
Pagi itu Humaira bangun dengan semangat, dan menikmati indahnya pantai di resort itu, sekarang mereka tengah menikmati bulan madu di kepulauan mentawai yang indah, rencana nya mereka akan menghabiskan waktu selama sepekan ini, tentu saja setelah mengantar mama Puri pulang ke kota kelahiran istri tuan muda kaya itu.
" Mas, bangun... kita jogging yuk!" Humaira membangunkan suami nya dengan menggoyangkan pelan lengan kekar itu.
"Hmmmmmmm???!" Putra mengernyitkan mata menikmati silaunya mentari pagi yang indah itu.
"Bangun.. kita jogging yuk! aku hari ini pengen berenang di pantai." Humaira kembali membangun kan suaminya, karena Putra kembali tertidur setelah membuka mata nya beberapa detik.
"Iya... aku mandi dulu ya.. " Jawab Putra sambil tersenyum.
"Iya.. buruan! aku tunggu di depan apa di sini?" tanya Humaira.
"Disini aja! kamu nggak boleh pergi pergi sendirian, nanti digangguin cowok cowok!" jawab putra sambil mengacak acak rambut istrinya.
"Apaan sih, belum juga pergi kok!" jawab Humaira.
"Duduk manis di situ, dan tunggu aku!" Putra mengecup pipi mungil itu.
"Kesempatan kamu ya! bau jigong tau!" Humaira mengelap pipinya.
"Ha ha ha, rasain kamu!" Putra terkekeh sambil berlari kekamar mandi menghindari cubitan kepiting Humaira.
"Awas ya kamu, tunggu aja ntar pas keluar aku bales!" Humaira mengancam.
"Terserah kamu sayang...!" jawab Putra dari kamar mandi.
"Buruan sayang, ntar dah abis sunrise nya!" ucap Humaira.
"Iya bawel!" jawab Putra di balik percikan iar shower.
__ADS_1
Selang beberapa menit putra menyudahi mandi paginya, permainan dahsyat semalam menyisakan kenangan manis di perjalanan bulan madu mereka. Perlahan lahan Humaira membuka hatinya untuk Putra, dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan nya.
"Sayang, aku pake baju apa?!" Tanya Putra.
"Itu udah aku siapin!" tunjuk Humaira kesebelah pakaian yang sudah tersedia rapih.
"Wah... selera mu memang paling oke yang!"Putra mengacungkan jempol menandakan doa menyukai selera fashion istrinya itu.
"Iya doong, siapa dulu!" ucap Humaira bangga.
"Iya iya.. bos kecil aku yang manis deh!" jawab Putra sambil mengangkat tubuh mungil itu dan menggendong nya.
"Heeiiii.. hati hati nanti aku jatuh!" Humaira terpekik
"Tak apa apa sayang, ada aku yang akan selalu mendampingi kamu!" jawab Putra sambil cengengesan.
"Sayang, kita kan mau jogging jadi turunin aku okey?"rengek Humaira.
"Aku mau turun!" Humaira merengek.
"Kiss dulu!" tunjuk Putra di pipi kirinya.
Cupp!!
Kecupan ringan itu mendarar di area yang ditunjuk.
"Ini?!" lagi lagi menunjuk pipi kiri nya.
"Lagi???!" Tanya Humaira.
__ADS_1
"Yes...!" Jawab Putra sambil tersenyum usil.
Cuppppp!!!!
Cuppppp!!!
Cuppppp!!!
"Waaaah dobel niiih" Putra cengengesan.
"Bukan dobel, tapi tripel!" sahut Humaira.
"Ha ha ha.. yuk kita jogging!" Putra menurunkan istrinya perlahan lahan.
"Ayoook!" Humaira melesat pergi menyusuri pinggiran pantai lalu menari nari di pasir yang indah itu. Destinasi keindahan pulau mentawai memang tak usah diragukan lagi. Pesona alam nya sangat memanjakan mata.
"Sayang!! jangan terlalu lelah! nanti kamu pusing! luka di kepala mu belum terlalu kering!" Putra sedikit cemas, dan tidak mengingin kan hal hal buruk terjadi menimpa istrinya kembali.
"Aku udah sembuh sayang! kamu sini! temenin aku main pasir yuk!" Humaira mulai kekanakan.
Putra menggeleng gelengkan kepala menyaksikan tingkah kekanakan istrinya.
"Sayang.. kamu bersedia mendampingi aku selama nya?!" Putra memeluk istrinya dari belakang.
"Iya.. aku mau!" Humaira menjawab dengan senang.
"Terimakasih banyak! aku sayang kamu!" Putra memeluk erat.
"Aku sayang kamu juga..." jawab Humaira membalas pelukan suami nya.
__ADS_1
bersambung...