
❤ yuk ajak temn teman lain membaca novel ini, jangan lupa vote, like, komen, and share ya... thank you 🥰
🖤🖤🖤
Prangggg......!!!!
Suara Hand Phone yang di banting itu menjadi sorotan, tak cukup satu, Putra kembali mengambil satu persatu Hand Phone di tangan karyawan pria yang kedapatan sedang memotret istrinya tanpa ijin tersebut, di lanjutkan dengan tujuh buah hand phone lagi.
Praaanggg..!!!!
Praaanggg..!!!!
Praaaangg..!!!!
Praaaangg...!!!
Praaaangg...!!!
Dan suara Hand Phone yang pecah berserakan itu berhasil membangunkan tidur cantik Humaira, dia mengerjap ngerjap kan matanya, dan pandangan matanya langsung menangkap sosok yang telah di tunggunya dari tadi. Segera dia membetulkan posisi tidurnya, entah berapa lama sudah dia tertidur di kursi itu akibat lelah menunggu.
Melihat Humaira yang terbangun Putra segera menghampiri istrinya.
"Sayang, kamu udah bangun?"
"Iya.. maaf aku ketiduran sayang, Hp aku Low batt nih makanya gak bisa telepon kamu lagi!" tiba tiba Humaira tersadar dengan keadaan sekitarnya, ada delapan orang yang berdiri di sana, Hand Phone yang pecah berserakan di lantai dan beberapa karyawan wanita yang terlihat berdatangan dan melihat dari posisi agak jauh kearah mereka.
"Sayang, ini ada apa?" Humaira bertanya karena heran
"Tidak ada apa apa, mari kita keruangan atas. Kamu pasti sudah lelah menunggu dari tadi, maaf ya Hp aku silent, jadi gak tau ada panggilan telepon dari kamu sayang!" Putra membantu istrinya bangkit dari sofa Lobby itu, dan setelah istrinya berdiri dengan pas Putra mengambil alih rantang yang di bawakan kusus untuk nya itu.
"Iya sayang, kamu telat lagi makan siang nya! oh iya tapi makanan nya sudah dingin nih, di ruangan kamu ada microwafe nggak? kurang enak kalo udah dingin gini dimakan! "
"Tidak ada sayang, tak apa kalo kamu yang masak aku bakal abisin semua! yuk ikut aku!"
Semua tecengang mendengar Putra berbicara dengan lembut pada istrinya, biasanya beliau adalah orang yang ketus dan tegas, tak jarang dia memarahi abis abisan bagi karyawan yang tidak becus kerja dan tidak kompeten.
"Bay! Tolong kau urus mereka!" Putra memeberikan titah kepada asisten pribadinya itu.
"Siap tuan!!" Jawab Bayu singkat, lalu setelah Putra dan Humaira menghilang di pintu lift Bayu mengalihkan pandangan kepada para karyawan nakal itu.
"Kalian dari divisi mana?" dengan tajam tatapan itu mengarah kepada ke delapan orang pemuda dihadapan nya.
hening....
"Apa lidah kalian sudah di makan kucing? sampai tak ada yang bisa menjawab pertanyaan ku?"
hening....
"Baiklah, sekarang kemasi barang barang kalian, keluar dari perusahaan ini sekarang juga!"
"Maaf pak Bayu.. kami cuma... bercanda... kami tidak tau gadis tadi adalah istri presdir kita"
__ADS_1
"Jadi lidah mu sudah di kembalikan oleh kucing ya?"
"Maaf pak..." pemuda itu menunduk ketakutan
"Security!!!" Bayu berteriak memanggil staff keamanan itu yang terlihat planga plongo ketakutan, karena dia ikut andil menahan Humaira naik keruangan Putra tadi.
"Siap pak!!!!" jantung nya berasa mau copot, di kepala nya terbayang sudah PHK yang akan diterimanya seperti ke delapan pemuda itu.
"Usir mereka dari perusahaan ini sekarang juga! kamu tandai wajah wajah mereka, jangan sampai mereka pernah menginjak kan kaki lagi di perusahaan ini!"
"Baik Pak!!"
"Ayo kalian semua keluar sekarang juga!" Security itu menarik paksa salah satu dari pemuda yang tertunduk lesu itu.
Setelah mereka keluar dari gerbang depan, barulah Bayu berjalan ke arah receptionist. Mata elang nya menatap tajam ketiga wanita itu, mereka sudah pucat pasi, takut akan kesalahan yang telah mereka perbuat. Mereka sudah salah meremehkan seseorang.
