Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
percaya saja


__ADS_3

 


Dengan tergesa gesa Putra berjalan menuju kamar istrinya di rawat, setelah siuman dan di periksa dokker secara detail kondisi Humaira sudah jauh membaik, dan sudah bisa di rawat d ruang perawatan biasa, Putra tidak sabar ingin berjumpa dengan istri nya, dan di samping sudah ada Bram dan Bayu yang mendampingi boss besar itu, setiap berpapasan ketiga pria itu berhasil membuat hati para gadis gadis meleleh.


 


"Assalamualaikum!!" Putra mengucapkan salam, berharap segera di jawab, namun tak ada. Karena penasaran Putra membuka pintu tersebut dan tidak menemukan siapapun di ruangan itu.


 


 


 


"Kemana Humaira??!" Putra terlihat cemas, dia menatap tajam para pengawal kusus yang berjaga di depan kamar istrinya itu.


" Maaf tuan, tapi sejak nona di pindahkan ke kamar ini kami tidak pernah meninggalkan pintu ini, dan beliau tidak pernah keluar melewati pintu ini!" Pengawal itu gusar, mereka saling berpandangan bertanya tanya kemama perginya nona muda itu.


 


krieeeet.....!!!


Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka, dan kepala seorang wanita muda keluar dari pintu itu.


 


"Siapa?!" Humaira heran melihat kerumunan orang itu berkumpul di kamar rawatan nya.

__ADS_1


"Sayang! kamu lagi di kamar mandi?" Putra lega saat melihat istrinya baik baik saja.


"Sayang?! maaf anda siapa? kenapa ada di kamar saya?!" Humaira keluar sambil menenteng botol infus nya, dengan sedikit terhuyung huyung, efek bius membuat nya cukup lama pingsan dan sedikit pusing.


"Kamu tidak apa apa?!" Putra meraih tangan wanita itu hendak membantu memapah berjalan menuju bed pasien.


"Hei.. siapa kau?! lepas kan aku!! eh,, dokter Bram!! kapan sampe nya? " Humaira sumringah mendapati sosok yang di kenal di antara para Pria pria berbadan atletis itu.


"Hai, aku baru saja sampai! aku di hubungi langsung oleh suami mu!" Bram tersenyum ramah, dia sedikit tidak enak kepada Putra, karena Humaira malah mengenali dirinya di bandingkan Putra. Terlihat wajah Putra memerah menahan kesal, karena tangan nya ditepis oleh istrinya itu.


"Suami? lu jangan bercanda mas.. kapan nikah nya gua!! kalo mau ngerjain nanggung amat!! bilang aja lu mau kenalin gua sama temen lu ini! iya kan?!" Humaira tertawa terbahak bahak, berpikir candaan Bram lucu menurut nya, namun basi.


"Gua serius Ra.. elu dah nikah! ini suami elu! Putra Ramadhan! CEO Lippi group pemilik rumah sakit tempat kita kerja! sekarang lu lagi bulan madu! terus tiba tiba lu kecelakaan, di bawa lah elu kesini, di rawat! kemarin elu abis operasi Ra.. kena geger otak ringan lu! amnesia jugak! post trauma!!" Bram menjelaskan


"Ah.. masa gua udah nikah! masa gua amnesia, ini gua masih inget elu! amnesia apaan?!" Humaira mulai kesal, Bram mengada ada menurut nya, dan bercanda nya tidak lucu lagi.


"Suami dari Hongkong!! mas lu nggak lucu tau! bilang aja lu mau comblangin gua ama ni laki laki! ngenes banget ya nasib gua ngejomblo makanya lu mau comblangin gua!" Humaira mengerucutkan bibirnya.


"Maaf pak, bisa bapak ambil kan buku nikah bapak? sama foto foto pernikahan kalian?! nih anak perlu di kasih bukti pak, nggak percayaan dia!" Bram berbisik kepada Putra. Putra mengangguk dan menginstruksikan Bayu mengurus semua itu.


"Lu ngomongin apaan?! duduk semua.. kalo mau ngebesuk jangan pake drama dramaan! maaf gak ada apa apa nih!" Humaira mempersilahkan para tamu itu duduk.


 


"Nona.. maaf aku lancang, tapi apa kamu benar benar melupakan ku?" Putra menatap lekat manik indah itu, mencari tatapan lembut dan teduh yang selama ini melelehkan hatinya.


 

__ADS_1


"Iya.. saya belum pernah melihat anda pak, maaf sebelum nya jika kurang ramah!" Humaira tersenyum.


"Hadooh... amnesia kok yang penting gini sih dek? lu kepentok tiang jemuran dimana.! suami sendiri ini lho...!" Bram gemas sekali. Putra menatap Bram tajam, dia tidak suka keakraban mereka.


"Ha ha ha.. demi apa juga gua mesti ngomong mas, sumpah gua nggak kenal sama temen elu yang ini!" Humaira kembali tertawa.


 


"Tuan, ini buju nikah anda! kalau untuk album sepertinya tidak bisa saya cetak sekarang, tapi kalau file ada di sini !" Bayu datang dan menyerahkan semua yang di minta Putra.


 


"Baik, kalian semua boleh keluar!" Putra memberikan perintah kepada semua nya. Segera mereka berdiri dari kursi itu dan melangkah keluar.


"Stop!! mas Bram kenapa ikut keluar?!" Humaira tidak mau tinggal sendiri dengan pria itu, dia sama sekali tak mengenali nya.


"Oke, Bram kau tinggal disini!" Putra menyetujui keinginan istrinya.


"Maaf pak, tapi saya kurang nyaman, akan mengganggu privasi anda!" Bram kurang setuju.


"Apaan sih mas, elu nggak lucu sumpah!" Humaira memaki. Kesal sekali melihat sikap Bram hormat tak jelas kepada teman nya itu saat berbicara, di benak Humaira mereka sedang akting dan berniat mengelabui nya.


"Maaf nona, kalau membuat mu kurang nyaman!" Putra menatap istrinya dengan dalam, hati nya perih saat Humaira tak bisa mengingat dirinya.


 


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2