Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
pilihan hati


__ADS_3

abraham menatap humaira meminta penjelasan, dia tak berani ngotot karena ada tante tika disana, dan juga kedua pemuda yang datang bersama humaira terlihat sangat berkelas, dan elegan. yang pasti mereka bukan orang sembarangan.


"silahkan duduk!" tante tika mempersilahkan tamu tamu itu duduk.


"baik, terimakasih tante!" jawab putra. lalu dia duduk di kursi samping abraham, dan melihat sekilas dengan tajam. lalu putra menoleh kepada bayu, tanpa di komando bayu segera tau apa yang harus di kerjakan nya.


"ibu, ini ada oleh oleh dari tuan putra, spesial buat ibu dan suami"


"ehh.. kok repot repot sih?! " agak ganjal mereka mendengar kata "tuan" yang di ucaokan oleh bayu. berarti pemuda yang duduk ini bukan orang biasa.


"nggak usah sungkan bu.. biar semakin dekat hubungan keluarga ini" bayu tersenyum basa basi.


"makasih lho ya.. udah repot repot bawa oleh oleh segala.. kalau boleh tau, mas berdua ini siapa ya? kenapa repot kayak gini segala.. tante jadi sungkan lho.." tante tika penasaran.


humaira hanya menatap putra tajam, berharap tidak berkata yang aneh aneh. dia menarik nafas dalam, ngeri dengan kejadian selanjutnya yang akan terjadi..


" saya putra ramadhan tante, saya kesini ingin menjalin silaturrahmi dengan keluarga humaira."


"kamu putra ramadhan? ceo group Lippi?? ya ampun.. jadi kamu tamu yang di dampingi humaira dari pagi?"


"benar sekali tante..."


astaga...


seketika tante tika jantungan, siapa yang tidak kenal Lippi group, perusahan terbesar se Asia, dan cabang nya jangan ditanya, ada dimana mana. ada urusan apa orang sepenting ini mampir kerumah mereka.

__ADS_1


"ya ampun... saya jadi nggak enak lho.. pak putra! saya nggak ada persiapan sama sekali mau kedatangan tamu"


abraham terhenyak, dia paham maksud kedatangan putra sebagai sesama lelaki. sungguh saingan yang berat, orang yang duduk di sebelah nya itu sangat tinggi kelas nya. di bandingkan dia yang hanya butiran debu.


"tidak apa apa tan, panggil putra saja.. maksud kedatangan saya kesini, saya ingin meminang keponakan tante, saya menyukai nya!" putra to the point.


"apa?!" abraham dan tante tika kaget. mereka bersamaan berkata dg jantung berasa meloncat keluar


"maaf tante, maksud nya apa ini?" Abraham kesal, walau pun dia sudah menyadari, dia tetap tidak terima dengan putra yang tiba tiba datang dan melamar pujaan hatinya.


humaira hanya pasrah, dia malas berkata kata, hanya memijit kening nya yang menandakan kepala nya mulai berdenyut.


"maaf nak putra, tapi humaira sudah ada calon. itu tunangan nya di samping kamu!" jawab tante tika serba salah


"mereka sudah selesai tante, laki laki ini menghianati keponakan mu, dia meniduri wanita lain!" putra berkata datar, sementara abraham tergugu tak bisa berkata. kedok nya terbongkar di depan tante tika.


"abra memang salah tan, tapi abra berjanji tidak akan melakukan lagi, abra kapok, kami tida putus tan, tinggal hitungan bulan lagi kami akan menikah!"


"kamu nikahi saja wanita selingkuhan mu bang, dia semalam WA aku, dia bilang sedang mengandung anak mu!" humaira bersuara. sambil memperlihat kan chat dari gadis itu.


"apa?!! abra.. silahkan keluar dari rumah saya! kamu menyakiti anak saya!! membuat keluarga kami malu..!"


"maafin abra tan.. aya.. abang minta maaf dek.. tolong lah.. abang jera!!"


"sudah di maafkan bang, bukan nya udah dari kemarin kemarin adek bilang?!"

__ADS_1


"ya allah dek... tolong lah.. abang janji bakalan berubah!"


"cukup!! silahkan abang pulang sekarag juga,!" humaira pedih, hatinya terluka setiap mengingat perselingkuhan abraham dengan wanita itu.


"kamu dengar?! sekarang aku mau melamar dia menjadi istri ku! kau boleh keluar, jangan mengganggu acara kami!!"


"jangan coba coba merayu calon istri ku!"


"kau bukan calon suami nya lagi, silahkan pergi!"


"kau salah, dia mencintai ku!"


"cukup! bayu tolong bantu urus orang ini!"


"mari keluar pak, saya tidak ingin membuat keributan. tolong anda bekerja sama" pundak abraham di cengkram kuat oleh bayu, dan sambil menarik badan nya keluar rumah tante tika.


"humaira, kamu matre!!! berani nya kamu campak kan aku!!! kamu pilih dua karena lebih kaya?! iya kan?!!" abraham nyerocos marah..


astaga...


"plak!!! " sebuah tamparan kuat mendarat di pipi abra, sudut bibir nya mengeluarkan darah.


"keluar kamu dari sini!!" humaira menampar dengan emosi. gadis bersabuk hitam itu tersinggung dengan kata kata abra. matanya merah menahan tangis, tapi sayang satu persatu air bening itu lolos dari bingkai mata nya,


tante tika putra dan bayu diam terbengong, sangat jarang humaira mengamuk. dia sangat pandai mengendalikan emosinya. namun saat ini temparan on boxing nya mendarat di pipi abra, itu menandakan hatinya sudah sangat sakit sekali.

__ADS_1


seketika pemuda itu terdiam, dia menyesal mengucapkan hal itu, dia menyadari kesalahan terbesar dalam hidupnya. humaira menampar nya dipipi, tapi nyeri nya ke hati. dia segera bangkit dan keluar dari rumah itu. berjalan terus sampai gerbang depan. malu nya sampai ke ubun ubun. tak mampu lagi berkata kata, dia meluncur ke hotel, segera packing2 dan meluncur ke bandara. dia memutuskan berangkat saat itu juga.harapan untuj bersanding dengan humaira tak ada lagi.


__ADS_2