" Apa ada yang bisa menjelaskan kepada saya, kenapa Nona Muda bisa sampai kalian suruh duduk di Lobby? bukan nya kalian antarkan ke ruangan tuan Putra?"
"Maaf pak Bayu.. kami tidak mengenal beliau dengan baik, kami tidak berani mengizinkan nya naik ke ruangan Tuan Putra"
"Apa kau hadir saat acara pesta pernikahan kemarin?!"
"Kebetulan saya menjadi penunggu tamu di depan pak.."
"Jadi kau tidak mengenali beliau?!"
"Maaf pak.. beliau terlihat berbeda, pada waktu pesta di pelaminan kami melihat nona muda adalah sosok yang glamour seperti putri raja, dan sedangkan tadi beliau seperti wanita biasa saja, makanya saya tidak mengenali nya" wanita itu membela diri
"Iya pak.. maaf"
"Bereskan barang barang kalian! segera tinggalkan perusahaan ini!"
"Tapi pak.. kami tidak sepenuh nya bersalah! saat kami tanya beliau siapa justru nona mengatakan bahwa dia adalah karyawan Tuan Putra juga!"
"Dan kalian sama sekali tidak mempercayai nya? nona muda memang karyawan Tuan Putra juga, nona muda dulu bekerja di Rumah sakit Edelweis cabang propinsi Jambi! dan setelah beliau mengatakan itu apa yang kalian lakukan?"
"Kami melihat daftar scadule, beliau tidak ada janji atas nama Humaira di sini!" Receptionis itu memperlihatkan buku scadule tamu milik putra
"Apa kau tidak bisa membaca? ini yang jam 12:00 wib, jelas tertulis disini jadwal makan siang dengan istri presdir!"
"Maaf pak.."
"Apa tadi nona muda memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama nya?"
"Iya pak Bayu.. beliau menyebutkan nama nya Humaira, dan karyawan Pak Putra juga!"
"Jadi kau juga tidak mengetahui siapa nama istri Pemilik perusahaan kita?! coba kau sebutkan nama nya siapa!!"
"Alesha Humaira Akbar pak..."
"Itu kau sepertinya hafal sekali, kenapa kalian bisa seceroboh ini?! "
__ADS_1
" Maaf pak.."
"Kemasi barang kalian, perusahaan tidak membutuhkan karyawan tidak kompeten seperti kalian! bahkan istri presdir saja kalian tidak tau! kecuali kalian tidak hadir di acara pernikahan beliau, aku bisa memaklumi hal itu!"
"Tapi pak..."
"Tutup mulut kalian, keluar baik baik atau ku seret dengan tidak sopan!"
Ketiga wanita itu lari terbirit birit keluar, lalu security yang tadi menahan Humaira di Lobby masuk ke dalam.
"Kau kenapa kesini? silahkan ikut dengan mereka!"
"Maaf pak?"
"Kau juga di pecat"
"Saya bisa jelaskan pak.."
"Kau lalai dalam tugas mu! "
"Saya betul betul tidak tau pak, bahwa itu istri direktur"
"Jadi itu alasan mu?"
"Maaf pak..."
"Tinggalkan perusahaam ini sekarang juga!" mata Bayu berkilat marah, lelaki di hadapan nya itu segera menciut, dengan perlahan dia melangkah keluar dari perusahaan seperti mereka yang telah di usir nya.
"Apa yang kalian tonton disana?! mau bernasib sama?!!!" Bayu melotot kepada sekelompok wanita di pojok ruangan yang menonton kejadian itu.
Seketika itu juga mereka berhamburan ke meja masing masing untuk memulai kembali pekerjaan mereka yang tertunda beberapa saat tadi.
Bayu menggeleng kan kepala nya, tak lama dia mengekuarkan gawai, dan menelepon seseorang.
tuuutt.....
tuuuuttt...
"Hallo pak Bayu, selamat siang!"
"Iya, Deni! coba kamu rekrut karyawan untuk posisi receptionis sebanyak 3 orang, bagian produksi 8 orang, sexurity 1 orang!"
"Maaf pak?? kenapa ya pak! bisa tiba tiba begitu?!"
"Aku baru saja memecat mereka, atas perintah tuan Putra.
"Ooowh... baik lah pak, terimakasih untuk informasi nya!"
"Sama sama!" ucap Bayu sambil menutup panggilan nya.
Segera dia berjalan menuju lift dan menekan angka 40, dimana ruangan nya dan ruangan Putra berada. Akan menjadi hari yang panjang hari ini. Begitu pikiran Bayu sambil membuka email dan mengecek bursa saham internasional.
__ADS_1