
💕 yuk bantu promo novel ini dengan mengajak teman teman mu membaca nya 😇 💕
"Kau harus mempersiap kan dirimu sayang..."
"Apa yang harus ku persiap kan memangnya?" tanya humaira bingung.
"Jangan pernah biarkan orang lain memandang rendah dirimu! ingat siapa kamu! kau adalah pasangan seorang Putra Ramadhan! orang no 1 di Asia!!"
"Ya.. tapi menurut ku, kita juga harus bisa memaafkan kesalahan seseorang, karena jika melakukan kesalahan itu adalah manusiawi!" jawab humaira
"Ya.. kita bisa menilai kesalahan seperti apa yang bisa kita maafkan! jika mengenai harga diri itu tidak boleh di anggap main main! kau adalah sesuatu yang berharga dalam hidupku, aku tidak suka ada yang melecehkan mu dan memandang rendah dirimu
"Ya aku tau itu.. mereka sangat keterlaluan!"
"Lalu kenapa kau maafkan begitu saja? melihat mereka saja aku ingin menguliti mereka hidup hidup!"
"Mereka masih memakai tradisi tinggal di asrama sayang.. mereka berpikir anak baru harus menunduk seperti kacung mereka, namun aku berbeda! jika menurut ku itu wajar ku lakukan, jika tidak wajar tidak akan ku sentuh sedikitpun!"
"Bagus!! aku suka prinsip mu!"
"makanya mereka tidak menyukai ku, mereka menilai aku sebagai junior yang suka membangkang! namun aku tidak menyangka mereka bakal kelewatan seperti ini!mereka sudah hilang akal!"
"Lusa kita berangkat ke jakarta!"
"What?!"
"Yess.. !! dan kamu bersiap lah, aku akan memperkenalkan kamu kepada kedua orang tua ku!"
"Tapi aku butuh ijin dulu sama mama!"
"Baiklah! kau boleh menghubungi mama mu terlebih dahulu!"
"Oke, tapi aku berharap ini tidak main main"
"Aku tidak pernah main main dengan semua ucapan ku sayang!"
"Aku percaya padamu!"
"Aku suka itu!"
Putra tersenyum, akhirnya bisa meluluhkan gadis keras kepala itu.
"Kau suka ini?!" putra memperlihatkan sebuah foto cincin
"Wow...! cantik dan simple! aku suka!"
"Ini aku sendiri yabg mendesain nya, saat kita sampai dijakarta, cincin ini akan di tempah sesuai ukuran jarimu!"
"Kau bisa desain perhiasan juga!"
"Hanya sekedar hobi saja"
"Aku suka!"
__ADS_1
"Semua nya untuk mu sayang!" putra meraih tangan gadis itu dan mengecup nya, membuat humaira malu.
"Apa kau tidak malu kepada bayu?!" bisik humaira
"Tidak, karena dia adalah orang kepercayaan ku yang paling kukenal! dia sudah seperti foto copy diriku!"
"Dia seperti bayangan mu!" bisik humaira pelan, putra tertawa, dia tau humaira canggung karena posisi bayu selalu menempel kemana mana dirinya pergi.
"Tuan, kita sudah sampai!"
"Baiklah, mari kita turun!"
Mereka bertiga turun untuk menikmati makan siang, seperti biasa humaira dan putra di meja terpisah dengan bayu, pemuda itu duduk di meja beberapa deret sesudah mereka. Bayu seolah ingin memberi kan privasi untuk makan siang pasangan baru itu.
Setelah selesai makan siang, dan mengobrol beberapa topik, mereka segera kembali meluncur ke lokasi terakhir, saat ini mereka menuju daerah kuala tungkal, perjalanan yang jauh menakan waktu berjam jam dan di tambah denga kondisi jalan yang jelek, membuat perut tidak nyaman.
Humaira menyandarkan kepala nya ke sandaran kursi, dia mual karena goncangan jalan itu, serasa sedang naik ambulance saja saking mual nya.
"Kamu pusing?!" tanya putra
"Tidak, cuma sedikit mual saja! ini pertama kalinya aku ke lokasi ini!"
"Hmmmmmm... aku sudah dua kali, dulu saat survei lokasi awal, dan sekarang waktu peresmian tempat ini!"
"Kau membuat apa disana?"
"Aku membangun objek wisata , dan sebuah hotel"
"Hanya jika ada proyek penting saja! karena cabang kita ada diseluruh Asia!"
"Kau pasti sangat kaya...."
"Sudah pasti sayang.."
"Aku takut tidak pantas mendampingi mu putra..."
