
❤ terimakasih pembaca ku yang setia, jangan lupa like, komen, and vote ya.. ajak teman teman lain untuk membaca novel ini, di jamin bakalan seru deh!!! ❤
🖤🖤🖤
"Ma.. Pa.. Humaira berangkat dulu ya!" Dengan dress simpel berwarna tosca dan high hell berwarna senada, Humaira ijin kepada mertua nya, walau hanya berdandan minimalis dan sederhana namun terlihat elegan , dress yang dikenakan terlihat serasi di kulit putihnya, rambutnya yang panjang di biarkan terurai, menambah kesan feminin pada wanita muda itu.
"Iya sayang.. hati hati di jalan! kamu di antar mang ujang kan?"
"Iya Ma.."
"Masakan kamu emang top markotop" Darius mengacungkan jempol kepada menantu nya itu
"Ah.. papa bisa aja"
"Iya lho sayang.. papa udah nambah 2 kali malah" Mama jessika membuka coki
"He he he he papa ketagihan!" jujur Darius mengaku
"Bisa aja mama sama papa, nanti mama sama papa tinggal bilang aja, mau di masakin apa, biar koki padang ini yang beraksi!" ucap Humaira sambil menunjukkan otot tangan kanan dan kiri nya dengan lucu.
"Ha ha ha.. iya iya.. kamu udah janji lho...!"
"Siaaap Boss!" Humaira hormat ala militer
"Ha ha ha... ada ada aja anak ini!"
"Ya udah ya ma.. pa... Humaira mau samperin pak boss dulu, biar gak lupa waktu kerja melulu" Pamit Humaira sambil nyengir.
"Iya iya.. hati hati..!"
"Iya pa, Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
" Pa, udah berasa jadi anak sendiri ya si Humaira, anak nya bisa beradaptasi cepat "
" Iya, masakan nya enak lagi, tapi masakan mama tetap paling mantap!"
"Duh si Papa bilang aja gak enak , mama aja tau masakan mama alakadar nya doang!"
"He he.. jangan ngambek dong!"
"Ngapain ngambek, kan kenyataan pa, he he he"
"Iya deh.. Mama emang paling murah hati" Darius mengedip kan mata menggoda Jessika supaya tidak ngambek. Siang itu keluarga Ramadhan makan siang yang berbeda, masakan Humaira memang enak.
Sementara itu, Humaira menikmati perjalanan menujubkantor suami nya sambil video call dengan teman teman nya perawat Rs Edelweis,tak lupa ada Bram juga.
"Woi... buk Boss!! santuy banget ya.. gak kayak kita kita mesti nguli jam segini!" teriak mely
"Ha ha.. sorry sorry nyonya boss mau songong dikit" Humaira bergaya memakai kaca mata nya, sontak teman teman nya ngakak.
"Ha ha ha.. Dek, sok banget lu!! gua gak berani wa lu lagi, takut pak boss cembokur!" Bram mengarahkan kamera hp mely ke wajahnya.
"Ha ha.. iya posesif banget laki gua mas! kalo rame rame gini video call insya allah gak apa apa.. tapi kalo elu pribadi bisa perang dunia gua!"
__ADS_1
"Ha ha.. iya iya.. elu sehat yang penting kan, eh bentar ya kami matiim dulu! ada pasien code blue nih!" Bram menyerahkan Hp kepada mely dan berlari ke kamar yang diinformasikan mengalami code blue.
"Humaira, udah dulu ya! kami mau bantuin temen di ruangan safir dulu!" Mely mematikan sambungan telepon mereka tanpa menunggu persetujuan Humaira.
"Aku kangen kalian..." Desis gadis itu, dia tersenyum sambil menatap kearah kaca jendela samping nya, baru 15 hari off kerja dan dia merindukan situasi sibuk yang menjadi makanan sehari hari Humaira dan teman teman perawat nya.
"Nona muda, kita sudah sampai!" Mang ujang membuyarkan lamunan wanita muda itu.
"Oh.. ya Mang, makasih ya!" Humaira keluar dari mobil dan sambil menenteng rantang makanan nya, lalu memandang sekitar kantor suami nya, gedung besar itu terlihat menjulang tinggi. Dengan percaya diri gadis itu melangkah masuk.
"Maaf, mbak ada yang bisa di bantu? kira kira ada urusan apa kesini?" Tanya seorang security menghampiri Humaira dan bertanya dengan sopan.
"Saya ada janji dengan Putra Ramadhan pak, siang ini beliau meminta saya datang keruangan nya!" Humaira menjawab sambil tersenyum.
Security itu melangkah ke Receptionist dan menanyakan apakah ada janji siang ini. Namun nihil, karena full scadul Putra di luar kantor dan ada janji sampai jam 5 sore dengan tamu penting. Tidak ada janji untuk tamu siangbini di kantor.
"Kalau boleh tau, anda siapa mbak?!" Security itu memandang Humaira dengan sarkastik dan tidak percaya, dia memandang dari ujung rambut sampai ujung kaki, tak percaya dengan ucapan gadis itu. Humaira mendapat pemeriksaan yang ketat karena masuk tanpa id card tamu dari pos jaga dan tanpa ada scedul janji dari daftar tamu.
Pandangan para karyawan disana pun terlihat mencemooh, gadis biasa yang hanya membawa rantang makanan, pakaian pun hanya ratusan ribu saja, cantik memang, namun bukan branded dan dari merek terkenal, perhiasan yang dikenakan pun seperti gadis biasa kebanyakan, membuat mereka heran kenekatan apa yang membawa gadis itu kesini.
