Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
Penyesuaian diri


__ADS_3

💋 hai pembaca ku yang setia, jangan lupa vote, like , komen, and share ya!" 💋


" Hari ini aku ada meeting dengan klien penting, nanti kalau misal nya aku telat datang, kamu tunggu di ruangan aku aja ya"


"Ya.. tapi aku nggak tau ruangan kamu"


"Tinggal kamu bilang sama front office nanti, suruh antar keruangan aku"


"Iya.. tapi kalo mereka nanti gak kenal sama aku gimana? aku kan belum pernah ke kantor kamu, apalagi ini kantor pusat"


"Nanti telepon aku sesampai di kantor, Bayu yang bakal jemput kamu ke Lobby depan"


"Okey, tapi kamu mau dimasakin apa makan siang nya?"


"Apa aja boleh, asalkan kamu yang masak, aku suka!"


"Hmmm.... mulai gombalan maut nya nih!"


" Serius ini..."


"Ya.. ya.."


"Ya udah.. aku berangkat dulu, mana morning kiss buat aku?!" tanya Putra sambil memonyongkan bibir nya"


"Harus ya?!"


"Bukan harus lagi, tapi wajib! ini amunisi aku biar bisa cari uang yang banyak buat kamu dan anak anak kita nanti nya!"


"Ha ha.. bikin juga belum, udah anak aja!"


"Makanya, selesain tuh tamu bulanan cepat cepat!"


"Mana aku tau kapan selesai nya tu tamu datang, eh iya sayang aku sering lho periode nya sampe 12 hari gitu, waktu di cek ke Obgyn di bilangin gara gara stress"


"Makanya kamu jangan stress, nanti gak kelar kelar periode nya, kasian si otong ngeceng terus, gak pulang pulang kerumah nya, padahal udah ada rumah sekarang! kemaren kemaren iya gelandangan gak ada rumah, sekarang mah udah sah secara hukum dan agama" Putra mengedipkan matanya penuh arti


"Apaan siih???! kamu mulai genit ya!"


"Kan sama istri sendiri!"


"Gak boleh!"


"Kalo genit ama cewek lain?!"

__ADS_1


"Lebih gak boleh lagi!"


"Makanya jangan bilang gak boleh!"


"Coba aja genit ama cewek lain!"


"Coba ??! ow ow ow... aku di tantang nih?!"


"Enggak, itu namanya peringatan!"


"Jiwa tempur aku bergelora nih karena di tantangin!"


"Coba aja, kalo macam macam! "


"kalo macam macam bakalan apa sayang..."


" den pangkeh batang nan ciek tu sampai tandeh beko!!"


" Apa itu artinya?"


"Hanya orang beriman yang tau artinya"


"Yah... serius ini, apaan itu artinya"


"Boong, bukan itu aku yakin!"


"Ha ha ha.. gak percaya toh?"


"Mana mungkin aku percaya, orang ngomong nya sambil melotot gitu! masa bilang hati hati di jalan matanya melotot, pasti aneh aneh artinya!"


"Ha ha ha... enggak engak.. ya udah, katanya mau berangkat ada meeting penting, buruan sana!"


"Nggak mau kerja, Kiss nya belom dikasih!" lagi lagi Putra memonyongkan bibirnya


"Mmmmmmmmmuacchhhh" kecupan manis melayang ke bibir sexy itu


"Wah .. lagi..!" Kali ini Putra menunjuk pipi kanan


"Mmmuaaacchhhh"


"Ini.." Lanjut pipi kiri yang di tunjuk


"Ih... apaan sih! ini mau kerja apa mau panen cium dulu sih?!"

__ADS_1


"Dua duanya!" Putra nyengir


"Hmmmm nih buat kamu!"


cup...


cup...


cup...


cup...


Humaira mengecup semua wajah suaminya, dan tersenyum manis setelah itu..


"Wah.. amunisi nya penuh nih!"


"Ah masa sih?!"


"Iya.. dong! kamu mau aku bawain apa pulang?!"


"Apa ya? hmmmm.. duren aja deh, lagi musim kayak nya kemarin di jalan pulang dari Mall aku ada liat sekilas"


"Jangan kan duren, pohon duren nya pun bakal ku bawain buat kamu!"


"Lebay amat bang!"


"Ha ha ha... ya udah, aku berangkat dulu ya!"


"Iya.. hati hati di jalan!"


"Iya Istri ku.. terimakasih"


"Kan... lebay lagi..."


"Ha ha ha.. oke, bisa bisa nggak jadi berangkat aku, bye sayang.. love you " kening Humaira mendapat kecupan hangat dari suami nya


"Love you too" desis Humaira pelan, dia malu. Setelah mobil suami nya menghilang di pintu gerbang dia melangkah masuk ke dalam, dan mulai berkutat di dapur, memilah bahan makanan yang akan di masak nantinya untuk makan siang Putra.


"Lagi apa sayang?" Mama jessika tiba tiba datang dengan celana joging nya, rupanya beliau joging di halaman belakang bareng Darius. Mau ke dapur tujuan nya mengambil jus untuk suami nya.


"Eh, mama! ini lagi pilah bahan makanan untuk nanti siang, Putra suka nya apa sih ma? Humaira bingung mau masak apa"


"Kamu beneran nggak tau sayang?"

__ADS_1


"Iya ma.. " Lalu Humaira mulai menceritakan bagaimana pertemuan awal dengan Putra, kisah cinta nya yang tragis, dan sampai akhirnya mereka menikah, Mama Jessika manggut manggut mengerti, lalu mulai memberi tahu seluk beluk mengenai anak nya. Humaira mendengarkan dengan baik, dan memahami nya, dirinya bersyukur memiliki mertua seperti mama Jessika.


__ADS_2