Perawat Ku Istri Ku

Perawat Ku Istri Ku
maafkan saja...


__ADS_3

πŸ’‹ terimakasih ya semua pembaca ku yang setia.. mohon dukungan nya dg vote, like, and shareπŸ’‹


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Dengan semangat wanita itu menata makanan yang telah bersusah payah dimasak nya, ke atas meja Putra. sesekali dia menyelipkan anak rambut nya yang nakal ke belakang telinga nya.


" Sayang, kamu udah cuci tangan?" Humaira melirik suami nya yang tengah memperhatikan aktivitas nya itu.


"Belum.." jawab Putra singkat


"Cuci tangan dulu, sehabis dari segala aktivitas mu! sekarang masa pandemi, jadi kita harus selalu savety untuk diri sendiri!" tukas Humaira sambil meletakkan sendok ke lauk terakhirnya. Lalu berjalan ke arah Putra dan mengajak pria muda itu mencuci tangan nya.


"Sayang, gak bisa pake hand sanitizer aja?!"


"Itu di pakai jika situasi emergensi sayang! virus sama sekali tidak mati terkena itu! justru lebih baik jika kamu mencuci kedua tangan mu dengan menggunakan sabun dan air mengalir! karena sabun bisa merusak struktur virus itu sendiri! dan bakteri jelas akan mati jika terkena sabun anti septik!" Humaira menarik tangan Putra yang terlihat enggan beranjak dari sofa empuk itu.


"Baik lah bu suster.. aku akan menuruti semua perintah mu!" ucap Putra sambil bangkit dari duduk nya, lalu sebelum melangkah ke kamar mandi untuk mencuci tangan nya, dia menyempatkan diri mengecup kening istrinya.


cuppppp......


Humaira tergugu, karena di serang tiba tiba.


" Kamu apaan sih?! kaget tau!" Ucap nya malu malu


"Terimakasih untuk hari ini sayang, kamu masih mau menanti kedatangan aku meskipun jadwal nya ngaret dari rencana kita!"


" Iya sayang.. aku ngerti kok! aku yang ceroboh juga, gak ngecarge hp sebelum kesini! dan aku juga belum hafal nomor hp mu" Humaira berkata jujur


" Kalau begitu mulai sekarang kamu harus hapal no hp ku!"


"Iya siaaap Boss!!" ucap Humaira


"Sini dulu..."


"Kenapa?!"


"Mau peluk..."


"Ih.. kamu kok genit ?"


"Kan istri sendiri.." ucap Putra sambil meraih pinggang istrinya, lalu memeluk dengan erat, seketika lelah nya hilang di gantikan dengan semangat dan rasa cinta yang semakin tumbuh mendalam terhadap istrinya itu


"Iya deh.. pak suami" Humaira membalas pelukan suaminya, dia merasa hangat dan tenang di dalan pelukan itu.


Tiba tiba pintu ruangan terbuka tanpa mengetuk terlebih dahulu, dan sosok seorang pria bule masuk sembarangan.


"Waduuuhh pengantin baru main peluk pelukan siang bolong gini!" Rey masuk tanpa basa basi, dan duduk di sofa dengan santainya.


Seketika Humaira dan Putra melepaskan pelukan hangat mereka, mereka menoleh ke arah suara yang cempreng itu.

__ADS_1


"Woi! dari dulu sampai sekarang elu gak ada atitude nya ya! kalo gue lagi ena ena ma bini gua gimana!? memang ni manusia ya!" Putra memarahi Rey yang tertawa cekikikan diseberang nya.


"Santuy bro.. siapa suruh kawin nggak undang undang gua?"


"Nyokap lu kan udah gua kabarin! Siapa suruh tu nomer hp di ganti tiap minggu! bikin susah di hubungin tau nggak?!"


"Alah... elu macam gak tau aja! lebih seminggu gua pake itu nomer semua pacar pacar gua pada berantem dong?!"


"Astaga... udah tua lu! gak cape main main mulu!"


"Suka suka gua dong!"


"Pulang sana lu! gua mau berduaan sama bini gua!"


"Ya ampun.. kenalan aja ama dia belom! pelit amat!" Rey berdiri


"Siapa suruh elu datang di momen gua lagi romantis romantis nya ama bini gua! gangguin orang aja!"


"Iya gua pergi.. oh iya, hai nona manis! selamat buat pernikahan kalian ya! maaf nggak bisa hadir kemarin, karena aku nggak tau ada acara sepenting ini di indonesia! aku Rey! kembar siam suami kamu!"


