Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
Ena ena yang tertunda


__ADS_3

Humaira memejamkan kedua matanya, aneh bercampur takut menjadi satu. Tak lama Putra keluar dari kamar mandi dengan Humaira berada dalam gendongan nya. Humaira terlihat sangat canggung.


"Kamu suster nakal, bikin aku tergoda" Putra memandang manis gadis itu


"Kamu pasien nakal, berani sama aku, ku jewer nanti"


"Lalu kamu mau apa? jangan kan di jewer sama kamu, lebih dari di jewer pun aku mau"


"Kamu nakal...."


Lagi lagi kecupan mesra itu mendarat. gadis itu hanya mampu memejamkan matanya, Putra memimpin permainan dengan lembut.


"I love you my sweet heart" Kata kata indah itu meluncur dengan sendiri.


"I love you too honey.." Humaira menjawab dengan lirih, jiwanya sudah melayang layang.


"Kamu udah siap sayang?!"


"Aku takut.. kalau sakit gimana..." Humaira tergugu, mengingat ini adalah pengalaman pertama nya.


"Aku bakal pelan pelan, aku janji..." Ucap Putra sambil menatap manik indah itu kembali,Putra menatap lalu tersenyum dengan lembut dan penuh cinta.


"Janji ya.. kalau aku nggak tahan gimana" Humaira ragu, jantung nya memompa dengan cepat, nafas nya tersengal sengal ingin lebih lagi, pengalaman pertama memberikan sensasi aneh di perut nya, terasa ngil, jujur dia juga ingin memberikan hak suami nya tersebut.


"Kalau kamu kesakitan kita hentikan sayang.. aku janji nggak akan memaksa kamu malam ini juga, waktu kita masih panjang kedepannya" Putra menjawab dengan lembut.


"Makasih sayang.. aku beruntung memiliki kamu" Humaira memeluk erat suami nya, pagutan hangat kedua insan itu tiba tiba terhenti, tiba tiba ada gangguan di luar prediksi.


tokk...


tookk..


tookk..


Pintu di ketuk sebanyak tiga kali, tak ada jawaban dari dalam, karena kedua manusia itu tengah bangun dari tidur mesranya, dan buru buru membenahi handuknya.


"Siapa sih?!"


"Enggak tau, kamu bukain pintu sayang, aku lg toples gini gak bisa buka!" Jawab Humaira sambil menutup tubuhnya dengan haduk berwarna putih itu.


"Kamu tiduran aja, masuk dalam selimut itu sayang, sisain kepala aja yang terlihat, pura pura tidur ya" Putra menginstruksi kan istrinya, karena jika mengenakan pakaian sekarang maka tak akan cukup waktu lagi.

__ADS_1


tokk..


tookk


tokkk...


"Mas Putra.. ini Anne, ada Om bagas mau ketemu sama Mamas!" Gadis remaja itu berteriak dari luar pintu. Lama tak ada sahutan


"Maaassss!!!" Anne memanggil lebih keras lagi, di benak nya mungkin suara nya kurang keras.


kriiieeeet.....


Pintu terbuka, dan munculah sosok Putra di belakang pintu itu, dengan hanya menggunakan handuk saja. Wajahnya terlihat jutek sekali. Anne sampai bergidik ketakutan, takut di marahi oleh Putra.


"Jangan teriak teriak, Kakak mu lagi istirahat, bilang sama Om Bagas mas turun bentar lagi, baru abis mandi nih, mau pakai baju dulu!" Putra memerintahkan adik nya, lalu menutup pintu kamar nya kembali, matanya mengarah kepada istrinya, terlihat wanita mungil itu sudah memejamkan matanya.


"Siap Boss!!" ucap gadis itu sambil melangkah turun ke lantai bawah, menjumpai keluarga nya dan duduk bergabung dengan mereka. Menyelematkan diri segera lebih baik, begitu pikiran gadis kecil itu.


"Ma.. pa..tadi Mas Putra barusan selesai mandi, kak Humaira keliatan nya udah bobok deh, soalnya aku liat dia lagi selimutan" Anne menjawab dengan polosnya.


"Owwhhhh... bobo... " Mama Papa Om Bagas dan Tante Nita serempak menjawab dan saling berpandangan penuh arti.


