Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
shopping dadakan


__ADS_3

❀ Yuk ajak teman teman yg lain membaca novel ini❀


Hai semuanya..


author mohon dukungan nya ya..


bantu vote karya ini, supaya semakin semangat menulisnya..


terima kasih


with love


πŸ’ž


author


🀍🀍🀍


Jam sudah menunjuk angka lima sore, Putra segera bergegas menyudahi pekerjaan nya, lalu beranjak ke kamar memanggil Humaira yang tengah berbaring sambil memainkan ponsel nya.


"Sayang, yuk pulang!" Putra memanggil dengan lembut


"Kerjaan kamu udah selesai?"


"Iya.. kerjaan aku udah kelar semua"


"Okey, aku siap siap dulu!" Humaira bangun dan mencuci muka nya, lalu memoleskan make up natural ke wajah cantik nya. Lima belas menit berlalu, acara dandan selesai, Humaira keliar dari kamar pribadi milik Putra, dan menemukan pria itu tengah berbicara serius dengan Bayu.


Melihat kedatangan Humaira, Putra melihat sekilas sambil memberi isyarat dengan tangan nya, untuk menunggu beberapa saat, Humaira paham dan mengangguk setuju, dia mengambil posisi duduk di kursi panas tempat pimpinan perusahaan itu, semetara putra tersenyum tipis, dan melanjutkan perbincangan mereka sesaat, Humaira menyimak pembicaraan mereka, dan tak paham sama sekali, dia hanya menatap suaminya dengan kagum, sosok idola wanita jaman sekarang , ya siapa lagi kalau bukan seorang Putra Ramadhan, mapan, tampan, dan tidak suka bermain dengan wanita. itu sudah menjadikan nilai plus bagi pria itu.


"Baik lah tuan, malam ini akan saya urus semua nya!"


"Oke Bay, semua nya kupercayakan pada mu! nanti Papa akan datang menggantikan aku, namun kau harus tetap mendampingi beliau seperti biasa"


"Baik tuan! kalau begitu saya permisi!"

__ADS_1


"Silahkan!" Putra mengangguk setuju


Bayu berjalan ke arah pintu keluar, dan segera bergegas ke ruangan nya, ada beberapa hal yang harus dikerjakan nya, karena Putra sudah memberikan titah.


"Sayang, yuk kita jalan!"


"Siap pak Boss!" Humaira bergelayut manja dilengan suami nya dan mereka berjalan menuju basemant tempat mobil Putra terparkir. Kedua sejoli itu menjadi pusat perhatian beberapa karyawan yang sedang melangkah ke tempat itu juga, mereka berbisik bisik.


"Istri Pak Putra cantik nya alami ya"


"Iya gak perlu poles lagi, make up gak make up pasti cantik!" celetuk yang lain


"Alah.. palingan juga pake susuk cuy.. mana ada jaman sekarang orang kaya kawin sama orang biasa kayak tu cewek, palingan kasih body gratis "


"Hati hati elu ngomong! lu kerja sama siapa! masa bini nya lu jelek jelekin! gua nggak mau ikutan ya!"


"Alah elu semua, bisa nya nyerocos di belakang "


"Jauh jauh yuk, ngeri ni orang macam begini"


Karyawan wanita yang lain berjalan menjauh dari gadis itu, mereka tidak ingin terlibat masalah dan mempertaruhkan posisi pekerjaan mereka hanya gara gara mendengarkan oceh nya.


"Pergi sana, dasar manusia manusia pecundang kalian!" Umpat gadis itu, lalu melangkah menuju mobil nya.


Gadis itu Menekan remote untuk membuka kunci mobil, lalu masuk dan duduk di bangku kemudi nya, dia memukul stir dengan keras, hatinya kesal karena tidak ada yang mendukung nya. Naila membuka ponselnya, dan mulai log in aplikasi nya, dia membuka IG samaran nya, lalu mulai stalker akun milik Putra, ternyata di Ig Putra telah terpampang foto pernikahan nya dengan Humaira, melihat itu hati Naila semakin panas, dia membanting ponsel nya sekuat tenaga, seketika iphone keluaran terbaru itu berderai terkena benturan di dashbord mobil depan, dan jatuh ke lantai.


