
Yuk bantu author agar lebih semangat menulis cerita ini! bantu vote like komen and share ya..
thank yau 🥰
🖤🖤🖤
Selang infus menancap di tangan mungil itu, selang oksigen juga menghiasi hidung nya, gadis itu terlihat sangat menyedihkan. Cerita duka dikala bulan madu, saat pasangan yang lain tak puas puas nya menikmati monen keromantisan mereka, Humaira malah tergeletak di ranjang sebuah rumah sakit elite di kota Bali, terlihat dasa nya naik turun menandakan bagai mana dia suaah nya berusaha mengais nafas.
"Sayang... bangun.... maaf kan aku!" Putra mencium kening pucat itu. Penyesalan menghantui dirinya, yang telah semena mena bersikap arogan kepada gadis itu. ternyata dia sangat rapuh, Putra tak menyangka di balik sifat galak dan pemarah nya, ternyata sekali mengalami patah hati bahkan gadis itu berniat mengakhiri hidup nya yang berharga. Cinta memang buta, tak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Sudah dua hari Humaira tergeletak di kasur pasien itu, dia sudah sadar, namun hatinya mengeras, sedikitpun dia tidak mempedulikan Putra, dia menganggap Putra seperti makhluk trnasparan dan tidak terlihat. Putra meminta maaf berkali kali, Humaira menjawab hanya dengan anggukan, sekalipun dia tak pernah lagi berbicara. Terlihat gadis itu banyak melamun, sekali sekali dia tersenyum saat mengetik pesan di ponsel nya. Entah kepada siapa senyuman manis itu di berikan, yang jelas Putra tak melihat lagi senyuman itu untuk dirinya.
"Sayang.. kamu kirim pesan ama siapa? asik banget?!"
Hening tak ada jawaban, hanya lirikan tajam dari mata gadis itu beberpa saat lalu segera beralih kembali kepada ponsel nya. Putra tak berani melanjutkan pertanyaan nya, dia hanya berani memandangi tingkah istrinya itu daei kejauhan, karena jika di dekati Humaira akan marah dan menangis tersedu sedu. Dokter mengatakan bahwa Humaira mengalami trauma psikis terhadap Putra.
__ADS_1
Tiba tiba Humaira berdiri, dan berjalan terseok seok. Putra yang melihat itu segera bangun dari duduk nya,
"Mau kemana sayang?!" Tanya Putra sambil membantu memapah tubuh lemah itu.
"Aku mau ke kamar mandi! bisakah kau lepaskan aku? aku tidak mau merepot kan orang lain!"
" Sayang.. aku suami mu! aku bukan orang lain!"
"Ya.. kau suami ku.. kau suami ku yang telah mencampak kan aku dengan semudah itu! kau mencampak kan aku seperti sampah! aku memang bodoh! aku tidak berguna! aku memang sampah!!! aku mau mati saja!!! hikss.. hiksss... hikssss...!!!" Humaira menangis sejadi jadi nya, lalu menghempaskan pegangan Putra, dia membanting badannya kekanan dan kekiri hingga terlepas daei dekapan Putra. Lalu berakhir dengan membenturantai dengan sangat keras, kepala gadis itu mengenai sudut meja kaca sehingga mengalami luka yang cukup dalam, darah berceceran dimana mana. Putra panik dan meraih tubuh istrinya yang tergeletak bersimbah darah ternyata Humaira sudah tidak sadarkan diri, jarum infusnya juga tercabut akibat dia meronta ronta tadi.
Putra panik melibat Darah berceceran dimana mana. segera dia memencet bell di samping bad pasien, dan bantuan dari tim medis segera datang, Humaira di tangani dengan baik dan cepat. Kinerja rumah sakit elite itu tidak perlu di ragukan lagi.
"Apa maksud mu?! kalau bicara yang jelas!!"
"Apakah anda memiliki masalah dengan ibu sebelum nya? karena kalau untuk penyakit lain tidak ada! ibu hanya menderita depresi ringan saja, ini di akibat kan perasaan sedih yang berlebihan! hingga emosi nya tidak stabil bahkan histeris sendiri!"
__ADS_1
"Bagai mana cara mengatasi nya? apa kah kami bisa seperti semula lagi?!"
"Itu tergantung bagaimana perasaan pasien sendiri, jika dia mampu mengatasi dan mengontrol emosi nya dengan baik, maka semua akan berjalan dengan mudah"
"Apa yang harus aku lakukan?!"
"Lebih baik kalian konsultasi ke psikolog, utarakan permasalahan kalian, dan perbaiki sebelum terlambat"
"Kenapa kau tidak memberi tahu ku dari awal?!"
"Anda tidak jujur penyebab ibu sakit kepada kami pak!"
"Hai.. kau kan juga sudah berumah tangga, tak mungkin kita mengumbar aib kita kepada khalayak!"
"Baik lah, saya paham kondisi anda, saat ini ibu harus dioperasi, karena luka di kepala nya lumayan dalam, jadi harus dilakukan tindakan pembersihan luka di kepala nya, untuk menghindari infeksi, tapi harus di ruangan operasi. Jika bapak berkenan Silahkan tanda tangan surat ini!"
__ADS_1
"Baiklah! lakukan yang terbaik untuk istriku!" Putra menandatangani surat itu. tak berapa lama beberapa orang perawat menjemput istrinya menuju kamar operasi..
bersambung...