
β€ mari bantu voteβ€
Humaira tergugu, dia tak bisa berkata saat mama nya menanyakan secara bersamaan semua nya.
"mama.. aku bisa jelasin semua..."
"mama nggak terima kamu di selingkuhin begitu nak.. kenapa kamu menyembunyikan semua dari mama?"
"maaf ma..."
"mama nggak mau kamu terluka sedalam ini nak..."
"iya ma..."
"jangan berfikir kamu sendirian didunia ini nak.. ada mama disini, mama akan selalu ada buat kamu!"
"iya ma.. aku nggak akan lagi.."
"sekarang kamu lagi dimana?"
"ini sedang sama putra ma, apa tante tika sudah cerita semua?!"
"sudah nak..."
"nama nya putra ya?!"
"iya ma..."
"berapa usia nya?!"
"30an mungkin?!" humaira tak tau pasti berapa usia pitra saat ini.
"baiklah kalau begitu, nanti sesampai dirumah kakak bakal telpon mama lagi!"
"iya, sampaikan salam mama untuk calon suami mu. bilang padanya mama tunggu kedatangan nya untuk lamaran resmi kerumah kita"
"baik ma.. nanti kakak sampaikan"
"okelah, mama tutup dulu telponya ya nak.. assalmualaikum!"
"waalaikum salam!" humaira menutup panggilan dari mama nya, lalu menarik nafas dalam.
"mama kamu?!"
"iya..."
"kenapa menarik nafas berat?"
"mama sudah tau semua, mama kecewa sama aku..."
"kenapa begitu?!"
"aku nggak cerita ke mama perihal masalah dengan abraham, mama sedih aku di sakiti begitu!"
__ADS_1
"seharusnya kamu jujur sama orang tua mu dari awal sayang, wajar mama mu kecewa.. hati orang tua mana yang tega melihat anak nya sedih karena dihianati"
"apa kau bisa ku percaya put?!"
"dengan segenap jiwa mu sayang... aku bukan tipe pria seperti itu!"
"aku mempercayakan masa depan kita pada mu, aku percaya hikmah di balik semua musibah yang telah kulalui"
"aku akan selalu menjaga kepercayaan darimu sayang..."
humaira mengangguk, lalu tersenyum lembut. hatinya saat ini terasa damai, seolah olah beban yang diderita nya selama ini hilang, seandainya dia bercerita dari awal kepada mama.. ah... sudahlah.. semua sudah terjadi. kedepan nya dia berjanji akan berusaha lebih terbuka pada mama.
"sayang.."
"iya sayang?!" putra kaget saat humaira memanggilnya sayang, hatinya seketika berbunga bunga.
"mama titip salam buat calon menantunya, dibilang mama di tunggu kedatangan mu, untuk lamaran resmi kita" humaira malu malu dan tak berani menatap putra, matanya dialihkan dengan memandang jendela mobil samping kirinya.
"dengan senang hati sayang, katakan pada mama aku akan datang kesana bersama mama dan papa sabtu depan!"
"hmmmm... aku akan memberi tahu mama nanti, terimakasih untuk keseriusan mu"
"kau segala nya buat ku sayang...!"
humaira tersenyum malu, dia grogi saat putra romantis begini, saat romantis yang merupakan dambaan setiap wanita.
putra tersenyum, akhirnya keras hati humaira luluh sedikit demi sedikit, sekarang humaira bahkan berbicara dengan malu malu, membuat putra semakin gemas. seketika dia meraih dagu gadis itu, lalu tiba tiba ..
kecupan lembut mendarat di bibir humaira, dilakukan sangat hati hati dan lembut, sensasi yang manis dan menggetarkan perasaan mereka berdua. penolakan halus awalnya ada, namun lama lama luluh seketika dengan dekapan putra, putra mencium dengan sangat berhati hati, humaira terbuai sesaat hingga hanyut dengan situasi mabuk asamara yang mereka rasakan.
Bayu diam, dan memilih fokus menyetir ke depan, tak ingin sedikitipun mengintip aktivitas tuan muda nya, sungguh bikin baper.
"apa ini cinta???" humaira membatin.. dia menikmati ciuman dari putra, tangan nya membalas dekapan pria tampan itu dan memeluk erat.
putra memainkan bibir manis nya, sesekali lidah nya mengecap lidah manis gadis itu, terasa sangat manis, sangat terlihat gadis ini belum mahir berciuman. putra semakin yakin, dirinya beruntung mendapatkan humaira menjadi pendamping hidupnya.
"mutiara ku yang sangat berharga, aku mencintai mu sayang...!" putra membisikkan kata kata indah itu di telinga humaira.
"aku akan belajar untuk mencintaimu juga..." humaira menjawab dengan jujur. Untuk saat ini cuma itu yang bisa di ungkap kan nya.
"terimakasih sayang, atas kesempatan yang sudah kamu berikan padaku!"
