Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
ena ena


__ADS_3

❤ mohon dukungan nya teman teman sekalian ❤


Mungkin author memang tidak setiap hari bisa update, berhubung lagi tinggi nya tuntutan pekerjaan author di dunia nyata, namun jika memiliki waktu walaupun hanya sedikit, author akan selalu berusaha update episode terbaru nya.. mohon doa semua nya agar author selalu di berikan kesehatan ya..


with love


💞


author


🖤🖤🖤


Mobil Putra memasuki gerbang rumah elite itu, terlihat berapa mobil mewah berjejer dengan apik, semua mobil yang ada sesuai jumlah anggota kekuarga itu, masing masing memilikinya, namun Humaira sebagai new commer, belum memiliki. Terlintas di pikiran Putra saat melihat semua mobil milik anggota keluarga nya, besok dia akan membelikan mobil baru untuk istrinya, sekaligus mencarikan supir pribadi nya, karena mang ujang merupakan supir pribadi mama nya. Sedangkan kedua adik kembar nya biasa menyetir mobil mereka sendiri, sekali sekali di antar oleh mang ujang juga.


"Sayang kamu bisa nyetir nggak?" Tanya Putra sambil merentang kan tangan nya, karena Humaira tengah membuka kan jas kerja suami nya itu.


"Bisa dong, sejak papa meninggal kan aku jadi supir pribadinya mama." Jawab Humaira sambil melepaskan kancing kemeja suami nya satu persatu, lanjut dengan ikat pinggang nya dan melepaskan celana kerja itu. wanita itu berjalan menuju ketempat tong kain kotor dan memasukkan pakaian kotor suami nya disana.


"Besok ikut aku ke showroom mobil ya..."


"Ngapain kesana?" Tanya Humaira heran, lalu berjalan mendekati suami nya, sambil menyerahkan handuk putih yang telah di ambilnya, selanjutnya Humaira melangkah ke kamar mandi dan mengisi air di bath tup, dengan air panas terlebih dahulu.


"Beli mobil buat kamu lah.. masa beli kacang goreng" Jawab Putra sambil memakai handuk itu, namun terlebih dahulu melepaskan celana dalam sport nya yang tidak di bukakan oleh Humaira tadi, setelah beres dia melangkah menuju istrinya ke kamar mandi. Humaira tidak ada respon, seperti nya Humaira kurang mendengarkan perkataan Putra.


"Kamu mau kan?!" tanya Putra


"Mau apa sayang?!" Humaira menanya balik, lalu memutar kran ke arah pengaturan biasa agar air di dalam bath tup tidak terlalu panas. Setelah pekerjaan bya beres baru dia memandang suami nya yang tengah memperhatikan aktivitas nya itu sambil menggeleng gelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Kamu kok bicara sambil ngerjain ini itu sih sayang? makanya kamu nggak fokus ama pembicaraan kita..." Putra sedikit kesal.


"Sayang.. ini sudah malam, kamu harus mandi dulu, lanjut makan malam, setelah itu baru kita berbincang bincang! aku nggak mau kamu masuk angin karena kelamaan ngobrol dulu! pakaian kamu udah di buka soalnya, mana kamu belum makan malam! ini sudah jam 9 malam! besok pagi pagi kamu udah berangkat kerja lagi! kamu harus memperhatikan kesehatan mu! kalau semua nya sudah selesai aku bakalan nemenin kami ngobrol sampai mana kamu sanggup pun boleh!" Ucap Humaira sambil menarik tangan suami nya, melepaskan handuk lalu menggantung di tempat yang sudah di sediakan disana, selanjutnya Humaira menduduk kan pria itu di bath tup yang sudah di siapkan. Wanita itu memulai menyabuni badan suami nya, di lanjutkan dengan menggosok punggung nya dengan spons lembut, puas dengan itu di lanjutkan dengan menyabuni dan menggosok lembut kedua kaki milik pria itu, Putra berasa sedang treatment Spa saat humaira melayani nya seperti itu. Putra menyandarkan kepala nya sambil memejamkan kedua matanya, menikmati pijatan lembut dari istrinya, dia merasa Relaks.


Sedikitpun dia tidak membantah, jika humaira menyuruh duduk tegak maka Putra akan duduk tegak, jika di suruh menaikan kaki maka dia juga mengikuti perintah nya. Terakhir Humaira memberi rambut suami nya shampoo, dia melakukan pijatan lembut di kepala suami nya, dan kening nya. Teraba urat urat yang sedikit menonjol di area kening suami nya itu, menandakan pria itu banyak berpikir berat dan stress ringan. Butuh teknik massage untuk melemaskan kembali otot otot yang kaku dan stress itu.


