
๐ dukung karya ini untuk terbit per episode dengan teratur, bantu berikan semangat untuk author dengan like, komen, dan vote tentunya๐
๐ค๐ค๐ค
Waktu menunjukkan pukul 02: 00 dini hari, Humaira terbangun karena perutnya lapar, alangkah terkejutnya Humaira saat melihat jam dinding. Dia tertidur selama itu dengan perut keroncongan. Dia menoleh ke sebelah nya dan tak terlihat Putra ada disana, lalu Humaira mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar tidur itu, samar samar terlihat di meja pojok dekat jendela Putra tengah berkutat dengan Laptop nya.
"Tengah malam begini masih aja kerja.." Humaira bergumam pelan.
Humaira bangkit dan melangkah mendekati suami nya, di pertengahan jalan dia tersadar, tak memakai apapun saat ini, segera dia melangkah ke walk in closset nya,untuk memilih gaun tidur.
"Sayang... kamu kok belum tidur?" Humaira mengucek mata nya yang masih mengantuk, dan duduk dipangkuan lelaki muda itu.
"Ada file yang mesti aku cek, sebelum kita pergi bulan madu semua harus di prepare dulu, biar enggak melenceng sayang" Putra menghentikan aktivitas nya, lalu mematikan laptop itu, memutar tubuh cantik Humaira yang wangi agar berhadapan dengan nya.
"Kamu wangi..." Putra menikmati aroma tubuh istrinya dengan memeluk erat.
kriuuukk....
kriuuukk...
Terdengar suara perut yang keroncongan, Humaira menunduk malu.
"Aku lapar..." Humaira nyengir sambil menggaruk kepala nya yg tidak gatal sama sekali. Putra tertawa geli melihat istrinya malu malu.
" Kamu mau makan apa?"
"Indomie rebus pake telor pake sambel pake irisan sawi sama tomat, mmmmm.... nyummi !!" Humaira menyebutkan menu itu sambil membayangkan kenikmatan rasanya.
"Nggak mau lanjutin yang tadi dulu?" Tangan nakal Putra kembali menyentuh lembut Humaira, sambil mencium tengkuk istrinya
"Sayang..." suara lembut mendayu itu semakin membuat Putra bernafsu. Kedua sejoli itu berpagut mesra dan tenggelam dalam perasaan cinta yang menggebu gebu, keduanya hanyut dan saling menumpahkan perasaan nya, Humaira ikhlas jika malam ini Putra mengambil hak nya sebagai seorang suami. Entah kemana rasa lapar tadi menguap, yang jelas secara batiniah gadis itu juga menginginkan nya.
"Sayang.. aku mulai ya.." Putra menanyakan kesiapan mental istrinya.
"Aku takut...." Terlihat Humaira menggigil ketakutan di bawah sana.
__ADS_1
"Percayalah.. aku tak akan bermain kasar.. kau istriku, aku akan menjaga mu" Putra merasa kasihan, jika memang Humaira menolak malam ini maka Putra akan bersabar dulu, menunggu saat yang tepat bagi mereka.
"Baiklah.." Humaira memejamkan matanya, ketakutan melanda hatinya. Jawaban Humaira bagaikan lampu hijau bagi Putra, dia tersenyum dengan lembut, lalu Putra mengecup kepala istrinya.
"Kamu yakin?" Putra masih ragu melihat tubuh istrinya gemetaran ketakutan membuatnya tak tega.
Humaira hanya mengangguk kan kepala nya, tak berani menatap manik indah suami nya itu, setiap tatapan mata Putra seolah menjadi candu, hati kecil nya berkata bahwa dia ingin memiliki seutuh nya dan tak ingin melepaskan pria itu,terdengar egois memang namun itulah rasa yang berkecamuk di hati. Humaira akhirnya jatuh cinta kepada Putra, pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, seperti nya tepat jika di semat kan kepada kedua pasangan ini, namun kusus untuk perasaan Humaira saja, berbeda dengan Putra yang telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Kini dia telah berhasil menaklukkan keras nya hati gadis itu, dan membuat nya bertekuk lutut.
"Makasih sayang.." Kecupan hangat mendarat di puncak kepala Humaira, membuat nya tersenyum penuh makna.
