Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
Bayu


__ADS_3

alhamduilah sudah sampai bab segini.. terimakasih apresiasi nya pembaca ku semua..


with love


💞


author


🖤🖤🖤


Pemuda itu menarik nafas dalam, dan melonggarkan dasi nya dengan sekali tarikan. Haus melanda seketika, dari siang dia belum mengkonsumsi apapun. Urusan perusahaan menumpuk, di tambah lagi gadis gila itu membuat ulah, sehingga beberapa jam waktu nya yang berharga terundur untuk menyelesaikan masalah remeh itu.


Bayu membelokkan stir nya ke pinggir jalan, di depan sebuah swalaya. Segera pria itu turun dan melangkah masuk kedalam swalayan itu, matanya melirik kanan dam kiri melihat dimana lemari pendingin minuman, terlihat di pojok kiri sebuah lemari pendingin minuman bersandar dengan menggoda nya, kerongkongan Bayu meronta ronta minta di siram air. Bergegas memilih beberapa minuman dan beberapa makanan.


"Total nya 56 ribu rupiah ya pak!"


"Ini mbak!" Bayu menyodorkan uang pecahan 100 ribuan kepada kasir itu.


"Nggak sekalian isi pulsa nya pak?!" tawar kasir itu


"Boleh, pulsa 50 ribu ya mbak, no saya 0853xxxxxxxx"


"Sudah pak, Terimakasih sudah belanja diswalayan kami!"


Bayu membalas dengan senyuman tipis, lalu melangkah keluar dari swalayan itu. Sesampai di mobil dia langsung membuka tutup kemasan botol minuman nya, dan langsung menenggak habis. Seketika dahaga nya hilang, Bayu menyandarkan punggung nya dengan perlahan, dan sejenak memejam kan matanya nya.


kring....


kring...


kring...


Baru beberapa saat relaks, ponsel Bayu berdering tiba tiba. Saat menatap layar kening nya berkerut, nomor tidak di kenal memanggil seperti tidak sabaran. Ragu untuk mengangkat, namun penasaran siapa yabg menelepon pada jam segini, saat di lirik jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 01:00 dini hari.


"Hallo?!"


"Hallo ganteng, apakah kamu sedang sibuk?!"


"Siapa ini?!" Bayu geram dengan telepon iseng ini.

__ADS_1


"Saya jatuh cinta saat pertama kali melihat mu.. " Wanita di seberang sana mengagetkan Bayu


"Apa maksud mu?! silahkan kau bermain main dengan orang lain, aku tidak suka,!"


"Baiklah, selamat malam pangeran ku, semoga mimpi yang indah di tidur mu!"


tutt..


tuttt..


tutt..


Telepondi matikan, Bayu mendengus kesal. Cape nya dari lembur belum hilang, malah di tambah lagi telepon wanita iseng, komplit hari ini rasanya, sungguh nano nano.


kring...


kring..


kring...


Bayu tidak menanggapi lagi, dia fokus menyetir mobil nya, dia pikir wanita iseng itu menghubungi nya kembali. Telepon itu pun mati seketika, berkali kali panggilan itu berlangsung, lalu kembali di matikan, beberapa menit selanjutnya kembali menelepon, dan Bayu tetap tak mengangkat nya. Bayu menjadi semakin emosi, saat sampai di parkiran apartemen nya, Hp nya kembali berbunyi, dengan kesal Bayu mengangkat tepelon itu.


"Hei.. kau berani membentak ku?!" Suara seseorang di seberang sana menggelegar, bagaikan petir di siang bolong.


Mati lah aku... Bayu membatin..


"Maaf tuan, saya dari tadi di hubungi oleh nomor yang tidak di kenal"


"Jadi nomor ponsel ku juga tak di kenali oleh ponsel mu?!"


" Maaf tuan, no anda tersimpan dengan baik, namun tadi saya tidak melihat layar ponsel saya terlebih dahulu!"


"Banyak sekali alasan mu!"


"Maaf tuan.."


"Ya sudahlah, aku sudah memaafkan!"


"Terimakasih bnyak tuan!"

