Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
Perkenalan dengan mertua


__ADS_3

 🥰 mohon bantu vote ya teman teman.. biar jadi mood booster bagi author dikala lelah saat memikirkan ide cerita ini 🥰🥰🥰


#########################


 


Setelah mendapatkan ijin dari mamanya, sore itu Humaira tengah bersiap siap, sebentar lagi dia akan di jemput oleh Putra, mereka akan segera berangkat ke Jakarta menuju tempat kediaman keluarga Putra berada.


Mereka menaiki jet pribadi milik LIPPI group, perjalanan Jambi \- Jakarta memakan waktu kurang lebih dua jam, Humaira mencoba untuk rileks dan santai, namun wajah cemas nya tidak bisa di hilangkan.


"Kau kenapa sayang? dari tadi gelisah !" Putra meletakkan berkas yang tengah di periksa ke samping kirinya, dengan sigap Bayu menyambut berkas itu dan menyimpan nya


"Aku grogi ketemu sama orang tua kamu!" jujur jawaban Humaira


" Tidak usah grogi, keluarga ku adalah tipe keliarga Demokratis, apapun pilihan anak anak nya mereka akan menyetujui selagi itu hal yang baik" Jawab Putra mantap.


"Ya... tapi tetap saja aku grogi, dan ada satu hal lagi kau mau tau tidak?! ini adalah pertama kali aku naik pesawat pribadi, ini membuat ku merasa sedikit sombong!" humaira cekikikan mencoba menghilangkan stress nya.


 


Putra tersenyum lucu, lalu mencium pucuk kepala gadis polos itu, seketika humaira terdiam dari tawa renyah nya, kecupan putra terasa hangat, dia merasa sangat nyaman, irama jantung nya mulai stabil kembali. sentuhan dari Putra seolah memberikan ketenangan bagi batin nya.


 


Ketika jawaban dari shalat istikarah nya telah di putuskan, humaira mulai membuka hati untuk putra, dia berprinsip tak kenal maka tak sayang, dia memutuskan untuk mengenal putra secara perlahan dan pasti.


 


Waktu sudah menunjukkan pukul 20: 00 wib, saat itu juga bersamaan dengan sampainya mereka di kediaman pemilik perusahaan raksasa Lippi group, seketika humaira segera mengatur tempo nafasnya, rasanya jantung nya kembali mengalami tachicardia. Pesawat pribadi itu landing di landasan pribadi milik keluarga itu.

__ADS_1


Ternyata keluarga itu sudah menunggu kedatangan mereka. terlihat mereka sudah berpakaian rapih.


 


"Assalamualaikum!" Putra mengucapkan salam saat melangkah memasuki ruang utama.


"Waalaikumsalam!" jawab semua anggota yang hadir diruangan itu serempak.


"Selamat datang! mari segera masuk! kami sudah menunggu kalian dari tadi!" Mama mempersilahkan masuk dengan ramah.


"Mama.. papa.. perkenalkan, ini calon istri ku! namanya Humaira!" Putra menegaskan siapa gadis yang ada di samping nya itu. Humaira tersenyum sambil mengulurkan tangan hendak menjabat kedua orang tua putra


"Hai ma.. saya Humaira" ucap humaira setelah mereka saling berjabat, lalu dia mencium tangan kedua orang tua Putra, layaknya seperti dia mencium tangan mama dan tantenya saat berjumpa.


"Oh.. hai sayang! saya Jessica mama nya Putra! ini suami saya Darius! papa nya putra!" wanita bule yang cantik itu menyambut jabatan tangan Humaira, sekarang terjawab sudah dari siapa mata coklat dan rambut kecoklatan itu berasal, hampir 70 persen putra mirip mama nya, namun perawakan dan suara nya lebih dominan kepada Darius sang ayah, mungkin karena sesama lelaki.


"Hai kakak! kenalkan aku Anne dan ini kembaran ku Inne! kami adik nya kak putra!" kedua gadis bule yang cantik itu berebutan menyalami humaira, segera humaira membalas jabatan tangan kedua remaja itu, usia mereka sekitar 13 atau 14 tahun, masih sangat muda namun tinggi mereka melebihi humaira, maklum mereka kan mewarisi gen sang ibu.


 


Segera mereka menuju meja makan, Humaira sempat pangling dengan situasi kediaman putra yang super megah bak istana di filem. Apalagi saat melihat meja makan mereka, persis seperti meja kerajaan di khayalan humaira. Namun segera dikondisikan kekaguman nya, dia beradaptasi dengan cepat.


 


"Humaira berasal dari mana ? sekarang apa kesibukan nya?!" tanya Jessica di sela sela makan malam mereka.


