
hai pembaca ku yang setia..
mohon maaf beberapa episode ini agak singkat..
author lagi banyaaaaaak banget aktivitas di dunia nyata..
jadi di sempat kan sewaktu sedikit senggang menulis story ini..
❤❤❤
Sore itu setelah jam menunjukkan kan angka 5 sore, Humaira sudah di ijinkan untuk rawat jalan saja, mereka bersiap siap segera memgemasi barang bawaan selama di rawat di rs selama 4 hari ini.
"Mas, kita pulang kemana? kan kita nggak ada rumah di sini?" Humaira bertanya.
"Punya kok sayang.. ada apartemen di Hera Place, kita kesana saja" jawab Putra pendek.
"Oh ya? hmmmm boleh juga ide nya!" Jawab Humaira.
"Kamu ada yang mau dibeli dulu sebelum kita pulang? atau mama ada butuh sesuatu?" tanya Putra kepada istri dan mertua nya itu.
"Enggak ada" jawab kwdua ibu dan anak itu kompak.
__ADS_1
"Oke kita segera meluncur pulang kerumah." ucap Putra riang.
"Mama, nanti aku mau di masakin rendang padang ya, tapi jangan hari ini besok ato lusa aja, mama masih lelah baru nyampe kalo hari ini!" Humaira memijit mijjt lengan mama nya dengan manja biar maksud hatinya dikabulkan, modus memang.
"Hmmmm kalo ada mau nya aja mama di pijitin, kalo enggak mama di cuekin deh!" Ucap bu Puri mengolok putri nya.
"Mama jangan gitu dong.. aku nggak pernah cuekin mama kok, mama yang kerja melulu, jarang ada kesempatan buat berduaan sama aku! makanya jarang di pijitin" elak Humaira sambil terkekeh.
"Kalo di bilangin ada aja alasan istri kamu ini lho Put!" mama Puri menyentil hidung bangir Humaira.
"Aduh duh duh.. mama penyiksaan, ini kekerasan terhadap anak! aduh duh.. tolong akuh.. yang!!" Humaira berpura pura kesakitan.
"Ha ha ha..." Tawa renyah terdengar dari dalam mobil itu, menandakan kecerian sudah kembali menghangatkan situasi.
"Tuan.. kita sudah sampai!" Bayu menyampaikan dengan hati hati, dia tidak ingin mengganggu kebahagian majikan nya itu.
"Baik pak boss, yuk mah!" Jawab Humaira. Dan akhirnya mereka bertiga memasuki kawasan elite itu, tak bisa di pungkiri Humaira dan ibu Puri mengagumi tempat itu, sangat cantik dan tertata rapih, sangat memanjakan mata.
"Eh mas, ada kucing di sana! jangan tutup dulu lift nya!" Humaira berlari keluar dari lift, dan menuju kearah kucing kecil itu, lalu memungut dan menggendong nya.
"Sayang kucing nya dekil banget!" Putra menatap risih.
"Ntar kita mandiin deh, biar cantik! ini sebenar nya cantik lho yang! cuma gak terawat aja! aku pelihara ya!" Humaira menatap dengan tatapan memohon.
"Tapi sayang, jangan yang ini ya.. nanti aku beliin kucing yang bagus dipetshopp buat kamu! ini dekil yang!" Putra memberikan penawaran.
__ADS_1
"Aku nggak mau yang, aku mau nya yang ini! please...!" lagi lagi dengan tatapan memohon. Mama Puri hanya tersenyum melihat adegan itu. Kejadian itu persis ketika Humaira berusia 5 tahun, sepulang main sepeda dengan teman teman nya dia pulang dengan menenteng seekor anak kucing dalam gendongan nya, dan memohon agar di ijin kan oleh sang mama untuk memelihara kucing, ibu puri luluh saat anak nya memohon seperti itu.
"Hmmmmm.... ya udah deh, tapi kita vaksin duku ya! terus kita grooming ke salon hewan biar bersih, dan nggak bau!" Putra mengajukan persyaratan.
"Asyiiiik! makasih sayang! Mama aku ada kucing lagi mah! ampir 2 tahun setelah Moli pergi, aku bisa lagi piara kucing!" Humaira melompat kegirangan.
"Ma.. siapa si moli?" Putra bertanya sambil berbisik karena saking penasaran.
"Kucing kesayangan dia nak, 2 tahun yang lalu mati, karena waktu itu dia lagi praktek didaerah, jd kucing nya dititip kepetshopp, disana tiba tiba sakit dan mati, jadi dia sedih banbet waktu itu!" jawab mama Puri sambil berbisik juga. Putra mengangguk angguk paham, ternyata istrinya seorang catlover.
Sore itu Bayu memanggil jasa grooming hewan ke apartemen mereka, lalu tak lupa setelah itu kucing itu divaksin dan di berikan beberapa vitamin.
"Sayang, coba kamu lihat sekarang dia cantik kan? karena sudah dirawat dengan baik sayang! makanya jangan menilai dari penampilan aja, semua nya bisa cantik sekejap dengan bantuan perawatan yang tepat!" Humaora berseronseri melihat anak kucing lucubitu berlari kesana kemari.
"Iya sayang..." jawab Putra sambil tersenyum, di tambah lagi humaira bermakn bersama kucing baru itu, dan tak lupa gadis itu ikut berguling sana sini dibatas sofa mengikuti tingkah si kucing.
"Mas, nama nya bubu ya! aku rasa lucu deh! gimana menurut kamu?!" Tanya humaira.
"Iya sayang, lucu! semua terserah kamu mau nya gimana! aku bakalan selalu ada buat kamu!" jawab Putra.
Dengan senang hati Humaira berlari dan memeluk Putra, Putra terus terang sangat kaget dengan serangan mendadak dari istrinya.
"Sayang, makasih banget ya... aku suka sekali kamu penuh pengertian"ucap Humaira.
"Iya sayang, apa sih yang enggak buat kanu?!" jawab putra sambil membalas pelukan hangat istrinya.
__ADS_1
bersambung...