Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
peneror yang salah sasaran


__ADS_3

*Terimakasih pembaca sekalian.. mohon dukungan untuk karya ini ya.. bantu like, komen, share, and vote tentunya.


salam manis


💞


author


❤❤❤*


Kring....


kring....


kring....


"Hallo tuan?!"


"Apa kau masih ingin bekerja dengan ku?!"


"Siap tuan, masih!"


"Kenapa kali ini kau lama sekali?!"


"Maaf tuan?!"


"Barusan aku di teror kembali! "


"Aku sudah mengetahui posisi pelaku peneror tuan, dia berada di perusahaan kita!"


"Kau selambat ini sekarang?!"


"Maaf tuan.. sedang saya usahakan! 20 menit lagi saya akan menerima laporan siapa pelaku nya!"


"Jangan sampai telat! 20 menit tidak lebih! kau ingat itu!"


"Baik tuan!"


tutt....


tutt....


tutt...


Sambungan telepon terputus, Bayu menggaruk wajah nya kasar, baru kali ini Putra membentak nya.


"Sepertinya dia benar benar marah" gumam Bayu sambil meraih telepon disamping meja nya.


kring...


kring...


"Hallo?"


"Apa saja kerjaan mu?!"


"Maaf pak Bayu.. kami kesulitan meretas jaringan no ponsel ini!"


"Jadi apa yang bisa kau hasilkan saat ini!"


"Beri aku waktu 10 menit lagi Pak!"


"Baik, jika tidak bisa segera kau kemasi barang barang mu dari kantor ini!"


" Baik pak, serahkan urusan ini kepada saya!" Pemuda itu bicara sambil mengutak atik layar komputer nya, dia seorang hacker yang handal, mulai meretas jaringan nomor seluler si peneror Putra tersebut.


"Kena kau!!!" Ucap pemuda itu sambil meloncat dari kursi nya, dia sudah melacak lokasi si peneror, ternyata sedang berada di ruangan khusus sekretaris Putra.


"Hallo.. pak Bayu!"

__ADS_1


"kau sudah menemukan nya?!"


"Peneror itu sedang di ruangan sekretaris Pak Putra, aku sudah mengecek cctv ruangan itu, hanya ada 1 orang dan dia sedang memain kan ponsel nya, silahkan pak Bayu cek cctv sekarang, lihat itu dia membuang sim card nya! sudah oasti dia oelaku nya pak!"


"Kerja bagus! kau lanjutkan pekerjaan mu itu, rekam dan kumpulkan semua bukti yang ada! kau akan dapan bonus besar bulan ini!"


"Baik pak! terimakasih banyak!"


tut...


tut...


tut...


Sambungan telepon itu terputus, Bayu melihat lekat ke arah layar monitor cctv nya, dia menggelengkan kepala nya. Miris dengan nasib wanita itu ke depan nya nanti. Bagaimana pun dia sudah bermain denga api, dan dia pasti tau apa konsekuensi nya jika membuat seorang putra ramadhan marah.


Bayu melangkah keluar, dia berdiri beberapa detik sebelum menyuruh gadis itu masuk ke dalam untuk memberinya pelajaran.


"Maaf apa Pak Bayu membutuhkan sesuatu?!"


"Sekarang kau pergi ke lantai 80, ada yang ingin berjumpa dengan mu disana!"


"Maaf pak?!"


"Aku ingin, kamu menemui seseorang disana, ada masalah yang harus kau selesaikan! apa bicara ku kurang jelas?!"


" Baik pak!!!" Gadis itu meraih note kecil nya dan sebiah pulpen, lalu segera melangkah menuju lift.


"Apa sih masalah yang harus gue selesaikan?! harus ke ruangan seram itu! sendirian pula!" Gadis itu menggerutu di dalam hati.


ting....


pintu lift terbuka seketika, saat ljft sudah mencapai lantai 80 tersebut. Gadis itu berjalan menggigil, kiri kanan hanya tembok, tak ada siapapun di sana, maklum lantai 80 adalah gudang sampel produksi. Sesekali bulunkuduk gadis itu merinding, mengingat beberapa karyawan perusahaan pernah mengalani hal hal mistis di lantai ini.