"Sayang.. kamu pernah mandiin orang sampai segini nya?"


"Pernah dong sayang..."


"Pasien kamu?"


"Siapa lagi kalau bukan pasien aku"


"Laki laki apa perempuan?"


"Jadi mereka ke enakan dong, di rawat sama kamu, di manja manjain kayak gini!! aku nggak suka!" Putra cemberut dan terlihat menekuk muka nya kesal.


"He he he... kamu mau tau pasien seperti apa yang aku mandikan?"


Putra haanya mengangguk kecil, namun tidak mau menjawab.


"Jenis jenis pasien di rawat inap itu ada 3 macam, pertama pasien mininal care, disini pasien mininal care adalah pasien yang tidak terpasang infus dan hanya membutuhkan observasi perawatan saja, kedua pasien partial care, pasien ini adalah jenis pasien yang terpasang infus, membutuhkan perawatan dan tindakan medis lain nya namun masih bisa memenuhi aktivitas dasar lengkap nya secara mandiri, namun harus terap kita pantau dan jika butuh bantuan kita harus memberikan pelayanan yang tepat, yang terakhir pasien total care pasien ini adalah pasien yang tidak bisa sama sekali memenuhi kebutuhan dasar nya sebagai manusia secara mandiri, contohnya pasien koma, pasien yang terkena stroke, pasien habis operasi juga sama, namun bertahap karena 1x 24 jam dia tidak bisa apa apa, 2x 24 jam hanya miring kanan kiri dan duduk di tempat tidur dengan menjuntai kaki, setelah 3 x 24 jam barulah mereka bisa berjalan perlahan lahan, jadi yang mendapatkan perawatan memandikan, menyuapkan makan, atau membantu proses eliminasi hanya pasien total care itu saja sayang, sangat jarang sekali anak muda yang tampan begini ku berikan perawatan total care, rata rata kakek kakek atau nenek nenek yang tidak berdaya lagi.." Humairanmenjelaskan dengan bahasa yang mudah kepada suami nya.


"Tapi bagai mana dengan anak muda yang ganteng mengalami kecelakaan? apa kamu juga akan memandikan nya seperti aku?" Sanggah Putra dengan wajah cemberut


"Ha ha ha.. kalau itu rejeki aku dong!" canda Humaira sambil cekikikan, dia puas sudah mengerjai Putra

__ADS_1


"Sayang!!!!" Putra melotot marah, sambil cemberut


"Ha ha ha.. kalo di mandiin sama perawat, biasanya di dampingi keluarga kok sayang,supaya menghindari kejadian yangbtidak diinginkan, dan prasangka buruk lainnya, lagian orang sakit itu rata rata nggak akan berpikir lagi yang aneh aneh, karena mereka membutuhkan perawatan, bukan tempat penyaluran nafsu nya.." Ucap Humaira sambil meraih pipi suami nya yang cemberut karena cemburu.


"Mana ada perawat memandikan pasien dengan pijitan plus plus macam begini! lagian untuk genetalia nya biasanya keluarga yang beragama muslim selalu meminta untuk membersihkan sendiri, karena itu area sensitve sayang!" Humaira mengecup kening suami nya lalu memeluk pria itu dengan lembut, Putra membalas pelukan istrinya dengan manja, namun tangan nya mulai merambat restleting belakang istrinya


"Sayang.. pasien aku juga enggak ada yang berani membuka restleting pakaian seragam ku"


Putra tak menanggapi, dia lalu mengelus elus lembut punggung istrinya, dan melepaskan kaitan belakang Bra milik istrinya.


"Sayang, pasien aku juga enggak pernah buka buka kait Bra aku..."


"Sssshhhhhuuuuuuttttt" jawab Putra menyuruh gadis itu diam.


"Sayang kamu pasien nakal...."


"Iya... aku nggak tahan kalau suster nya cantik macam kamu!" Putra menerkam gadis itu seperti kucing yang kelaparan.


"Hei.. kamu selesaikan mandi mu dulu!"


"i dont care baby..." jawab Putra.


Putra melepaskan pakaian mereka, malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi kedua pengantin itu


Bersambung...


❤ ha ha ha.. ayooo siapa yang suka cemburu dengan profesi pasangan nya..

__ADS_1


__ADS_2