"Aku Humaira, kembar siam kan gancet! kok kalian gak gancet?!"


"Ha ha ha.. boleh juga selera humor nya! pokoknya gitu deh.. ntar kita ngobrol lagi ya! aku permisi dulu!" Rey bangkit dari duduk nya dan melangkah keluar


"Nggak usah sok akrab ama bini gua! pulang sana!! gangguin orang aja" Putra memaki kembali


"Berisik lu!" Putra menjawab sambil tertawa, sedangkan Rey tertawa cekikikan sepanjang koridor itu, tak lupa dia menutup pintu terlebih dahulu sebelum keluar dari ruangan sahabat nya itu.


"Sayang, banyak teman kamu yang model gitu?!"


"Enggak sayang, cuma dia satu satunya sahabat aku, dari kami balita ampe sekarang, nggak ada yang paling the best macam dia"


"Untung cuma satu! kalo banyak aku yang bakalan stress duluan"


"Ha ha ha.. ada ada aja kamu! dia baik banget lho.. cuma ya itu tadi, agak kurang waras " ucap Putra sambil terbahak bahak


"Ya udah.. yok sekarang kamu cuci tangan terus lanjut makan siang! aku udah laper nungguin kamu dari tadi" ucap Humaira sambil menyeret lengan suami nya menuju kamar mandi untuk bersih bersih. Putra menurut saja, dia tersenyum geli melihat ulah istrinya, mencuci kan kedua tangan Putra, menyabuni, dan membilas dengan air kran mengalir, tak lupa juga mengeringkan kedua tangan suami nya, puas dengan itu dia juga mencuci tangan sendiri.


"Yuk sayang!" Putra kembali di tarik Humaira menuju meja tempat makanan yang disediakan, lalu mereka makan dengan lahap.


Setelah selesai makan, mereka duduk di sofa untuk menurunkan terlebih dahulu makanan yang mereka telah konsumsi, sambil makan buah potong yang telah di sediakan Humaira.


"Sayang, kamu udah selesai apa belum?!"


"Selesai apa?!" Humaira bertanya dengan lugu nya


"Ya itu.. tamu bulanan kamu!"


"Udah tadi pagi waktu mandi aku liat udah bersih"

__ADS_1


"Berarti udah bisa dong?!" Putra bangun dari duduk nya untuk mendekati istrinya.


"Bisa apaan sayang?!" Lemot nya kembali datang


"Astaga... istriku..."


"Kamu kenapa?!"


"Enggak kenapa kenapa.."


"Jadi kenapa astaga astaga segala?!"


" Kamu pernah dengar kisah pengantin baru kan?!"


"Iya.. tapi kisah yang mana dulu? kan banyak kisah nya?"


"Ya tuhan ku..."


"Judulnya Ya tuhan ku ? kayak nya aku belum pernah dengar sayang!"


"Oke, nanti kita praktek kan aja deh! cape ngomong sama kamu!"


" Praktek apa sayang? "


"ena ena.."


"ena.. ena???? apaan itu? " bener benr lemot, pikiran nya belum terkontaminasi.


"Ya Allah.. jadi kamu betul betul polos segini nya ya sayang? sini aku mau peluk!" Putra kembali memeluk istri nya, kesal karena humaira lemot masalah ini, dan merasa beruntung juga ada karena Humaira adalah gadis baik baik yang belum mengerti apa apa.


"Sayang, ena ena itu praktek apa? aku kan penasaran!"


"Kalo aku kasih tau, kamu mau balas kasih apa sama aku?!"


"Kasih apa ya? kamu tapi udah punya semua nya!"


"Hayo.. kamu bisa kasih apa buat aku?" Putra tersenyum geli


"Ya udah terserah kamu mau di kasih apa! yg penting kasih tau dulu! aku penasaran!"


"Dengan senang hati sayang! " Putra tersenyum penuh makna melihat tingkah wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Siap siap aja kamu sayang ya.. ntar malem aku kasih tau semua nya!" Ucap Putra sambil melepaskan pelukan dan memandang wajah istrinya berhadap hadapan.


"Oke! awas kalo kamu bohong ya!" Humaira sepakat.


Malam itu akan menjadi malam yang panjang bagi pasangan muda itu, Putra menang banyak malam ini karena akan memberi private mengenai praktek ena ena..


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2