"Aduh.. mana hp gua ketinggalan lagi! kalo ada apa apa gua minta tolong nya gimana ya?!" gadis itu lagi lagi menggerutu


" Tidak ada yang bakalan menolong mu disini, perempuan gila!! Ha ha ha ha!!!!" suara itu bergema sepanjang koridor, gadis itu menciut ketakutan..


"Malaikat pencabut nyawa mu!!"


"Hei..! jangan bercanda! aku adalah sekretaris direksi disini! aku sedang terburu buru! jangan membuat pekerjaan ku terbengkalai!" Maki gadis itu, suaranya bergetar karena ketakutan, namun nyali nya besar juga.


"Naila Putri shadika! itu nama mu bukan?!"


"Siapa kau?!"


"Aku adalah orang yang akan menghabisi mu!" tiba tiba berkelebat bayangan hitam, dan seketika muncul di hadapan gadis itu. Leher nya di cekik dengan sangat kuat.


"Uhhuukkk!! Uhuk!! lepaskan aku!!! cepat katakan apa mau mu!!!"


"Ha ha ha ha.. kau bertanya apa mau ku?! "


"Iya!!! uhhukkk uhhukkk!!! lepaskan!! apa yang kau mau dari ku?! uang?! akan ku berikan!! tapi lepaskan aku!!!"


"Uang mu tak seberapa nona.. bayaran ku bahkan mencapai 10 kali lipat kekayaan mu bahkan orang tua mu!!" pria misterius itu menyeringai


tokk..


tokk..


tokk...


Terdengar langkah sepatu seseorang di koridor depan, Seketika Naila meronta ronta dan berusaha menendang pria menyeramkan itu, namun usaha nya gagal karena tenaga pria itu tak sebanding dengan tenaga naila, gadis itu dengan kasar di sentak ke dinding dan membentur dengan keras.


"Tolooong!!! akhhhh...." Naila berusaha melepaskan cengkaraman pria itu dari leher nya.


plakkkkk!!!!


sebuah tamparan keras melayang ke pipi mulus Naila, gadis itu tercenung, pusing seketika, gusi nya pecah dan mengeluarkan darah

__ADS_1


"Tooloooong!!! aku mau di bunuh!!!! toloooong!!!!!"


plakk!!!


plakkk!!!


plakk!!!


Lagi lagi tamparan itu melayang dengan tenaga kuat, tak tanggung tanggung, tamparan itu membuat Naila oleng dan tersungkur kelantai.


"Apa mau mu.....!" Desis gadis itu sambil merangkak mundur, tenaga nya habis seketika, darah pun menetes dari bibir dan hidung nya.


"Mau ku.. adalah mengambil nyawa mu!!" lagi lagi pria itu mencekik Naila tanpa ampun.


"Turun kan dia Bo.. sepertinya pelajaran yang kau berikan sudah cukup " suara yang familiar itu sayup sayup di dengar oleh Naila.


"Ppppaaak Baayu??? itu anda pak?!" Naila bertanya dengan lirih, semua badan nya terasa sakit sekali, wajahnya berasa tebal karena habis di tampar berkali kali.


"Benar sekali, kau pintar ternyata!"


"Apa kesalahan saya pak.. kenapa kalian berbuat seperti ini kepada saya?!" gadis itu menangis sesenggukan


"Kau masih bertanya apa kesalahan mu?! sepertinya kau memang memderita amnesia" Bayu tersenyum licik mendengar gadis itu berani menyangkal.


"Apa kesalahan saya kepada anda pak... apa..." Naila bingung, dia merasa tidak berbuat kesalahan terhadap Bayu.