"Saya berasal dari Sumatera Barat ma, lebih tepat nya kota kecil namanya Sijunjung. Sekarang kebetulan baru mulai bekerja sekitar 6 bulan di rumah sakit Edelweis cabang Jambi, kalau di jambi saya tinggal dirumah kakak nya mama"


"Wah... Putra tau sekali mencari calon istri! kamu tentu sudah sangat telaten merawat orang, jadi putra sangat memerlukan dirimu untuk merawat dirinya setiap hari, dia termasuk orang yang susah makan dan selalu telat, serta tidak peduli dengan kesehatan nya! mama senang akhirnya mama bisa pensiun cerewet mengingat kan nya untuk menjaga kesehatan setiap hari!" mama sangat bahagia mengetahui profesi calon menantu nya itu.

__ADS_1


 


Humaira tersenyum malu, lalu menoleh ke arah putra yang tepat duduk di samping nya, seolah olah putra memberi nya ruang untuk saling mengenal dengan keluarga nya, dia melibatkan humaira dalam setiap percakapan mereka, hal ini membuat humaira nyaman dan merasa di terima dengan baik. Sehingga lama kelamaan dirinya mulai beradaptasi dengan baik dan bersikap apa adanya saja.


 


"Bagaimana menurut mu keluarga ku?! apa semenyeramkan yang kau pikirkan sepanjang perjalan tadi?!" putra tersenyum geli mengingat sejak awal berangkat dari Jambi tadi Humaira terlihat sangat gelisah.


"Mereka sangat baik, seperti dirimu! mau menerina keadaan ku yang dari kalangan bawah begini!"


"kau tau sayang?!"


"tidak... apa itu?"


"tapi berjanjilah untuk menyimpan dalam rahasia ini! kau kuberi tahu rahasia terbesar di keluarga kami!"


"baiklah!" humaira menyanggupi, dia penasaran dengan pembicaraan yang terkesan penting ini, bisa di lihat dari mimik wajah putra yang tengah serius memandangi humaira dengan lekat.


"Mama ku adalah seorang mantan wanita malam, dulu waktu papa kuliah di oxford mama di beli oleh papa dengan harga yang sangat mahal, kalau tidak salah tabungan 1 tahun papa saat itu ludes karena ingin membebaskan mama, papa kasihan melihat mama di pukuli germo nya, hampir tiap malam mama diseret ke jalanan untuk di paksa menjajakan diri nya, saat itu mama terlihat sangat trauma! mama adalah anak hasil dari rumah bordil disana, bahkan mama tidak tau siapa papa nya, di usia nya yang baru 8 tahun dia dijual ibu kandungnya untuk melunasi hutang kepada rentenir! namun papa dengan hati lapang menerima keadaan mama saat itu! mama di nikahi papa di usia yang baru menginjak 17 tahun saat itu, bahkan kakek dan nenek ku mengetahui semuanya, namun mereka menerima dengan baik keadaan mama, sampai akhirnya mereka menikah dengan adat jawa, mama ikut keyakinan papa karena sampai mama berusia 17 tahun saat itu tak pernah mengenal agama apapun, mama bahkan dulu tak percaya dengan adanya tuhan mengingat dirinya yang disiksa setiap hari oleh para germo itu untuk melayani nafsu pria hidung belang, bisa kau bayang kan seberapa trauma nya mama ku, dari usia 8 tahun sudah harus menjajakan diri dan dipukuli hampir setiap hari jika sedikit menghasilkan uang, namun akhirnya beliau bahagia bersama papa, kau lihat keadaan mama sekarang, sangat cantik dengan hijab nya bukan? mama religius dibanding kan papa sekarang ini! sampai lahir lah aku dan kedua adik kembar ku! usia papa dan mama terpaut sangat jauh sayang.. hampir 12 tahun! saat itu papa tengah menempuh study S2 nya manajemen Bisnis disana, papa sudah berumur, kira kira kepala tiga saat itu, entah 34 atau 35 tahun saat menikahi mama" Putra menerawang kelangit, mereka tengah menikmati lampu taman pribadi milik keluarga itu.


"Papa mu orang yang sangat baik dan low profile ternyata" tandas humaira


"Berjanjilah merahasiakan ini dari siapapun! anggap kau tak pernah mengetahuinya, dan ku mohon hormati dan sayangilah mamaku! aku sangat menyayangi mama walaupun masa lalu nya yang kelam, tak ada seorang wanita pun yang ingin menjadi *******, mama terpaksa menjalani pekerjaan itu karena terjebak kondisi nya.."


"ya.. aku tau, aku akan berusaha menjadi menantu yang paling asyik!" humaira tersenyum dan meletakkan kedua telunjuk nya di pipi sambil mengerjap ngerjap kan kedua mata belok nya yang berbulu lentik.


"kau ini!" putra terkekeh melihat tingkah lucu calon istrinya, lalu mengelus kepala gadis itu dengan sayang.


Putra sangat bahagia, hari ini dia melewati momen yang istimewa, dengan ada Humaira di sisi nya, dia merasa sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2