"Ha ha .. kita gangguin mereka berarti nih" sahut Om Bagas di sertai tawa renyah ke empat orang tua itu.


"Alah kamu dulu aja sampe bentak aku gara gara aku panggilin mulu!" Oom bagas membully papa


"Maas, jangan buka kartu doong!!"


"Ha ha ha ha!!" semua tertawa kecuali si kembar, merwka bingung apa yang di tertawakan para terua dirumah itu.


"Aneh ya Papa Mama kita!" Bisik Anne pada kembaran nya, yang di jawab dengan anggukan kecil. Takut ketahuan lagi gibahin orang tua.


" Hayo lagi ngomongin siapa!" Putra tiba tiba menimpali, sedikit banyak dia paham kemana arah pembicaraan orang tua tersebut.


"Eh.. panjang umur, baru juga di omongin!" Om Bagas berdiri sambil merentangkan tangan nya.


"Amin deh Om.. Mudah mudahan di ijabah Allah doa nya" Ucap Putra sambil memeluk Oom Bagas, bliau adalah adik kandung ayah nya.


"Mana istri mu? " tanya Tante Nita sambil memeluk keponakan nya itu , dan tidak lupa sun kanan kiri merupakan aktivitas wajib dari tante Nita.


"Udah ketiduran Tan, barusan abis mandi pas putra liat dah nyenyak tidurnya, kebetulan tadi Putra suruh datang ke kantor dari siang soalnya, Pulang dari kantor langsung diajak belanja persiapan bilan madu kami, jadi belom ada istirahat dari siang, makanya kelelahan kayak nya"

__ADS_1


"Yang bener... cuma gara gara kecapean itu?" usil mama Jessika bertanya


"Apaan sih mama..." Putra mendelik sinis


"Ha ha ha.." keluarga besar itu tertawa kompak, mereka ngobrol sampai larut.


Sementara Humaira sudah jauh berada di alam mimpinya, Putra berkata benar, Humaira tertidur topless hanya di tutupi selimut, saat Putra tengah mengenakan pakaian tadi.


Malam ini Putra harus bersabar lagi, private ena ena sepertinya tak jadi di lakukan, murid nya sudah tertidur dengan pulas. Keluarga itu berkumpul sambil mengobrol dan di lanjutkan makan malam. Putra yang hendak membangunkan Humaira untuk makan bersama mengurungkan niat nya, melihat istrinya tertidur dengan begitu pulas.


Setelah selesai makan malam sambil mengobrol santai, Oom bagas dan istrinya pamit undur diri. Tidak enak bertamu sampai larut malam, mereka juga sadar diri sudah mengganggu malam pengantin baru itu.


"Oom pamit pulang dulu! jangan lama lama, segera kasih papa mu cucu!" Oom bagas berbisik kepada Putra menggoda usil.


"Siaap Oom! lagi proses !" Jawab Putra sambil nyengir.


"Ha ha ha... oke oke! ya sudah kami pulang dulu! assalamualaikum!" Oom Bagas berjalan kemobil menyusul istrinya.


"Hati hati di jalan Oom!!" Ucap Putra setengah berteriak, karena Bagas mulai menjauh


"Iya!!" Jawab Bagas sambil melambaikan tangan nya.


Setelah mobil bagas menghilang dari gerbang utama, Putra masuk kedalam, dan menuju kamar nya, dia ingin memeriksa beberapa dokumen, agar semua bisa di serahkan sementara kepada Bayu saat mereka berlibur bulan madu nanti nya.


"Oke.. malam ini kita lembur dulu, Cok kau tenang dulu ya! jatah mu belum keluar" Ucap Putra sambil menyentil anu nya.


"Auuuchhhh!!! sakit juga ya!" Ucap nya sambil berbisik pelan takut Humaira terbangun, dia kesakitan akibat ulah dia sendiri.


Tak berapa lama kemudian, Putra terhanyut dalam rutinitas harian nya, kerja kerja dan kerja...


kira kira kapan praktek ena ena yang bagus waktu nya gaes??? hehehehe tunggu kelanjutan cerita ini ya!!


*Mari follow IG emak, Lanny_Meylita


with love


💞


author*


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2