Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
Demi aku


__ADS_3

*terimakasih sudah mampir.. mari dukung karya ini dengan like, komen, share, and vote tentu nya


❤❤❤*


Humaira kurang nyaman mendengar percakapan Putra, hatinya terasa tidak tentram. Saat suami nya menginstruksikan untuk melenyap kan seseorang, hellooooow?? itu nyawa manusia lho.. bukan lembu ato ayam! Humaira mengetuk ngetukan jarinya di meja menunggu Putra menyelesaikan percakapan nya dengan Bayu.


"Sayang, kamu kenapa?!"


"Kamu yang kenapa! kok bisa bisanya mau bunuh orang?! aku nggak suka kamu kayak gitu! kamu punya agama kan?!"


"Sayang.. aku hanya ingin memberi pelajaran kepada mereka, jangan pernah mengancam ku! mereka tidak tau siapa yang mereka permain kan!"


"Iya.. aku tau, dia memang salah sudah berani mengamcam mu! tapi sayang, ingat lah satu hal! di dunia ini tidak hanya ada manusia saja! kita sedang di awasi sang pencipta! ada tuhan sayang! jangan pernah kau menutup mata mu! tolong dengar kan aku!!!"


"Tapi sayang, kalau aku membiarkan orang seperti gadis itu mempermainkan ku, yang lain bisa meremehkan ku!"


"Sayang.. tidak ada orang yang akan meremeh kan mu! aku yang menjamin itu!"


"Tapi sayang..."


"Sayang.. please..! demi aku ya.. udah ya.. cukup beri pelajaran saja, yang setimpal sudah cukup!" Humaira memeluk suami nya, menenangkan Putra yang sedang meledak ledak.


Putra menoleh ke layar ponsel nya, ternyata panggilan belum ditutup oleh Bayu.


"Aduh, si Bayu nguping lagi!" batin Putra.


"Okey, okey, okey, untuk kali ini aju dengerin kamu!"


"Good Boy!!" Humaira mengelus kepala suami nya, seperti seorang ibu yang sedang menenangkan anak nya.


Lalu Putra melanjutkan pembicaraan nya dengan Bayu, Humaira bernafas lega sesaat. Namun dia dikaget kan kembali dengan perintah Putra kepada Bayu selanjut nya, menghancurkan bisnis keluarga Naila, Humaira hanya bisa memijit kening nya yang tiba tiba berdenyut sakit, Putra ternyata sekejam itu.


Humaira terdiam, dia merebahkan diri di tempat tidir empuk itu, lelah terasa merasuki jiwa nya, dibtambah lagi Putra yg setiap ada kesempatan meminta jatah nya, sungguh melelahkan. Humaira tertidur setelah beberapa saat kosong pikiran, dia tertidur dengan damai.


Setelah selesai berbicara dengan Bayu, segera Putra menyusul istrinya di tempat tidur, dia mengamati istrinya yang sedang terlelap itu.


"Kamu cantik sekali sayang.." kecupan hangat mendarat di kening Humaira, dan itu membuat tidur nya sedikit terganggu, terlihat wanita itu mengernyitkan kening nya menandakan dia mulai terbangun.


"Tidur lah sayang.. kamu kelelahan sekali sepertinya!" Putra mengekus lembut punggung Humaira, dan seketika membuat nya kembali melayang ke alam bawah sadar nya.

__ADS_1


"Baju kotornya ditarok aja di pinggir kasur, nanti aku ambil sayang" Humaira mengigau sambil menunjuk ke atas dengan mata yang masih terpejam, lalu tiba tiba tangan itu jatuh dan wanita itu diam seperti tak terjadi apa apa.


"Ha ha ha.. bahkan di mimpi pun dia tidak berhenti memikirkan ku, dia mimpi sedang mengurus kebutuhan harian ku, tak salah memilih mu menjadi istri ku! " Putra tertawa geli, sambil memeluk pinggang istri nya, mereka terlihat saling berhadapan, Putra tak hentinya memandangi wajah cantik istrinya, dan bersukur sedalam dalam nya karena telah menemukan belahan jiwa yang selama ini di carinya.


Tak lama kemudian Putra juga ikut terlelap di samping istrinya, kedua pengantin baru itu betul betul kelelahan, dengan acara full di 3 minggu belakangan ini yang menguras semua energi mereka.