"Kau bicara apa!"
"Ya.. kau mestinya paham perasaan ku bukan? kau tau aku bukan siapa siapa! "
"Kau adalah wanita pilihan ku! siapa yang berani mengatakan kau bukan siapa siapa? dia akan berhadapan dengan ku!"
Humaira tersenyum, dia sendiri tidak yakin bagaimana kedepan nya nanti.. namun dia menyerahkan semuanya kepada tuhan, semoga lancar saja, yang penting berdoa dan tawakal. Jam sudah menunjukkan pul 23:00 wib, rasanya lelah sekali. Beberapa kali gadis itu menguap, dan akhirnya sepanjang perjalanan pulang humaira tertidur. Putra memindahkan nya untuk berbaring di pangkuan nya. Sesaat setelah memasuki kota jambi putra membangunkan humaira, putra kelaparan.
"Sayang bangun! kita sudah sampai!"
"Mmmmmm??? " humaira membuka matanya perlahan.
Astaga.....
"Kapan aku tidur di paha mu?!"
"Ah.... ehem.. sudah dari 3 jam yang lalu!"
__ADS_1
"Maaf aku tidak tau!"humaira memerah menahan malu
"Aku maaf kan! sebagai gantinya temani aku makan mala ! aku lapar sekali!"
"Baiklah! kita mau makan di mana?!"
"Apa masih ada restoran yang buka jam segini?!"
"Aku rasa sudah tidak ada lagi, sudah jam 12 malam!" humaira terpekik melihat waktu.
"Kalau begitu kita kehotel saja, kita pesan makanan dari kamar saja! mereka selalu stand by untuk hal hal seperti ini!" putra memutuskan.
"Baiklah, tapi kau harus berjanji! ini hanya sekedar makan malam!"
"Memangnya kau menginginkan apa selain makan malam?!" putra tersenyum nakal
"Berhenti mengolok ku! kau seharusnya paham posisi ku saat ini!"
"Baiklah!" ucap putra menutup perdebatan itu.
Sesampainya di hotel, putra memerintahkan bayu untuk bisa beristirahat di kamarnya, karena dia ingin menikmati makan berdua dengan gadis pujaan hatinya itu.
Tak berapa lama pesanan mereka datang, segera para pelayan itu meletakkan dan menyusun semua makanan itu ke atas meja makan, lalu mereka menata se apik mungkin dan terakhir lilin indah itu dinyalakan, seketika candle light dinner seperti yang di persiapkan oleh oppa oopa korea untuk pacarnya saat melamar pasangan nya. Humaira terpana ketika keluar dari kamar mandi, dia mengagumi dekorasi dadakan yang cantik itu. segera putra mempersilahkan gadis itu duduk.
"Kapan kau mempersiap kan ini?!"
"Baru saja.. dan kurasa ini harus ku lakukan sayang!" segera pria itu berdiri dan melangkah mendekati kursi milik Humaira, lalu dia berlutut sambil mengulurkan tangan nya yang berisi sebuah kotak cincin yang cantik.
"Humaira... will you marry me ?! " ucap nya simpel tapi sarat akan arti.
Humaira berasa sedang menjadi seorang putri raja dadakan, dia tergugu dan sesaat tidak bisa berkata apa apa..
"apa aku mimpi...?" dia seolah tak percaya, ternyata Putra memiliki sisi romantis juga
Akhirnya dia mengangguk sambil tersenyum merekah, linangan air matanya membasai pipi mulusnya, dia menangis haru karena saking bahagia nya, ternyata begini rasanya jika di perlakukan dengam begitu spesial dan romantis oleh seorang pria dewasa, selama ini dia hanya bisa melihat dari drama drama korea kesayangan nya saja, namun saat ini dia tengah menikmati momen yang indah itu, sungguh menyenangkan sekali..
"Thank you honey, i will always love you.. " putra segera berdiri dan menyematkan cincin ke tangan indah gadis itu, lalu mengecup nya dengan mesra.
Humaira hanya bisa mengangguk bahagia, jawaban doa doa nya terjawab sudah, dia selalu berharap dipertemukan dengan sosok yang serius dan menghargai keberadaan nya, serta mencintai dirinya apa ada nya.
Malam itu menjadi makan malam terindah bagi humaira, dimana dirinya di pertemukan dengan seorang lelaki dewasa yang dikirimkan tuhan spesial untuk menjadi imam nya dimasa depan kelak.
**hayooo siapa yang pengen di lamar dengan romantis seperti humaira?? hehehe 😄
bersambung**...
__ADS_1