aku ingin menemui Tommy...
Bisakah Kamu mengantarku ke kantor polisi?" Tanya Tari sambil melepas pelukannya.
Angga mengangguk.
Segera Angga bersiap berganti pakaian dan mengajak Tari menuju mobil.
Mereka berangkat menuju ke kantor polisi tempat Tommy ditahan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Membaca😃
__ADS_1
Mohon Dukungannya✌️
Betha🙋