"Apa bagus nya sih tu perempuan? kayak gembel doang dia! cantikan gue!! kenapa elu harus milih perempuan dibawah level gue Putra? " Umpat Naila sambil menendang nendangkan kakinya ke lantai, seharian ini mood nya sangat jelek. Diawali kabar bahwa ada istri pemilik perusahaan tempat bekerja itu membawakan makan siang suami nya, padahal biasanya Naila yang biasanya mengantarkan makanan kusus buat Putra di saat Putra sibuk bekerja dan tidak peduli dengan jadwal makan nya yang berantakan.


Semua rencana nya berantakan, akibat keputusan Putra yang menikah tiba tiba, dan memboyong istrinya ke Jakarta, kabarnya wanita itu gadis daerah yang bekerja di cabang perusahaan milik keluarga Ramadhan di propinsi Jambi.


Naila menangis sedih, Putra adalah pujaan hatinya selama ini, dia menolak semua lamaran yang datang kepadanya, karena Naila yakin bisa menaklukan sang pimpinan, dengan cara menonjolkan diri dari segi pekerjaan, dan memberi perhatian lebih untuk Putra. Hampir dua tahun Naila mengejar cinta Putra, namun Putra tidak bergeming, untuk seminggu yang lalu Naila tengah mengambil cuti tahunan nya dan pergi ke Samarinda kota kelahiran ayah nya, Naila mengetahui bahwa Putra telah menikah dari berita online 4 hari yang lalu, segera dirinya kembali terbang menuju ibu kota untuk memastikan kebenaran berita itu. Ternyata semua itu benar adanya, harapan Naila tercabik cabik sudah, perasaan nya yang berharga tak pernah di tanggapi pria dingin itu.


Sementara itu di tempat lain, Putra telah mengemudikan mobilnya dengan santai. Humaira menyetel siaran radio, dia ingin up date tangga lagu terpopuler saat ini. Putra hanya tersenyum menyaksikan tingkah istrinya, sesekali Humaira ikut menyanyikan lagu yang tengah di putar.


"Sayang..."

__ADS_1


"Heemmm....?!"


"Kita ke butik langganan mama yuk! aku mau beliin kamu baju untuk bulan madu kita!"


"Ngapain beli baju sekarang yang? enakan juga nanti pas di tempat kita kunjungi nanti, lebih bermakna tau!" elak Humaira


"Disana ntar kita juga beli.. sekarang untuk kamu disini sayang! masa kamu nggak mau manfaatin suami kamu yang kaya ini?" canda Putra


"Baju mulu yang.. aku nggak terlalu suka deh.."


"Tapi kamu mesti ganti stelan mu, dari anak Abegeh jadi seorang istri Putra Ramadhan. Aku bakalan beliin semua yang kamu mau!" Ucap Putra sambil mengecup punggung tangan istri nya


"Ya elah pak, lebay amat!"


"Owwhhh.. harus dong!"


"Ha ha ha.."


"Jangan ketawa doang! ini kita udah nyampe! yuk turun!" Putra segera turun, dan membuka kan pintu untuk istrinya.


Segera mereka memasuki Butik itu, dan mereka langsung di sambut dengan ramah, siapa yang tak kenal dengan seorang Putra Ramadhan.


"Selamat sore Pak.. silahkan masuk!"


"Terimakasih mbak, tolong bantu istri saya memilih beberapa pakaian ya!"


"Baik pak! mari bu kita segera keruangan!" ajak penjaga butik itu ramah kepada Humaira


Sesampai di dalam, Humaira bingung mau memilih pakaian nya, karena semua model nya cantik.


" Mbak, tolong beri rekomendasi produk butik kalian kepada saya, karena semua saya lihat cantik cantik, saya akan berbulan madu dengan suami saya, tolong dipilihkan yang mana terbaik menurut kalian!"Humaira malas memilah milah baju yang banyak itu, dia menyerahkan kepada mereka yang memang ahlinya.


Tak menunggu waktu lama, Semua pakaian yang di rekomendasikan di ambil oleh Humaira, setelah di tes di hadapan Putra tentunya, semua cantik dan pas di tubuh Humaira.


Mereka meningalkan Butik itu dengan ceria, karena malam ini Putra akan memberikan less private tentang cara praktek ena ena, dan Putra sudah sangat menantikan momen itu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2