
❤mohon dukungan nya ya , berikan vote untuk cerita ini biar author makin semangat❤
🖤🖤🖤🖤🖤
Siang itu matahari terasa begitu terik, AC mobil mewah keluaran terbaru yang di tunggangi Putra bahkan tetap tak kuasa menahan kenaikan temperatur udara saat ini, dunia tengah di landa global warming tentunya, dan pastinya itu disebabkan oleh tangan tangan manusia sendiri. Mereka merusak Bumi tempat mereka berpijak dan hidup.
Bulir bulir keringat kecil mulai bermunculan di pelipis Humaira, sesekali dia mengelap nya menggunakan tissu yang di sediakan di dasbor depan mobil.
"Panas sekali ya sayang?" Putra yang melirik istri nya sesekali tak tahan ingin bertanya.
"Lumayan sayang" jawab Humaira sambil tersenyum
"Mau minum yang dingin dingin dulu sebelum kita pulang?"
"Iya.. mau mau!"
"Minum apa ya enak nya? atau mau ngadem ke Mall gitu?"
"Boleh juga! kita beli es cendol atau es teler 99 yuk! di Mall terdekat aja deh, jangan muter muter lagi!"
"Ayuk! aku juga gerah sekali!"
Sesampai di Mall, Putra segera masuk ke parkiran mobil, dan memarkir mobil disana. Hari ini Bayu tidak ikut karena menggantikan tugas Putra diperusahaan tentunya. Dan segera saja mereka langsung melangkah masuk ke dalam, dan berseliweran seperti pengunjung yang lain, Putra terlihat kurang nyaman, karena tidak terbiasa bebaur dengan keramaian seperti itu, namun karena melihat Humaira begitu semangat dia menyingkirkan rasa kesalnya itu, tiba tiba dari kejauhan terlihat cafe tempat menjual es teler yang mereka tuju, bergegas kedua pengantin baru itu untuk menyantap es yang mereka inginkan. Saat memikirkan nya saja rasa enak dan segar es itu sudah sampai di tenggorokan. Mereka melangkah dengan penuh semangat.
"Hei...! itu punya ku!" Celetuk Humaira saat sendok Putra masuk ke gelas nya.
"Berbagi dengan suami adalah ibadah sayang!" ucap Putra sambil terkekeh.
"Jangan bilang kamu baru perdana makan disini?!" tebak Humaira
"Ya... jawaban kamu benar!" ucap Putra tak peduli sambil menyendok kembali es milik istri nya.
"Wah.. kamu pasti belum pernah makan cilok, somay, pempek, dan teman temannya?!" lagi lagi Humaira penasaran.
"Aku terlalu sibuk untuk bisa mencicipi semua itu, bahkan aku sering melewatkan makan siang ku" Putra tergelak mendengar pertanyaan istrinya.
"Astaga... suami ku!" Humaira ternganga mendengar penuturan suami nya. Jadi gosip bahwa seorang Putra Ramadha yang Worker Holic itu benar adanya, bahkan urusan makan pun selalu telat, mungkin baginya itu tidak penting saat ini.
"Iya istriku, aku di samping mu!" canda Putra lagi.
"Mulai sekarang kamu tidak akan pernah lagi melupakan makan siang mu, aku akan selalu mengantarkan nya saat jam makan siang tiba" tegas Humaira
"Kalau aku sedang meninjau lokasi atau sedang peresmian suatu proyek gimana? dan jauh di luar kota lagi, kamu mau bagaimana?" celoteh Putra
"Berarti aku akan ikut kemana pun kau pergi! jadi kau tidak akan pernah lagi menunda makan siang mu! kau tau tidak? bahaya penyakit lambung itu?jika sudah akut dan kronis maka kau bisa kehilangan nyawa mu! GERD Adalah masalah serius! "
"Iya bu suster, saya berjanji akan makan tepat waktu mulai saat ini, namun ada syaratnya!"
"Apa itu?"
"Setiap satu suapan kau harus memberikan satu kecupan manis di sini!" Putra menunjuk bibir sexy nya.
__ADS_1
"Eeeh.... mana ada persyaratan aneh seperti itu!"
"Semua terserah kamu, kalau bersedia berarti aku akan menepati janji ku!" kekeh Putra yang melihat istrinya mendelik karena jengkel.
"Itu sih memang mau mu!!"
"Sudah pasti sayang, karena aku suami mu! yang tertampan, terkeren, terkaya, dan paling baik hati!"
"Mulai deh penyakit nya..."
"Penyakit apa sayang?" tanya Putra bingung.
"Penyakit narsis kamu lah!"
"Itu bukan narsis sayang.. tapi itu kenyataan nya!"
"What?!"
"Iya itu kenyataan yang harus kau hadapi!"
"astaga...."
"Itu gift dari sang pencipta untuk mu! memiliki suami sekeren aku!"