"Saya Humaira mas, karyawan beliau juga."Jawab Humaira sambil tersenyum.
" Silahkan Mbak tunggu di Lobby depan saja, itu kursi nya ya mbak!" Security itu berkata tanpa melihat lagi kearah Humaira, dia berpikir Humaira seperti gadis nekat kebanyakan yang datang untuk merayu Putra, dan paling saat Putra datang nanti bahkan tak kenal dengan mereka.
"Baik mas, terima kasih!" Ucap Humaira sambil tersenyum, lalu berlalu dan duduk di sofa lobby. Humaira mengeluarkan gawai nya, dan melakukan panggilan.
tuuut...
tuuuut...
tuuuut...
tuuuut...
tuuuuut...
tuuuuut...
tuuuut....
tuuut....
Telepon Humaira tiba tiba mati, batrai nya loww bat.
"****** gua! mana nggak hafal nomer Putra lagi! gimana cara gua pulang ya?!" Humaira panik, dia lupa mengecas Hp nya dan tidak membawa carger.
"Mbak, permisi.. saya boleh pinjam carger gak? ponsel saya mati, saya mau menelepon seseorang" Humaira menghampiri Receptionis itu.
"Waduh mbak, nggak bawa saya! pinjam Hp saya aja mbak.. ini!"
"Mbak, saya nggak hafal nomer suami saya tapi.." Ucap Humaira
"Wah.. Mbak.. kok bisa nggak hafal nomor suami sendiri? parah ah si mbak!"
" Iya mbak.. saya baru 4 hari nikah soalnya,dan kebetulan kami juga baru kenal beberapa minggu ini,nkami nggak sempat teleponan kayak orang orang"
__ADS_1
"Wah.. di jodohin mbak ya?! sampe baru kenal segala" ucap si receptionis sambil cekikikan, lalu menatap ke arah teman nya yang tersenyum mengejek.
" Mbak, bisa mintak tolong telepon kan pak Putra ramadahn nggak? saya buru buru mau pulang soalnya"
"Wah... nggak bisa sembarangan orang bicara sama Pak Putra mbak.." jawab receptionis itu ketus
"Tapi ini emergensi sekali! saya juga baru di daerah ini mbak.. nggak kenal siapa pun!"
"Itu sih urusan mbak, maaf ya mbak! kami lagi sibuk" Receptionis yang satu lagi menjawab dengan nyelekit.
"Oh.. iya mbak.. maaf ya, mengganggu waktu kalian" Humaira meninggalkan mereka dengan kesal.
"Gua bilang karyawan dia aja pada gak percaya, apalagi gua bilang kalo gua ini istri Putra ramadhan, langsung diusir gua dari sini!" batin Humaira sambil duduk dengan malas. Tak terasa sudah dua jam Humaira duduk di Lobby menunggu, dan dia mulai lelah, mau pulang no telepon mang ujang di hp nya semua, dan hp nya mati. Putra di telepon dua kali tak mengangkat.
Jam dua siang, semua karyawan segera memulai aktivitas lagi dengan bekerja, karena sudah selesai makan siang dan beristirahat. Humaira tertidur sambil duduk di sofa Lobby karena lelah menunggu.
di lokasi lain, Putra selesai pertemuan dengan klien nya, lalu mengecek Hp. Ternyata Humaira menelepon sebanyak dua kali, dan waktu nya dua jam yang lalu. Putra kaget, lalu segera menelepon balik, namun ponsel gadis itu sudah tidak bisa dihubungi lagi. Putra cemas, dia segera menelepon Mama nya.
tut...
tut...
tut...
"Hallo..?!"
"Ma.. Humaira udah berangkat ke kantor aku belum?"
"Lho.. udah dari tiga jam yang lalu, kanu gak ketemu? mang ujang aja udah sampe disini satu jam yang lalu lho Put!"
"Ya allah.. Hp Putra silent ma! td humaira nelpon dua kali dan gak keangkat! putra telepon balik, gak aktiv lagi!"
"Coba kamu telepon ke kantor sekarang! jangan sampe ada apa apa sama Humaira!" Mama jessika cemas
" Iya ma!" putra segera menutup telepon nya,
" Bay, ke kantor sekarang juga ! Humaira udah dari tadi nunggu saya!"
"Siap tuan!" ucap nya pendek.
"Bay! buruan dikit!" Putra cemas
"Siap!" Bayu membenamkan Gas nya. Jarak kantor dan tempat pertemuan hanya 20 menit, namun karena ngebut hanya memakan waktu 10 menit. Ternyata Bayu mantan pembalap saat muda nya.
Saat Sampai di perusahaan, Putra segera berlari kedalam, dan alangkah terkejut nya Putra melihat Humaira tengah tertidur di sofa Lobby, dan tengah menjadi tontonan karyawan pria nya, ada beberapa orang yang memotret gadis itu, tertidur dengan cantik sambil kepala di sandarkan miring ke sandaran kursi kiri sofa.
Mereka memotret Humaira sambil mengupload ke ig masing masing, tak lupa dengan caption:
" ada malaikat mampir ke kantor kami"
Putra sangat emosi melihat kelakuan mereka, dengan kasar mengambil ponsel salah satu karyawan itu,
"Siapa yang mengijin kan kalian memotret istri saya?!!!!" Putra menggelegar marah, semua kaget bukan main dan ketakutan.
Mereka sungguh tidak tau menau siapa yang sedang mereka jadikan bahan candaan dan mainan di sosial media mereka. Mereka menggali kuburan sendiri.
__ADS_1
bersambung...