Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
kedatangan Bram


__ADS_3

alhamdulilah...


setelah sekian lama author menulis karya ini akhirnya karya ini telah dikontrak oleh pihak novel toon..


terimaksih teman teman semua untuk partisipasinya..


kuy ajak yg lain baca karya ini juga 🥰🥰


❤❤❤


Pria muda itu melangkah dengan cepat ketika turun dari pesawat, kabar kurang mengenak kan itu membuat jantung nya kembang kempis, bagaimana pun juga Humaira pernah singgah di hati nya, dan dia sangat ingin mendengar penjelasan dari mulut Putra , Kenapa Humaira bisa mengalami kecelakaan itu.


"Dokter Bram!! anda sudah di tunggu tuan Putra!" Seseorang dg jas hitam dan kaca mata hitam menghampiri Bram dengan bergegas.


"Baik, segera bawa saya kesana!" singkat jawaban Bram sambil menghampiri pengawal itu.


"Mari dokter!" Pengawal pribadi keluarga Ramadhan itu berjalan dengan gesit, Bram mengimbangi dengan baik, mengingat dia juga seorang tim code blue yang sewaktu waktu jika ada pasien apnea langsung bergegas bahkan berlari menuju kamar pasien nya.


Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu lima belas menit, mereka sampai di rumah sakit yang mewah itu, lebih mirip hotel sih ketimbang rumah sakit, karena fasilitas nya sangat lengkap dan pelayanan yang sangat cepat dan akurat.


tok..!!


tok...!!


tok..!!

__ADS_1


"Masuk!!" terdengar suara Putra di dalam menjawab dengan lemas.


"Selamat pagi pak! saya Bram dokter Rmo cabang Jambi yang anda panggil!" Bram sedikit terkejut melihat Putra terbaring lemah diranjang pasien, dan dengan bibir yang seputih kapas karena saking pucat nya. Slang infus juga terpasang dengan rapi di tangan kokoh pria muda yang terkenal worker holic itu.


"Iya, saya kenal siapa kamu, duduk lah!" jawab Putra


"Terimakasih pak!" Bram memilih duduk di bangku penjaga pasien di samping ranjang Putra, terlihat di sebelah kiri berdiri sosok yang tak asing lagi, siapa lagi kalau bukan Bayu.


"Begini, aku ingin kau menjadi dokter pribadi istriku, keadaan nya sedang tidak baik, dokter di rumah sakit ini mengatakan bahwa dia mengalami depresi ringan, sehingga jika aku menemui nya maka kurang baik untuk mental nya, jika keadaa sudah memunhkin kan aku ingin mengajak istriku kembali ke jakarta dan menjalani perawatan di sana saja." tutur Putra sambil menatap lurus ke arah Bram.


" Depresi? Kurang baik untuk mental nya? Ada apa ini???" Bram mengerutkan kening tak mengerti sambil berguman dalam hati.


"Sebelum kecelakaan itu terjadi kami sempat mengalami konflik" tutur Putra sebelum Bram bertanya, karena dia yakin Bram akan menanyakan hal tersebut.


"Maaf sebelum nya pak, bukan saya bermaksud lancang, namun saya perlu tahu konflik yang seperti apa dulu? jadi jika seandainya nanti ada perubahan pada pasien saya bisa sedikit paham dengan keadaan yang terjadi!" Bram terus terang dengan pertanyaan nya.


Putra mulai menceritakan kronologi kejadian yang mereka alami, dan mengungkapkan kebodohan yang sangat membuat nya menyesali semua itu. Bram mulai paham, dan mulai bisa mengerti dengan situasi rumit itu.


"masuk!!" titah Putra sambil membenarkan posisi nya yang sedang setengah duduk itu, dia merasa kurang nyaman.


"Tuan, Nona muda sudah sadarkan diri!" Pengawal itu berbicara sampai lupa mengatur nafas nya, seperti nya dia berlari dengan kecepatan penuh ketempat Putra.


"Benarkah?! aku mau melihat nya!!" Putra segera duduk dan ingin bangun, namun tertahan tiba tiba karena pengawalnya menyela dan itu berhasik menghentikan Putra.


"Tapi tuan... " Pengawal itu sedikit ragu melanjutkan pembicaraan nya.

__ADS_1


"Kenapa? kau jangan bertele tele!" Putra sangat penasaran.


" Nona muda mengalami hilang ingatan tuan, itu yang dokter sampaikan kepada kami!" Pengawal itu berbicara sambil memperhatikan mimik wajah Putra.


"Ya tuhan.. apa lagi ini?!" Putra terperangah, begitu juga dengan Bayu dan Bram yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik.


"Nona muda tidak ingat apapun mengenai anda, bahkan dia tidak ingat jika saat ini sedang berbulan madu dengan anda tuan, namun dia hanya mengingat saat ini sedang dalam perjalanan mau berdinas di rumah sakit" Perlahan lahan pengawal itu menjelaskan, takut salah bicara mungkin.


"what the hell???! jadi dia tidak ingat bahwa sudah jadi istriku?!" Putra terbelalak


"Sepertinya begitu tuan..." jawab pria itu pelan.


"Oh my god.. !!!!!" Putra mengusap wajahnya dengan kasar dia bingung dengan cobaan yang datang silih berganti begini.


"Panggilkan dokter, aku ingin melepas infus ini sekarang juga!" Titah Putra sambil bangun daru duduk nya. dan menenteng infus itu menuju kamar mandi. Putra ingin segera menemui pujaan hatinya itu, bukan kah ini peluang bagus untuk memulai semua dari awal kembali?


dengan yakin Putra tersenyum tipis. Dia ingin meraih cinta gadis itu kembali, dan ingin memperbaiki kesalahan nya, semua akan berjalan dengan baik, begitu rencana Putra saat ini.


mohon maaf sedikit pendek di episode ini, berhubung di kecil sedang sakit, jadi author menyempat kan waktu sedikit untuk menuangkan ide cerita yang sudah meluap luap ini. .( hiperbola nya gue..... 🤣) mohon doa nya ya.. mudah mudahan si kecil segera sembuh dari sakit nya dan kembali bisa beraktivitas seperti semula lagi..


amin...


amin..


ya rabbal alamin....

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2