"Kesalahan mu kepada ku, tidak ada.. namun kau melakukan kesalahan fatal dengan berani berani nya mengancam dan meneror Tuan Putra! apa perlu ku seret kau ke penjara?!"


Naila terdiam seketika, bagaimana bisa mereka bisa mengetahui bahwa dia lah yang mengancam Putra, padahal dia sudah mengikuti cara meneror orang dengan baik dan benar seperti yang di ajarkan oleh salah satu situs di internet.


"Kenapa kau diam?! "


Hening....


"Aku ingin mengetahui, apa alasan seorang sekretaris pintar dan calon orang yang memiliki masa depan cemerlang seperti mu, melakukan hal bodoh semacam itu?! apa kau tidak tau konsekuensi nya?!"


"Maaf pak.. "


"Hanya itu? aku ingin mendengar alasan mu, serta keberanian apa yang membuat mu mengikuti pikiran sesat itu!" Bayu meraih dagu gadis itu, sudah belunuran dengan darah segar milik nya. Lalu mencampakkan dengan jijik. Mata nya memerah menahan amarah nya.


"Saya mencintai Putra dengan tulus pak, saya hanya ingin yang terbaik untuk nya, perempuan kampung itu tidak pantas mendampingi Putra, dia sangat rendah pak.. Putra berhak mendapat kan yang lebih baik dari itu." dengan tidak tau malu nya Naila membeberkan alasan nya,


"Jadi menurut mu kau pantas mendampingi Tuan Putra?!" Bayu tergelak mendengar penuturan gila daei gadis itu.


"Tentu saja Pak.. aku adalah gadis yang pintar, cantik, modis, dari keluarga terpandang, dan aku lebih dulu mengenal Putra di bandingkan gadis kampung itu!" desis Naila berapi api.


"Dasar ****** gila! Tuan, apa aku boleh membunuh perempuan hina ini?!"


"Sssst...! Bo.. tenang lah.. dia mungkin akan bunuh diri sendiri nantinya,tak perlu mengotori tangan mu dengan darah milik nya! kau boleh meninggal kan kami berdua disini, banyak hal yang ingin ku lakukan pada gadis gila ini.


"Baik tuan.. " Algojo itu pergi meninggalkan koridor itu.


"Apa yang akan kau lakukan Pak Bayu?! apa kau ingin ku layani?! aku bisa memuaskan mu, tapi ku mohon lepaskan aku!! aku akan memberikan service yang terbaik untuk mu! terserah gaya apapun yang kau mau! " kata kata mengagetkan itu keluar dari bibir Naila, gadis itu melebarkan pahanya sambil memperlihat kan isi rok nya, tanpa basa basi dan malu,lalu mengelus dan menurunkan g string nya ke bawah, mengambil g string itu, lalu melemparkan ke dada Bayu, Naila menggeliat geliat dengan liar. Seperti cacing yang di beri garam dapur.


"Ah... ternyata kau serendah ini nona.. "


"Ayolah.. aku tau kau menginginkan ini!!" gadis itu tak mempedulikan lagi apapun, yang penting dia harus bisa lepas dari masalah ini dan bisa memperalat Bayu.


"Naila, kau memang murahan ternyata!" Bayu mundur dengan teratur, sementara Naila dengan agresif merangkak mendekati Bayu, dan melucuti pakaian nya satu persatu, sampai tak meninggalkan sehelai benang pun.


"Okey! kau ingin terkenal rupanya! aku akan membuat mu terkenal nona.." Bayu menyeringai tipis, sedikit pun tak goyah, rasa jijik melihat wanita murahan itu menyodorkan tubuh dengan mudah nya.


"come on baby...i know you want me...!!" Desis Naila sambil terus merangkak mendekati Bayu.


Astaga...


ternyata dia segila itu gaes.. sungguh nggak banget perempuan seperti ini, menghalalkan segala cara demi keberhasilan tujuan nya..


hufff.... dunia sudah gila..

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2