
Haii pembaca ku yang setia..
i'm come back..
selamat menikmati karya ini..
with love
💞
author
🖤🖤🖤
Humaira berlari kecil saat ombak menyerbu kedua kaki indah nya, Putra menjadi sasaran tempat nya bergelayutan. Putra tersenyum menikmati momen momen indah bersama istrinya. Dulu dia berpikir akan melajang seumur hidup, dia takut kecewa lagi. Namun tuhan memberikan rencana lain yang lebih indah. Humaira hadir di tengah hatinya yang hampa, hidup tapi berasa tidak bernyawa. Dulu untuk bangun setiap pagi saja rasanya tak ingin, dia terlanjur patah hati dengan masa lalu nya itu. Membuat Putra melampiaskan stress nya untuk fokus hanya kepada pekerjaan saja, untuk hal yang lain dia tak akan pernah peduli.
"Mas, liat mataharinya udah mau tenggelam!!" Humaira bersorak kegirangan. Lagi lagi Putra tersenyum menyaksikan kehebohan istrinya. Untuk hal yang sederhana seperti itu saja dia sudah bahagia. Tipe wanita sederhana yang bisa menghargai situasi dan keadaan.
"Sayang!! photo yuuk!!! aku belum pernah selfie sama kamu!!" Humaira menarik tangan Putra untuk merapat lagi kepada nya.
"Okey sayang, aku tau aku ini tampan keren dan cool, jangan terobsesi begitu doong!"
"Narsis nya kumat lagi!"
"Ayolah.. akui saja!"
"Itu sih mau mu!"
"Hei.. siapa yang tidak terpesona dengan ketampanan ku!"
astaga..
"Sudah lah sayang, aku tau isi hati mu! dengan senang hati ku terima keinginan indah mu!" Putra mengambil Hp Humaira dengan gaya yang lebay.
"Ha ha ha ha" Humaira tertawa terbahak bahak menyaksikan tingkah lebay suami nya.
"Senyum sayang!! 1..2..3... "
cekreek...
"1.. 2.... 3... ! "
cekrek...
"1..2..."
"Okey cukup Mas, aku rasa udah cukup " Humaira mengambil gawainya dan mengintip hasil jepretan putra
"Wooooow.... vew nya baguuuus!!! cara ngambil nya juga oke banget!!" Humaira jujur.
"Aku memang handal dalam segalanya sayang!!"
__ADS_1
"Coba beritau ada yang kurang kah?!"
"Ada!!" sahut Humaira lanyang
"Lho..apa??!" Putra penasaran sambil ikut mengintip hasil jepretan nya.
" Nggak ada tulisan my love nya! hehehhehe"
"Itu nggak usah di tulis sayang! di jidat aku udah terpampang nyata bahwa aku ini it's your mine" Putra mengecup kepala istrinya.
"Ha ha ha.. lebay nya kurangin mas!"
"Ini serius sayang... !"
"Bisa kena diabet aku kamu kasih kata kata manis tiap hari!"
"Itu jujur dari hati aku yang terdalam honey...!"
" Ya ya ya... aku tau!"
"mmuachhh..." kening Humaira lagi lagi mendapatkan kecupan mesra.
Setelah lelah berdiri, mereka berjalan ke tempat duduk kusus mereka, bodyguard pribadi Putra segera menyingkir ke sisi lain, dan memberi ruang privasi untuk Boss muda itu, mereka mengawasi dari jarak yang sedikit jauh, namun tetap terjangkau hanya dengan beberapa langkah.
Humaira duduk sambil menyandarkan kepala ke lengan suami nya, lalu mengutak atik hp nya, Humaira tersenyum melihat foto perdana nya selfie bersama Putra, seolah olah mereka sudah kenal puluhan tahun saja.
"Sayang, aku upload ini ya! IG kamu namanya apa? aku tag boleh?!"
"Enggak..." jawaban jujur Humaira membuat Putra kesal.
"Serius kamu?!"
"Serius mas..!"
" Aku ini Putra Ramadhan lho sayang!"
"Iya.. aku tau itu nama panjang mu!"
"Jadi kamu sebelum sebelum nya memang enggak kenal sama aku?!"
"Iya..." Humaira lagi lagi mengangguk jujur
"Oh my god!" baru kali ini aku ketemu pegawai aku tapi enggak kenal siapa aku.
"Aku kan masib baru kerja sama kamu..."
"Tapi kamu pegawai ku! kenapa tidak mencari tahu?!"
"Sayang.. setiap hari aku disibukkan dengan para pasien kelolaan ku, mereka membutuhkan perhatian full dari ku!"
"Jadi menurut mu, pemilik perusahaan mu tak sepenting itu?!"
__ADS_1
"Penting sayang.. cuma..."
"Kita ke kamar sekarang!" Putra bangun dari duduk nya, dan melangkah kembali ke hotel. Humaira terbengong menyaksikan kelakuan Putra yang kekanakan itu.
"Ya allah..baru juga gue bahagia, ini kok dia ngambek gitu sih?! emang salah ya kalo gue enggak tau Ig dia apa?! aneh nya laki gue " gumam Humaira di dalam hatinya. Lalu Humaira beringsut mengikuti langkah lebar suami nya itu, dia bingung bagaimana cara membujuk pria yang sensitive seperti itu.
Sesampai di kamar, mereka diam diaman, Humaira bingung harus memulai dari mana.
"Mas..."
"Hmmmmm"
"Kita makan malam apa nanti?" Humaira basa basi bertanya, menghilangkan kecanggungan.
"Makan angin" jawab Putra jutek
"Kok makan angin mas? emang angin bisa di makan?!"
"hmmmmmm"
"kok hemmmm?? kamu pernah emang nya ngunyah angin?!"
"Hmmmmmm"
"Rasa angin itu apa mas?!"
"Hmmmmm"
"Kok kamu Hmmmm hmmmm hmmm melulu? kesambet setan Ham hem ya?!"
"Apaan sih?!"
"Ehhhh suami aku bisa ngomong lain! setan nya udah keluar!"
"Kamu nggak sopan!"
"Kamu yang ngeselin!!!"
"Kok kamu bentak aku?!" Putra meninggi
"Karena kamu ngeselin nggak jelas!" Humaira mencampak kan bantal hias yang ada di kursi itu, lalu melangkah ke kamar mandi. Hati nya kesal bukan main, Putra mengambek karena hal yang tidak penting menurut nya. Logika saja mereka baru menikah 1 minggu, kenal 3 minggu, dan tak pernah saling kenal satu sama lain, dan ngambek nya Putra adalah hal yang paling aneh sepanjang sejarah percintaan nya.
"Kamu....." Putra melotot melihat tingkah Humaira, gadis ini keras kepala dan tidak mau mengalah ternyata.
"Apa?!" Humaira menantang sambil membalas melotot
"Aaaaghhhhhhh!!!!" Putra memukul kursi dengan tangan nya lalu melangkah pergi.
"Aaaaaaagghrrrhhhhhg!!!!!" Humaira berteriak keras sambil mengguyur badan nya dengan air shower. Kesal semakin menjadi jadi.
Beberapa saat kemudian adzan magrib berkumandang dari alram hp milik humaira, wanita itu segera menyelesaikan mandinya, dan berwudhu untuk menunaikan shalat sebagai kewajibannya.
__ADS_1
bersambung...