
hai teman teman semua...
mohon dukung karya ini ya!!!
jangan lupa vote,like, komen, and share!!!
❤❤❤
Mama Puri dan Putra bergegas kembali kerumah sakit, setelah menyelesaikan urusan mereka. Putra mengucap syukur berkali kali atas kehadiran mama Puri yang banyak membantu untuk kelanggengan rumah tangga nya yang seumur jagung ini.
"Mama.. makasih banyak ya, sudah mau datang jauh jauh ke sini, padahal hanya masalah begini saja Putra nggak mampu tangani sendiri" Putra menatap mertua nya penuh makna.
"Sudah lah nak, mama paham bagaimana perasaanmu, Humaira adalah gadis yang sangat keras kepala, sulit sekali menghadapi nya jika dia sudah berkeras tentang sesuatu." Mama Puri menjelaskan tabiat anak sulung nya itu.
"Iya ma, namun Putra sebagai suami sudah lalai dalam menjaga istri sendiri, sampai bisa mengalami kejadian yang tidak di inginkan seperti ini."
"Tidak ada yang menginginkan kejadian malang seperti ini nak, namun kita sebagai manusia haus selalu menyerahkan diri kepada yang kuasa agar selalu di lindungi dari segala macam bahaya." Mama Puri menatap manik indah menantu nya itu, entah pesona apa yang dimiliki putrinya sehingga membuat anak konglomerat ini tergila gila pada putri sulung nya itu. Yang jelas Putra terlihat sangat mencintai istrinya.
"Iya ma..." Ucap nya singkat, lalu menyandarkan bahu kokoh itu ke sandaran kursi, lelah mulai terasa setelah masalah nya teratasi sedikit deni sedikit, sangat jelas pria itu kurang istirahat dan mengalami stress berat.
"Putra mau tau tidak, bagai mana Humaira kecil tumbuh dengan lincah walau tanpa kehadiran sesosok ayah di hidup nya?!" Mama Puri menatap dalam saat Putra membuka mata nya dan terlihat sangat bersemangat.
" Mau ma! bagai mana Humaira waktu kecil memang nya ma?!" Putra terlihat sumringah.
__ADS_1
Lalu cerita cerita masa lampau pun mengalir dari bibir ibu Puri, dia menceritakan pengalaman dan kejadian lucu maupun sedih yang pernah di alami Humaira, dan beberapa kejadian yang kocak membuat Putra tertawa terpingkal pingkal, masa lalu yang menyenangkan dan sangat seru bagi seorang Putra, karena dia tidak pernah mengalami beberapa kejadian yang di alami oleh istrinya tersebut, bu Puti berharap dengan mengenang masa lalu anak nya, Putra secara tidak langsung memahami bagai mana karakter istrinya nanti. Bagai mana pun juga perkenalan mereka sangat singkat, dan jauh dari kata saling jatuh cinta, dari awal Putra yang tergila gilanoada gadis itu, dan Putra mengakui semua nya dengan gentle.
"Ma, berarti istri aku memang tomboi sedari kecil ya ma?" Putra bertanya karena merasa mulai memahami karakter istrinya.
"Iya nak, dari kecil dia tipe anak yang cuek, masa bodo dengan pendapat orang lain, dan berwatak keras, sangat sulit menentang pendapat nya jika dia sudah menentukan dan memutuskan sesuatu, dia suka sekali mencerna dan mememutuskan perihal sendiri walau utu sulit bagi nya, seperti pernikahan kalian ini contohnya, dia mau menikah dengan mu walau kalian belum mengenal dekat satu sama lain, pasti dia mengajukan suatu syarat? apa kah salah yang mama tebak?!" mama Puri membuat Putra tersentak, sangat tepat sekali dugaan mama Puri.
"Iya ma, mama benar sekali.." Putra menatap mama tanpa berkedip.
" Nah, jika kau melanggar janji mu bisa jadi nanti dia akan keras menuntut setiap kata kata mu nak, jadi kau harus mempersiapkan dirimu untuk watak keras nya itu!" mama Puri kembali menampar Putra dengan kata kata nya.
"Semoga kalian saling menyayangi kedepan nya, sampai maut memisahkan kalian, mama berharap kakian langgeng selalu ya!" mama Puri mengusap pundak menantunya itu. Putra mengangguk menandakan dia mengaminkan doa mama mertua nya tersebut.
"Maaf pak, bu kita sudah sampai di rumah sakit!" Pengawal itu menyudahi percakapan kedua anak menantu itu.
"Yok ma kita turun,aku sudah tidak sabar mau bertemu dengan Humaira!" Putra terlihat sangat berseri seri saat mengucapkan nya.
"Iya, mari mampir ke mini market itu dulu! mama mau membelikan dia es krim coklat kesukaan nya!" mama Puri menunjuk sebuah minimarket yang ada di samping rumah sakit.
__ADS_1
"Humaira suka eskrim ya ma?! aku nggak tau!" putra menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Iya, coklat, eskrim , cake, tart, dia suka semua!" mama Puri tersenyum geli.
"Ini bisa jadi senjata untuk merayu dia nggak ma?!" Putra berkata sambil cengengesan.
"Tentu bisa dong! nama nya juga perempuan! di rayu pasangan sendiri pasti luluh!" Bu Puri tertawa.
"Tapi ada yang bikin dia berbeda dari perempuan lain! dia nggak suka shopping ma!" Putra curhat.
"Iya, dia memang malas shopping, dari dulu memang begitu, dia paling malas berdesak desakan dengan orang lain saat belanja, dan dia paling malas jika di suruh untuk memilih milih pakaian, maunya ya kalau bagus ambil aja, nggak bagus nggak kan di sentuh, gitu sifat nya!" Mama puri kembali tergelak.
"Makanya dia kemarin waktu aku ajak belanja pakaian, dia malah suruh pegawai butik itu pilihkan yang terbaik menurut mereka ma.. hmmmmm aku baru ngerti ma!" Putra tertawa mengingat itu.
"Ya begitu lah dia, dia suka dengan hal hal sederhana nak, dia paling tidak suka berlebih lebihan dalam segala sesuatu, dan dia tipe orang yang simpel" Mama puri tersenyum.
Tak berapa lama Putra dan Mama puri segera melangkah menuju kamar rawatan Humaira, yang jelas sore ini akan menjadi sore yang indah dan bermakna bagi mereka.
bersambung...
__ADS_1