
terimakasih sudah setia membaca karya ku..
salam hangat
💞
author
💋💋💋
Naila terus merangkak, sambil menggoda Bayu, dia yakin Bayi akan terangsang menyaksikan dirinya seperti itu. Namun Bayu justru jijik, dia tak suka perempuan seperti itu, dia menjunjung tinggi harkat seorang wanita, begitulah yang di ajarkan ibunya, tak sedikit pun terbesit keinginan untuk menerima ajakan ibslis dari Naila.
"Kau diluar kendali Naila.." Bayu bertepuk tangan , memberikan kode kepada seseorang.
Tiba tiba tiga pria sangar keluar dari pintu samping, seketika Naila pucat pasi, dia segera mengambil pakaian nya yang telah berserakan di mana mana.
"Hei nona.. tak usah kau pakai lagi, kami sudah menyaksikan tingkah mu dari tadi, kau lihat cctv di atas? dan kamera di belakang mu?" Laki laki itu tertawa terbahak bahak.
"Pergi kalian!!!" teriak Naila menahan malu, amarah nya meledak seketika.
"Ah.. sudah lah, kau memang rendah nona.. jangan pernah meremehkan istri Tuan Putra lagi, kau tak sebanding dengan beliau!"
"Apa kalian tadi mendengar? dia merasa lebih baik dari pada Nona muda! ha ha ha ha ha!!" mereka terawa mengejek wanita itu.
"Pak Bayu, serahkan perempuan ini kepada kami! akan kami urus dengan baik!"
"Baiklah! silahkan kalian nikmati waktu dengan nya!" Bayu meninggalkan mereka, lalu meraih gawai nya dan menekan nomor telepon Tuan muda nya.
tutt...
tuutt...
__ADS_1
tuutt....
"Apa kau sudah berhasil?!"
"Sudah tuan, pelaku sedang mendapat kan pelajaran dari algojo kita!"
"Siapa pelaku nya?!"
"Naila tuan, sekretaris anda!"
astaga...
"Berani sekali dia mengancam ku! habisi dia! kau paham?!"
"Baik tuan!!"
tiba tiba.. terdengar perdebatan antara Putra dan Humaira, bayu tak enak menguping, namun gak enak juga menutup panggilan itu, dia pasrah dengan keadaan, dia hanya bisa diam.
"Bayu.. ralat, beri dia pelajaran yang tepat, buat dia tak berani mengulang lagi, hancurkan bisnis ayah nya, dan buat bangkrut, aku tak ingin mendengar apapun tentang dia lagi! "
tut... tut.. tut...
tut... tut.. tut...
"Iya Pak Bayu... kami sedang bersenang senang dengan baik, jangan cemas!" ucap algojo itu sambil menyeringai, kedua pria yang lain sedang memuaskan nafsu birahinya kepada Naila, terdengar teriakan gadis itu meminta ampun dan minta di hentikan, namun mereka tak menggubrisnya.
"Jangan bunuh dia, cukup berikan pelajaran saja, setelah kalian bersenang senang, antar kan dia kerumah orang tua nya, karena tuan Putra meralat perintah nya. cukup di berikan pelajaran yang tepat saja!" Ucap Bayu tegas, lalu menutup telepon nya.
"Guys! udah puas belum? "
"Ya ampun!! baru juga bentar! kenapa?!"
__ADS_1
"Ada perubahan rencana! jangan bikin ****** ni cewek! amanah nya cuma berikan pelajaran yang tepat aja!"
"Tapi boleh pake kan?!"
"Bisa lah.. itu kan dia sendiri yang minta tadi! gak lu liat tadi dia nyerahin diri sama pak Bayu?! sampe merangkak rangkak minta di ewek, ya.. sukur sukur gua gantiin, ya gak?!" ucap nya sambil menyeringai, Pria itu terus memompa Naila dengan brutal, tak peduli teriakan kesakitan gadis itu, mereka menjambak rambut nya, menampar dengan kasar, dan memukul bokong Naila dengan keras.
"Woi, gantian doong! si otong gua ngeceng nih!!"
"Gua belom *****! 5 menitan kelar juga!!" Pria itu tak mau melepaskan.
Setelah beberapa saat pria itu pelepasan, barulah dia melepaskan tubuh gadis itu, dia mencampak kan dengan kasar ke lantai.
"Ah.. gue pake sisa elu dong!" Ucap pria yang satu lagi, dia memulai aksinya, naila kembali berteriak mengaduh, dia menangis sesenggukan.
"Jangan nangis neng, gangguin aja suara lu!"
plakk..
tamparan itu kembali melayang kewajah nya. Naila seketika tumbang, dia pingsan. Namun pria itu tak menghentikan aksinya sampai pelepasan nya tiba.
"Woi, jangan mati lu! gua belum dapet jatah ni!!" Pria terakhir menyiram kepala Naila dengan seember air, gadis itu terbatuk batuk, dan sadar dari pingsan nya.
"Tolong hentikan.. toloong... saya mohon sama kalian...."
"Sstttttt! berisik!"Ucap mereka, lalu pria terakhir memulai aksinya tanpa ampun. Naila kembali merintih dan mengaduh, dia menangis.
"Udah jangan nangis lu.. udah nggak perawan juga! apa yang lu tangisin?! tadi gua liat lu agresif banget waktu ngerayu Pak Bayu!" laki laki itu menjambak rambut Naila.
"Iya bro.. nggak gigit lagi, udah longgar, keseringan maen nih cewek keliatan nya!"
"Iya.. loss banget!" mereka mengumpat kesal.
__ADS_1
Naila kembali pingsan, setelah di bom bardir berkali kali, dia rasanya tak ingin membuka mata nya lagi.
bersambung...