Setelah 2 jam mereka terlelap, Humaira terbangun tiba tiba, karena dia merasa kan paha nya kebas seperti tertimpa benda berat, saat membuka mata rupanya Ada kaki Putra yang menjadikan nya sebagai bantal guling, pantas saja kebas begitu. Humaira menggeser posisi nya perlahan lahan, agar Putra tidak terbangun dia beringsut pelan pelan turun dari tempat tidur. Baru 2 langkah berjalan tiba tiba Putra memanggil nya.


"Sayang, kamu mau kemana??" dengan mata yang masih terpejam dia berkata.


"Aku mau ke kamar mando sayang, kamu bobo aja terus"


"Sayang, abis daei kamar mandi kita bikin dedek yuk!"


"Lagi???!"


"Lho.. hari ini kan belum sayang?!"


"Semalem kan udah..."


"Tapi hari ini belum... aku mau sekarang "


" Makan siang dulu kita ya.. abis tu jalan jalan, abis jalan jalan baru kita bikin dede"


"Iya..."


"Kamu nanti jangan bobo.. gak enak main sendiri"


"Kan bisa kamu bangunin"


"Nggak mau, kasian kamu ngantuk berat"


" He he he.. abisnya begadang tiap hari sih kamu nya.."


"Abis nya enak sih..."


"Hadooooh... ya udah deh, aku mau ke kamar mandi dulu ya.. kebelet ini."


" Iya.. jangan lama lama, aku mau peluk peluk sama kamu, enak tiduran gini ada kamu nya"

__ADS_1


"Mau kamu memang itu..."


"Iya doong, biar ada tempat manja manja nya"


"Bayi besar aku..."


"Biarin bayi, yang penting di sayang sama kamu!"


"ha ha ha.. bayi akuuu" ucap Humaira sambil ngacir ke kamar mandi.


Setelah selesai menyelesaikan kebutuhan dasar manusia nya, Humaira bersiap siap untuk menikmati suasana indah pulau dewata, dia mengenakan baju kaos santai dipadukan dengan rok mini yang imut, mata Putra tak lepas memandang istrinya sedetik pun.


"Sayang, apaan sih? kok kamu liatin aku gitu banget?" tanya Humaira sambil menyapukan blush on ke pipi nya yang tirus, impia semua wanita.


"Kamu cantik!" jawab Putra pendek, tangan nya menyangga dagu nya.


"Ya ampun, aku kira kenapa.. udah biasa sayang, banyak yang bilang dari dulu kalo aku cantik, hehehehe.. sekarang kamu biaa liatin aku tiap hari, jangan lebay gitu ah, aku kan malu!" jawab Humaira sambil bercanda.


"Iya.. aku mengakui itu, pasti kamu dulu banyak banget yang suka ya kan?!" Putra menghampiri istrinya dsn memeluk dari belakang.


"Nggak juga kok, malah aku dulu di bilang tomboy sama temen temen aku, gak suka dandan, terus cuek gitu sayang!"


"Tapi kamu alami, gak make up pun kamu tetap yang paling cantik di mata aku!"


"Terimakasih atas pujian nya sayang! sekarang kamu buruan cuci muka, ganti baju, terus kita berangkat deh!"


"Siap nyonya ramadhan!" Putra segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang, kamu jangan lama lama di kamar mandinya, aku laper banget nih!" Humaira mengingatkan Putra


"Iya bawel! bentar doang ini!" terdengar air keran di buka, Putra membasuh sabun yang ada di wajah nya.


"Sayang, kamu mau pake baju apa?!"


" Terserah kamu, siapain aja apa yang kamu suka, bakalan aku pake juga!"


" Kita couple ya warna nya sayang!" ucap Humaira sambil mencari baju kaos suami nya yang senada dengan yang ia kenakan.


"Siap nyonya Ramadhan, semua nya atur aja!" jawab Putra sambil berjalan mendekat.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka selesai berkemas, dan mereka berjalan keluar kamar hotel, menuju restoran yang ada di hotel itu, untuk menikmati makan siang mereka. terĺihat dari wajah Humaira tidak sabar untuk segera jalan jalan menikmati keindahan nuansa sunset di pulau impian para wisatawan itu.


bersambung..


__ADS_2