"sama sama sayang!" humaira menjawab malu malu.
Siang itu, cuaca lumayan terik, ditambah lagi dengan bunga bunga asmara diantara kedua insan itu tengah bermekaran, membuat suasana menjadi semakin hangat. Bayu cuek dan menjalan kan tugas nya seperti biasa, baginya kenyamanan tuan muda nya lebih penting dari pada apapun. dia bahagia akhirnya putra membuka hati untuk wanita lain, setelah tersakiti 4 tahun yang lalu oleh alexandra, wanita bule yang hanya memanfaat kan harta nya itu. sangat berbanding terbalik dengan humaira, menurut penilaian Bayu humaira adalah gadis yang baik, tidak neko neko dan berkepribadian menarik.
piliham tuan mudanya sangat tepat, Bayu akan membantu kelancaran hubungan ini sampai kepelaminan. dirinya sudah bertekat akan hal itu.
"tuan, kita sudah sampai dirumah gubernur!" Bayu memberitahu.
seketika putra bersiap diri, merapikan jas nya dan membenarkan posisi dasinya, pergulatan hangat tadi membuat kerapihan pakaian nya sedikit berkurang. sementara humaira merapikan sanggul rambutnya, dia mengurai rambut indah nya terlebih dahulu, dan mengikat ulang rambutnya.
"aku suka rambut panjang mu! apa tidak boleh tergerai saja?!"
__ADS_1
"boleh, tapi nanti di luar jam kerja ya.. sekarang kita sedang bekerja! oke?!"
"tapi ini Oom ku.. kita kesini untuk bersilaturahmi!"
"ya ... aku tau, tapi aku memakai pakaian kerja, kurang etis perawat RS edelweis rambutnya tergerai tak beraturan begitu.. tidak rapi"
"baiklah, terserah kamu saja" putra akhirnya mengalah.
putra terlebih dahulu keluar setelah pintu dibukakan oleh Bayu, lalu segera dia kesamping dan membuka kan pintu untuk humaira, mereka berjalan berdampingan menuju rumah orang no 1 dikota jambi itu.
tak berapa lama, ternyata memang kedatangan putra sudah di tunggu tunggu. segera mereka disuruh masuk, dan tak berapa lama bapak gubernur dan ibu datang menghampiri mereka, saling salam dan menanyakan kabar masing masing, serta mereka saling bertukar cerita, dan ngobrol ngobrol santai.
humaira sesekali tersenyum memdengar mereka beecerita, ternyata bapak gubernur adalah sosok yang humoris, berkali kali menceritakan banyolan banyolan lucu, membuat yang hadir disana sesekali tertawa ringan.
"jadi.. kalian akan menikah minggu depan?!"
"insya allah kalau tidak ada halangan Oom, jika ada waktu luang putra harap oom dan tante bisa hadir di pernikahan kami nanti ya Oom!"
"insya allah nak, akan kami usahakan datang, semoga lancar sampai hari H nya ya putra"
"amin.. makasih doa nya.. semoga di ijabah yang maha kuasa amin.... "
"Begini oom dan tante, berhubung waktu kita sangat terbatas, kami ijin pamit dulu! putra masih ada peninjauan di lokasi terakhir, mohon ijin dulu ya"
"oke, hati hati di perjalanan !"
" baik oom, tan.. assalamualaikum!"
"waalaikumsalam"
mereka meninggalkan kediaman orang no 1 dikota jambi itu. humaira terlihat berseri seri bahagia. putra dengan bangga memperkenal kan nya sebagai calon istrinya, dan tanpa ada kata ragu, ini merupakan kebahagiaan yang hakiki bagi setiap wanita.
sesekali humaira melirik putra, dan tersenyum usil. disaat putra tengah sibuk mengecek laporan perusahaan nya, dia terlihat sangat cool dan sexy.
"kamu ganteng juga ya..." humaira bergumam pelan
"kenapa sayang?!" putra melirik humaira sesaat, lalu kembali serius membaca laporan dari pusat, sesekali kening nya berkerut kecil menandakan tengah berpikir dan mencerna info yang tengah di baca.
"aku suka saat kamu serius begini!" bisik humaira ditelinga pria itu.
seketika putra tertawa terbahak bahak, lalu dia meletakkan tablet nya. meraih tangan gadis itu dan mengecupnya mesra.
"kalau wanita lain pasti lebih suka saat pasangan nya memanjakan nya, kamu kenapa suka melihat aku lagi cuekin kamu?"
"hmmmm kenapa ya?! mungkin karena kamu terlihat lebih cool dan bikin hati aku penasaran kali ya?!"
"ha ha ha..." putra tergelak kembali.. humaira sosok yang polos dan apa adanya, di metropolitan sangat
langka menemukan gadis seperti ini dijaman yang sudah edan tingkat akut ini.
bersambung...
πππππππππππππππππππ
__ADS_1