__ADS_1


"Kau belum melaporkan bagaimana kau urus keluarga perempuan itu!" Putra memojokkan


"Maaf tuan, saya baru sampai d parkiran apartemen saya, dan waktu sudah pukl 01:00 dini hari, tak etis jika saya menghubungi anda pukul segini?!"


astaga..


"Ternyata sudah larut ya! aku kok tidak terasa waktu berlalu secepat itu!"


"Iya tuan, maaf.."


"Sudahlah, kita lanjutkan saja besok! selamat malam!" Putra menutup sambungan telepon mereka.


Bayu menarik napas dalam, saat nya maasuk ke rumah nya, Bayu sudah terbiasa dengan kelakuan sinting Putra.


Saat memasuki kamar, Bayu melepaskan semua pakaian nya, dan bergegas mandi. Badan nya terasa lengket sudah. Berendam dengan air panas adalah pilihan yang terbaik. Bayu menikmati istirahat yang hanya beberapa saat itu untuk hari ini.


Tanpa di sadari Bayu tertidur, kelelahan menggerogoti pikiran dan setiap sendi tubuh nya. Dalam tidur nya Bayu bermimpi di datangi mendiang ayah dan ibu nya, beliau tersenyum manis dan berpesan:


"Nak, sudah saat nya kau kejar kebahagiaan mu sendiri! terimalah jodoh mu yang akan datang menghampiri mu!"


Tiba tiba kedua orang tua nya menghilang di balik kabut tebal, Bayu terjaga dari tidur singkat nya, segera istigfar di dalam hati, dan menyudahi mandinya. Bayu tertegun, saat menatap foto keluarga nya, Ayah ibu dan dirinya dikala berumur 8 tahun, ketiga nya tersenyum manis menatap ke kamera di sebuah taman bermain anak anak di ibu kota saat itu. Rasanya kejadian yang membahagiakan itu baru saja terjadi, namun seketika bayangan indah itu buyar di gantikan oleh tragedi kecelakaan komidi putar yang ambruk di kala itu, tragedi itu merenggut nyawa kedua orang tua Bayu dan calon adik nya yang masih di dalam kandungan sang ibu.Bayu menjadi yatim piatu seketika, Kemurahan hati pemilik taman bermain saat itu mau mengasuh nya yaitu Darius Ramadhan, ayah dari Putra. Bayu mendapat kesempatan mengeyam pendidikan yang sama dengan Putra, dan Tempat yang sama dengan Putra, Putra menyukai keberadaannya yang siap di andalkan dimanapun dan kapan pun, sehingga Putra mengangkat Bayu menjadi tangan kanan Putra.


Sedari kecil Putra memang keras kepala, mandiri, dan sangat pintar dalam akademik, maupun Bidang olah raga. Semua di ungguli nya. Bayu sering mendapatkan les private dari Putra,di sela sela waktu mereka yang senggang, dan itu sangat membantu untuk meningkatkan kualitas Bayu sebagai tangan kanan Putra. Mereka selalu bersama kemana mana, Bayu menjadikan dirinya sebagai tameng untuk Pitra, dan selalu siaga untuk menjaga tuan muda nya, untuk takaran anak muda Bayu tumbuh dewasa dengan cepat.


Bayu menyentuh gawai nya, dan melihat beberapa pesan dan telepon yang tidak terjawab.


"Dari mana wanita ini dapat nomor ponsel ku...?"Bayu bertanya tanya dalam hati, jika karyawan perusahaan maka mereka tidak akan berani bertindak sejauh itu untuk mengusili Bayu. Tiba tiba dia teringat kejadian beberapa jam yang lalu, saat dia mengisi pulsa di sebuah


swalayan masih di seputaran kantor, dia yakin sekali, pasti hanya gadis penjaga swalayan itu yang berani mengerjai nya, karena nomor ponsel nya tak pernah di bagi kepada sembarangan orang.


"Kau cari mati nona..." Bayu menyeringai tipis, tak berapa lama dia membaringkan badan nya di tempat tidur, dan segera dia terlelap dalam tidurnya.


kira kira si embak itu bakal di apain ya sama Bayu..


mohon di tinggu kelanjutan nya esok hari..


teeimakasih semua nya..


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2