"Terserah kamu!"
"Bukan terserah aku, namun ini fakta!"
"Tak apa, kan kamu sedang berhalangan sayang!"
"Kamu kan harus tetap solat, bukan aku!"
"Aku bisa di mesjid mana aja, kan banyak sekali mesjid disini! atau mushola yang ada di Mall ini juga bisa!"
"Oh iya, aku nggak kepikiran kesana!"
"Sayang, kamu tau nggak?"
"Enggak, kenapa memang?" Humaira penasaran.
" Mall ini juga punya keluarga kita" ucap Putra sambil mengedip kan mata nya
"Astaga.. jadi yang mana yang bukan milik keluarga Ramadha sayang?"
"Hampir 80 % semua departemen store, Mall, rumah sakit, dan klinik kecantikan milik kita sayang!" Ucap Putra santai
"Suami ku benar benar kaya..."
"Jelas sayang.. kamu wanita paling beruntung bisa memiliki hati ku!"
"Ya Allah dia mulai lagi.."
__ADS_1
"Jangan ya Allah dong.. sukuri keberuntungan mu ! karena aku telah memilihmu!"
"Ya.. ya.. Alhamdulillah..."
"Pinter..." Putra mengecup puncak kepala istrinya, dan menyibak anak rambut yang berseliweran di dahi cantik nya.
"Aku memang pinter kok! selalu juara satu dari sekolah dan tamat dengam ipk cumlaud!"
"Dan kamu selalu juara satu di hati aku!" ucap putra
"So pasti doong!" Humaira berkacak pinggang dengan lucu, dan berhasil membuat putra tertawa gemas, acara makan es teler nya di dominasi pria itu, Putra betul betul ketagihan menikmatinya.
Kemesraan pasangan baru itu sempat di abadikan diam diam oleh beberapa wartawan kota, mereka merasa sangat beruntung dapat mengabadikan momen seorang Putra Ramadhan yang terkenal itu, Berita mengenai kehidupan pribadi pria muda itu tak pernah tercium oleh publik.
Putra terlihat sangat bahagia, matanya berbinar binar saat menatap istrinya, cara dia berbicara dan memperlakukan istrinya sangat lembut dan penuh cinta, membuat banyak mata para wanita di sekitar mereka iri akan keberuntungan Humaira.
Setelah Puas makan es teler disana, mereka segera menuju mushala terlebih dahulu. Humaira duduk di kursi panjang luar yang telah disediakan, sementara putra menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim dengan menjalankan solat ashar di mushala itu.
"Yuk sayang!" Putra memanggil istrinya yang terlihat tengah memainkan ponsel nya, mengutak atik aplikasi instagram miliknya.
"Udah selesai ya sayang? Yuk kita pulang!"
"Kamu gak mau belanja dulu?" tanya Putra bingung.
"Buat apa sayang? memang mama titip beli bahan makanan rumah sama kamu ya?" tanya Humaira
"Kok bahan makan sih? ya kebutuhan kamu dong! mama kan tinggal suruh bik yum kalo urusan belanja!"
"Memang aku perlu apa sayang? kemarin yang nggak ada cuma pembalut, udah di beli pun sama mas gofood kemarin?" Humaira menjawab jujur
"Kamu nggak mau beli baju baru? tas? sepatu?"
"Males ah, ini aja aku masih pegel karena resepsi semalam!" ucao humaira sambil menunjuk kaki nya.
"Serius ini?"
"Iya... kapan kapan aja deh! lagian kan bukan buat dipake besok kan? ya udah aku nggak mau belanja sekarang! Pulang yuuk!" rengek Humaira
"Oke! yuuk!" Putra segera menggandeng istrinya, heran dengan pola pikir istrinya. Berbeda dengan mantan kekasihnya yang dulu, selalu minta dibelikan barang barang branded dan meminta disediakan kartu atm yang unlimited. Bule matre itu memerasnya seperti lintah saat itu, namun karena dibutakan cinta dan uang nya juga banyak jadi dia tak mempermasalah kan semua itu.
"Kamu memang spesial sayang..." Putra mengecup kening istrinya yang tertidur di bangku samping kemudi. Sungguh beruntung rasanya memiliki wanita tulus seperti gadis ini, karena seumur hidupnya hanya gadis disamping nya ini yang berani membantah dan menolak dirinya saat pertama kali berjumpa dan ingin menikahinya semakin yakin saat mengetahui seluk beluk kisah tragis percintaan gadis itu.
Putra menginjak kembali gas saat lampu telah beralih ke warna hijau, dia mengemudi dengan hati hati mengingat Humaira tengah tertidur dengan nyenyak disebelah nya.
Hayo... siapa yang mau punya suami seperti putra???
dan siapa yang mau punya istri seperti humair???
he he he...
bersambung...
__ADS_1