
💓 mohon dukungan nya dengan memeberikan vote 💓
Eva menjelaskan duduk perkara masalah yang telah terjadi, dia mengaku salah dan meminta maaf, niat nya hanya ingin mengerjai humaira. Humaira bersikap biasa saja, karena dia sudah mengetahui bahwa eva dan teman teman nya tidak menyukai nya, jadi dia memaafkan begitu saja, karena tidak mudah untuk memaksa seseorang menyukai kita.
Berbeda dengan Putra, dia menatap tajam para pembuat onar itu, saat putra memandang seolah olah mereka akan di telan hidup hidup, nyali mereka menciut seketika.
"Mulai hari ini, jangan pernah datang lagi kerumah sakit ini! saya tidak mau mendengar apapun tentang kalian, jangan pernah berhubungan lagi dengan Lippi group!! mengerti?!"
"maaf tuan.. ampuni kesalahan kami...! kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi..." eva memohon, sangat sulit mencari pekerjaan di jaman sekarang ini, ditambah lagi untuk gaji di sini terbilang tinggi.
"apa kau pernah berpikir sejauh ini sebelum mengusik kehidupan pribadi ku?!"
"ampun tuan...."
__ADS_1
Bayu mengambil alih pembicaraan setelah putra menatap nya penuh isyarat yang sangat di mengerti bayu, seolah mata putra berbicara : "bereskan hama pengganggu ini!"
"kalian masih beruntung tidak dilaporkan kepihak yang berwajib! segera pergi dari sini sebelum tuan putra berubah pikiran!!!" bayu menekan kan ucapan nya.
seketika eva dan teman teman nya ngacir tanpa disuruh lagi, mereka cukup tau diri dengan keadaan yang terjadi saat ini.
setelah pembicaraan diruang pertemuan berakhir, putra mengajak humaira keluar untuk makan siang. humaira menatap putra dengan hati hati, karena dia terlihat bad mood seharian ini, humaira takut makin mempeekeruh keadaan.
"kita makan di hotel saja !" perintah putra, lalu mengeluarkan gawai nya, dan sibuk kembali mengecek email yang masuk, seketika suasana canggung melanda, humaira tidak berani bernafas keras keras, dia ketakutan saat putra marah tadi, dan merasa bersalah juga karena akibat ulah eva dan teman teman nya yang bertujuan untuk membully humaira, tetapi malah mengikut sertakan putra. Humaira merasa tidak enak hati, serba salah dan kikuk.
Humaira mengeluarkan iphone nya, dan mengecek pesan yang telah masuk, terdapat 30 pesan yang belum di baca, dia membuka satu persatu dan membalas semua nya, terakhir pesan dari Bram dan itu mwncapai 20 pesan, humaira melewatkan percakapan nya dengan Bram semenjak kemarin siang.
Humaira mengetik pesan cukup panjang, dia menceritakan kejadian yang terjadi, termasuk perihal pertunangan dadakan nya dengan Putra, lalu perihal kejadian surat kaleng yang menghebohkan rumah sakit tempat mereka bekerja. Humaira berharap Bram membalas pesan nya, jujur di hatinya merindukan sosok cerewet Bram, selama mengalami masa kurang menyenangkan di rumah sakit Bram selaku memberikan suport kepadanya, biasanya mereka menyempatkan waktu setidaknya makan siang bareng di kantin runah sakit, namun semenjak putra menugaskan nya menjadi pendamping kusus nya, momen rutinitas yang menyenangkan itu tak dijumpai lagi.
__ADS_1
"Panjang sekali ketikan nya, kau berkirim pesan dengan siapa?!" putra sudah selesai dengan pekerjaan nya.
"Banyak yang mengirim pesan padaku, baru hari ini aku sempat membuka HP, ini hari ke 2 aku tidak menyentuh hp ku"
"Oh.. begitu" jawab putra, lalu kembali diam. jujur humaira canggung, biasanya putra cerewet dan selalu memerintah inilah itulah, namun hari ini pria itu sangat hemat berbicara.
"Kau kenapa putra?!" akhirnya humaira memberanikan diri bertanya, dia merasa tidak nyaman dengan keadaan nya.
Putra menoleh sambil menatap manik itu, tiba tiba...
cupppp.....!!!
ciuman lembut mendarat di bibir humaira, membuat gadis itu gelagapan.
__ADS_1
"kenapa kau tiba tiba begini?!" tanya humaira dengan nada tidak suka, dari wajahnya jelas jelas terlihat kesal dengan kelakuan putra.