
💓 bantu vote ya...💓
Pagi itu, Rs edelweis dibuat geger denga surat kaleng yang ditemukan di loker wanita. terlihat foto humaira tengah di peluk ceo muda, dan beberapa lembar foto mereka tengah berjalan di lobby sebuah hotel.
"perempuan murahan!"
"iya!! dasar perayu lelaki!"
"eh... tapi tampang nya belagak polos chuy!!"
"namanya juga lon**! wajar lah begitu
"iya ya.. gaya aja sok alim, solat lah.. puasa senin kamis lah.. nggak taunya pecun!"
"iya.. isss jijik banget kenal sama perempuan gak bener macam gitu!"
hujatan demi hujatan mereka lontarkan tanpa mengetahui kebenaran infonya. mereka menelan bulat bulat berita fitnah dari surat kaleng yang tengah beredar itu.
mendengar keributan, pihak security segera menyambangi TKP, seketika mereka kaget melihat apa yang terjadi. segera pihak keamanan menyita barang bukti itu.
"kami harap tidak ada karyawan yang berbicara aneh aneh tentang pak putra, beliau sangat sensitive mengenai hal ini!!"
"dan kami berharap tidak membuat keributan disekitar rumah sakit! kami akan menyelidiki siapa dalang dari kejadian ini.
semua karyawati itu diam, mereka berbisik bisik seperti lebah. sementara itu eva bersimbah peluh ketakutan disudut ruangan, dia menyesal mengusik ceo itu. dia tak berpikir sejauh ini dampak perbuatan usilnya, di hati niat nya hanya ingin memberi pelajaran kecil kepada humaira, namun dia justru salah langkah.
Bu asih turun tangan langsung dengan kejadian ini, dia tak ingin putra meledak, saat ada yang memfitnah calon istrinya seperti itu. kemarin malam bu asih menerima berita langsung dari ceo muda itu, dia mengatakan akan menikahi humaira dan membebas tugaskan calon istrinya tersebut. dia diberi tugas kusus untuk memdampingi nya selama berada di jambi. bu asih terpana saat melihat eva dan teman temannya di rekaman cctv, karena bukti mengarahkan kepada ketiga wanita itu. mereka membawa sebuah amplop coklat berukuran besar, dan meletak kan di depan loker wanita, lalu ketiga nya pergi seolah olah tak terjadi apa apa.
"mereka betul betul cari mati...!" desis bu asih.
sementara itu, di lokasi terlihat putra serius dengan kegiatan pemantauan nya, dia tengah mendengarkan rincian detail tentang kelangsungan proyek yang sedang berlangsung saat ini, sesekali terlihat dia mengangguk ringan dan beberapa kali memberikan pertanyaan kepada sang arsitek, dan beberapa kali terlihat mereka menunjuk dan menoleh ke kanan dan kiri. enatah apa yang mereka bicarakan humaira sama sekali tak paham.
__ADS_1
Putra menyuruh humaira menunggu di mobil, sambil ngadem di tengah lokasi yang panas itu. selang beberapa menit terlihat mereka berjalan tergesa ke mobil, setelah Bayu terlihat berbisik disisi kanan tun nya.
"kok cepet put? biasanya ampe 1 jam kurang, ini bru 15 menit! udah kelar ya?!"tanya humaira heran. dia menyerahkan tisu dan putra malah tak mengambilnya. dengan isyarat di menyuruh humaira mengelap keringat yang membanjiri wajah tampan nya.
"hmmmmmm...."
"kita ada berita seru di rs" putra mengedipkan sebelah matanya.
"ada apa memang nya?"
"kita lihat aja nanti" putra menyeringai menakutkan. geram mendengar berita yang di sampaikan oleh Bayu, dia ingin segera mengetahui siapa yang berani berani mengusik kehidupan pribadi nya.
"apaan sih?! aneh deh..." humaira mengerucutkan bibir mungil nya.
Mobil yang mereka naiki melaju dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan bayu terlihat menghubungi seseorang.
"tuan, pelaku nya sudah terciduk!"
"perawat yang bekerja 1 ruangan dengan Nona muda" jawab Bayu datar.
"astaga... mereka sepertinya menggali kuburan sendiri, mereka menguji kesabaran ku!"
"mereka memang dikenal dengan komplotan biang onar tuan, 3 bulan yang lalu mereka terekam menjahili sepeda motor nona lalu mengempeskan ban nya!"
"hei hei.. ada apa ini? apa yang terjadi? kenapa aku sepertinya terlibat dalam hal ini?!" humaira mengerutkan kening nya, arah pembicaraan mereka seolah familiar.
"ha ha ha.. kau memang lambat urusan ini, sampai tak tau ada yang menjahili mu!" putra tergelak
"apaan sih?!"
humaira heran dengan ucapan Putra. mulai mencerna apa maksud nya. yang jelas soal sepeda motor dia tau bahwa ada yang menjahili, tapi dia tak tau siapa pelakunya, dan menurutnya juga tak penting mencari tau nya.
__ADS_1
setelah sampai di rs edelweis, ketiga orang itu segera melangkah ke gedung belakang. putra dan bayu bergerak dengan cepat, humaira keteteran mengiringi langkah lebar kedua pemuda itu.
"hei... kenapa kalian buru buru sekali?! aku nggak bisa ngiringin nih....!" humaira mengeluh, dan menghentikan langkahnha sesaat karena lelah..
putra berhenti, lalu menunggu humaira yabg tertinggal beberapa meter di belakang. dia tersenyum melihat humaira menges mengatus napas nya.
"kalian kayak lari aja!" mentang mentang tinggi diatas rata rata!" humaira ngedumel kesal
"cepatlah.. kakimu pendek sekali ternyata!" putra mengejek sambil tertawa
"iss jahat nya kamu!" humaira mendengus kesal. lalu berlalu mendahului putra.
"hei... di tungguin malah ninggalin ya!"
"salah sendiri, lambat sih!" humaira balas mengejek
"kau berani mengerjai ku ya?
"bodo amaaaat!,"
"waaaa.. awas ya.. nanti aku kasi hukuman"
"nggak takut tu!!!"
bayu hanya mendengarkan mereka, malas menimpali.
"pasangan lebay" bayu berujar dalam hati, lalu lebih dahulu membuka pintu untuk tuan putra, seketika semua yang ada di dalam berdebar dengan kencang.
putra dan humaira masuk secara bersamaan. lalu duduk di bangku yang telah di sediakan. humaira heran kenapa ada eva dan komplotan nya, lalu bu asih, dan beberapa security.
"ada yang bisa menjelaskan keadaan saat ini kepada saya??" suara putra terdengar menggelegar memenuhi setiap sudut ruangan.
__ADS_1
💗 bersambung 💗