
"Bisakah salah satu dari kalian menerangkan apa yang terjadi?!" Humaira menatap kesal kepada kedua pemuda di hadapan nya itu.
"Ini buku nikah kita, kita resmi tercatat sebagai pasangan suami istri di tanggal 8 mei 2020, dan sekarang baru tanggal 20 kau sudah tidak mengenaliku lagi?! ini foto foto pernikahan kita! aku ini suami mu!" Putra menyerahkan buku nikah itu ketangan istrinya, dan memperlihatkan foto foto pernikahan mereka di lapto. Humaira melongo dan membolak balik kan buku nikah itu, di periksa secara teliti semua isi di dalam nya, jelas jelas sudah di ta datangani oleh Humaira sendiri.
" Astaga.. ini aku...! sekarang kita ada dimana? dan kenapa mama ku tidak ada disini?" desis gadis kecil itu dengan bergetar.
" Aku merahasiakan kecelakaan ini dari keluarga kita, mama papa ku juga tidak tau hal ini, aku takut mereka cemas dan panik, dan aku berharap semua baik baik saja tanpa membuat mereka susah! saat ini kita masih di bali, dan sedang berbulan madu!" Putra menjawab dengan sendu, tak sedikitpun manik indah itu memancarkan cinta lagi. Bola mata indah itu seolah hanya melelihat Putra sebagai total orang asing.
" Apa yang harus aku lakukan?! aku.. aku...aku takut....! bahkan aku tak kenal siapa kamu! apa yang membuat aku bisa melupakan mu semudah ini, dan bagai mana aku bisa mengalami kecelakaan! jangan jangan kau penyebab kecelakaan ini dan ingin membunuh ku!! ya!!! kau ingin membunuh ku bukan?!" Humaira panik, dia beringsut ke sudut kasur dan memeluk bantal nya, dia ketakutan dan gugup.
"Hei...! tenang lah! ada gua di sini!! elu kenal gua kan?! Humaira???!! hallo????!" Bram maju menengahi ketegangan itu.
" Aku takut, apa yang kalian rencanakan kepada ku?! apa aku benar benar masih hidup? mana mama ku! panggilkan mama ku sekarang!! mama!!!!!! mamaaaa!!!! mamaaaa!!!!!!" Humaira berteriak ketakutan, reaksi nya sungguh mengejukan. Apa sebenar nya yang sedang menimpa gadis malang ini. Depresi membuat nya bersikap sangat di luar nalar.
"Aku ini suami mu sayang.. jangan begitu! aku akan selalu melindungi mu! jangan berpikiran yang aneh aneh!"
"Mana orang tua ku? bahkan dokter Bram juga orang yang baru ku kenal, aku tidak mengetahui seluk beluk tentang dirinya! aku baru 3 bulan ini mengenali nya! apa yang kalian lakukan padaku? kenapa aku bisa lupa ingatan begini! pergi kalian dari sini! sebelum mama ku datang kesini, aku tidak akan mempercayai siapapun di antara kalian! kalian pikir aku tidak tau bagai mana pola pikir penjahat jaman sekarang?! kalian bisa saja menculik ku!!" Humaira terlalu jauh berpikir.
" Sayang! aku tau kau sangat menyukai film, tapi jangan kau pikir hidup mu bisa di hantui oleh rekayasa para sutradara di dunia halu itu! aku suami mu! Lillahita alla sayang! kita sudah menikah! aku mohon jangan berpikir yang bukan bukan!" Putra memohon
" Iya Humaira, gua rasa lu terlalu menghayati drama korea yang terakhir lu tonton! makanya jauh begitu pemikiran lu!" Bram ikut menimpali
" Stop!!! kalian berdua tinggal kan kamar ini sekarang juga! aku tidak ingin bertemu dengan kalian untuk saat ini! atau aku akan berteriak memanggil security! aku akan menuntut kalian atas perbuatan tidak menyenangkan ini! kalian memaksaku mempercayai segala hal yang bahkan aku tidak tahu!" Humaira meninggi, dia sangat keras kepala sekali.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menjemput mama mu! aku akan menjelaskan duduk perkara masalah ini terlebih dahulu! kamu tenang kan pikiran mu dulu! aku dan Bram akan keluar sementara waktu! jika ada apa apa kamu tinggal memanggil saja, di luar ada pengawal yang menjaga mu!" Putra memberi kode kepada Bram untuk memberi ruang kepada Humaira sesaat.