Perlahan dan pasti senjata itu menelusuri sarang nya, sesekali Humaira meringis kesakitan, dan sesekali mengaduh. Namun Putra sabar dan menjamah dengan lembut. Malam itu mereka menunaikan ibadah pertama mereka, Putra mengambil hak nya dengan cara yang manis dan lembut, membuat Humaira relaks dan nyaman, semua nya mengalir dengan sendirinya, setelah selesai Putra mengecup lembut bibir istrinya.
"Sayang.. terimakasih untuk semua nya" ucap Putra sambil menyeka peluh yang bersimbah di kening wanita itu. Humaira tersenyum bahagia melihat bagaimana Putra memperlakukan diri nya dengan lembut dan penuh cinta.
"Iya sayang.. aku juga, maaf aku cengeng sekali" Humaira menunduk malu, mengingat permainan mereka sempat terhenti beberapa kali menunggu kondisi Humaira stabil kembali, karena sakit dia menangis, Putra yang paham menghentikan permainan dan memeluk istrinya dengan hangat, menengkan dan memanjakan istri kecil nya itu.
"Iya sayang... Mmmmuuuacchhh" kening nya mendapat kecupan hangat. Kedua nya lalu berpelukan hangat, dan melepas lelah, namun tiba tiba....
Krriuuuukkk..
Humaira malu, perutnya yang keroncongan meronta ronta ingin di isi, kedua tangan wanita itu memegang perut nya berharap Putra tak mendengar nya, namun ternyata salah, Putra mendengar suara itu, laku dia tersenyum karena suara perut istrinya yang keroncongan lumayan besar.
" Mas.. aku lapar lagi..." jujur ketimbang malu lebih baik, begitu isi pikiran Humaira
"Yuk kita ke dapur!" Putra bangkit dari tidurnya.
" Okey" Humaira mengikuti nya, namun...
"Auuh....." Humaira duduk kembali, area sensitive nya perih saat berjalan.
"Sakit ya sayang... sini aku gendong aja!"
Humaira cuma bisa mengangguk, memang sakit sekali rasanya, saat bangun dari tempat tidur, terlihat bercak darah di sprei putih itu. Putra melihat nya, dan menatap gadis itu dengan bangga, karena sudah berhasil memiliki Humaira dengan seutuhnya. Humaira pasrah, saat suami nya menggendong dengan mesra, mereka menuju ke kamar mandi, untuk bersih bersih terlebih dahulu, lalu memakai pakaian masing masing.Dan melangkah ke dapur. Tetap Humaira di gendong dengan mesra oleh Putra, terlihat dia juga menikmati saat saat spesial itu,terasa menyenangkan mungkin.
"Sayang, enggak ada indomie nih! sepertinya habis nih deh!" Putra memeriksa lemari lemari tempat menyimpanan bahan makanan.
__ADS_1
"Ya udah deh, kita makan apa yang ada aja"
"Ini ada rendang dari mama di kulkas, mama ku membekukan nya di frezer, kita panaskan ini aja dulu." ucap Putra sambil meraih kotak makanan itu, lalu Humaira memanaskan rendang nya, tak berapa lama hidangan itu siap di santap. Mereka makan dengan lahap setelah berolah raga tengah malam.
"Sayang.. abis ini lagi ya..."
"Lagi? lagi apaan?"
"Ena ena.." Putra nyengir, sambil mengerjap ngerjap kan mata nya sok imut.
"What????"
"Boleh ya..."
"Jadi ini praktek ena ena yang kamu bahas dari kenaren?!"
"He he he... kamu lemot ya, masalah ginian!" Putra mengejek
"Enak aja.. kamu aja yang pake istilah istilah mana aku tau..."
"Iya.. maaf deh, kan aku pikir lucu aja kalo pake istilah istilah gitu.. boleh ya sayang.. aku mau lagi... please..." ucap Putra sambil meletakkan kedua tangan nya di depan dada.
"Boleh tapi pelan pelan ya..."
"Itu bisa di atur.." Sumringah langsung si Putra
"Huh itu sih memang mau nya kamu"
"Tapi kamu mau juga kan?"
"Ih... kamu ya.."Humaira memukul pelan lengan suami nya.
Malam itu setelah makan, mereka ngobrol sebentar, dan tak lama setelah itu entah siapa yang memulai, mereka melakukan lagi kegiatan panas itu, berkali kali sampai kedua nya tertidur dengan lelap.
hayoooo siapa yang baper dengan malam pertama mereka yang tertunda ini...
__ADS_1
bersambung...