Dengan berat hati Putra akhirnya menghubungi mama Puri, dan menceritakan kronologis kejadian nya, mama puri tentu saja kaget dengan berita yang menimpa putri sulung nya itu. Dia tidak menyangka ada kejadian seperti ini, dan menggangu kehidupan rumah tangga anaknya yang baru seumur jagung.
tok...
tok..
tok..
" Sayang, ini ponsel mu! aku sudah menghubungi mama dan menceritakan kejadian ini, kau boleh menelepon mama jika kau mau!"
"Iya.. besok mama akan sampai di sini, kita akan segera pulang setelah mama datang kesini!" Putra akhirnya menyerah dengan keras kepala istrinya
" Aku tunggu bukti dari kata kata mu! tuan!" mata nya mendelik memandang Putra seperti sedang menatap seorang musuh besar. Putra hancur melihat nya.
" Apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahan ini tuhan?! aku ingin istriku yang dulu.." rintih Putra dalam hati, namun bibir nya masoh mencoba untuk tetap tersenyum.
"Bisakah kau mengijinkan aku pulang saja? kau mau aku gila di dalam ruangan ini?!" Humaira kembali berbicara dengan ketus, dan menghujam dada Putra.
"Kita sedang di bali sayang... untuk saat ini kondisi mu belum stabil, jadi aku tidak ingin terjadi hal hal yang tidak kuingin kan menimpa mu! besok mama puri sudah sampai, kita akan meminta ijin dokter dulu, baru kita pulang!"
" Ya sudah terserah kamu!" Humaira membuang muka, dia kesal dengan Putra, karena seolah olah menahan nya di kamar rawatan ini.
__ADS_1
" Akan ku pastikan kau akan mengingat kenangan indah kita sayang, pernikahan kita, kisah cinta dadakan kita, semua nya! aku akan pastikan itu! karena kau adalah Nyonya Ramadhan! kau pemilik atas diriku sayang!" air bening mengalir di sudut mata pria itu, dan setelah itu dia memutar tubuhnya keluar dari kamar itu.
Humaira terdiam, hatinya penasaran kenapa dia tak bisa mengingat apapun tentang Putra? ada apa dengan semua ini? kenapa Putra berkeras mengatakan bahwa dia adalah istrinya? Humaira pusing, dan segera dia menghempaskan badan nya keranjang, dan memilih tidur. Rasanya kepala nya berputar putar dengan dengan kencang, dan pandangan semakin lama semakin kabur sangat berat.
"Sayang... kamu sudah bangun?!" Putra duduk dari bangku nya saat melihat Humaira telah sadar dan membuka matanya.
"Aku dimana?!" Humaira memijit kening nya yang terasa berat.
" Sayang, mama sebentar lagi sampai! kau tidur lama sekali! bahkan Bram pun bingung apa yang menyebab kan mu pingsan kembali! kau oingsan hampir 12 jam sayang!!" Putra segera sigap membantu Humaira yang mencoba bangun dari tidurnya ke posisi duduk.
" Entah lah.. aku bingung dengan keadaan ini.. kau baik sekali kepada ku, tapi hati ku mengatakan bahwa kau adalah musuh ku! aku tidak bisa mempercayai mu meskipun aku ingin!" Humaira meneteskan air mata, jujur dia mengatakan perasaan nya kepada Putra.
"Maaf kan aku tidak bisa menjaga mu dengan baik.. aku memang bodoh..." Putra menunduk, sambil bahunya terguncang, dia menangis dalam diam nya, sambil menunduk sedalam dalam nya.
Humaira hanya bisa menatap dengan iba, dia tak tau harus berbuat apa, keadaan ini sangat membuat nya bingung.
bersambung....
__ADS_1