
❤ bantu vote ya teman teman❤
Humaira merasa sangat risih, semua pandangan karyawan rumah sakit terasa kurang enak dilihat, apalagi saat ceo muda itu menggandeng tangan nya memasuki rumah sakit. berkali kali dia menepis tangan kekar itu, namun lagi lagi putra meraih nya, dia melakukan itu seolah olah ingin menunjukkan kepada semua orang apa hubungan mereka saat ini, dan humaira merasa sangat tidak nyaman.
setekah berganti pakaian, humaira segera melangkah menuju ruang rawat inap, seketika tangan nya di cekal seseorang.
"tugas mu hari ini mendampingi ku, ayo ikut keruang pertemuan!"
"tapi aku bolos kerja dari kemarin!" pinta humaira mengiba
"rumah sakit ini milik ku! masih mau membantah?? ku harap kau menurut semua apa kata ku!"
"ya, tapi..."
"tak ada sanggahan! aku boss mu!"
"baik boss..."
"panggil aku sayang!"
"tapi ini dirumah sakit..."
"sudah kubilang, ini rumah sakit ku! aku bebas memerintah sesuka hati ku!"
"kau arogan sekali..."
"aku tegas, bukan arogan!"
"itu menurut mu!"
"sudah lah, mari ikut aku! bu asih sudah ku kasih tau!!"
"baiklah!"
"kau manis saat menurut sayang....
"itu untuk kebaikan ku sendiri..."
"kau memang sesuai kriteria ku"
"apa maksud mu?!"
"kau cantik, pintar, tapi keras kepala!"
"maksud mu?!"
"tidak apa apa sayang, kau calon ibu yang baik untuk anak anak kita!"
"tadi kau bilang aku keras kepala!"
"tidak, kau salah dengar!"
"tidak, aku yakin dengan pendengaran ku!"
"sudah lah.. kau hanya berhalusinasi!"
"kau pikir aku menderita depresi? hingga berhalusinasi pendengaran?!"
"bukan sayang.. sudah lah! ayo segera dampingi aku!"
"mau mu banyak sekali!"
"tak apa, asalkan dengan mu semua nya tak penting bagi ku!"
"norak nya kamu..."
"cinta butuh kelakuan norak sayang.. biar sweet "
"kau payah saat menggombal wanita!"
"ya, karena aku bukan tipe pengejar wanita!"
"kau dulu pernah pacaran?"
"pernah"
"berapa orang mantan pacar mu?!"
"1"
"kok sedikit sekali?!"
__ADS_1
"karena aku akan menyerahkan perasaan ku hanya kepada yang pantas menerima nya!"
"lalu.. kenapa kau tak menikahi mantan mu saja?!"
"dia selingkuh di belakang ku!"
hening....
humaira zonk mendengar jawaban putra, pria se tampan seperfect dan semapan putra saja di selingkuhi pasangan nya, wanita itunpasti sudah kehilangan kewarasan nya! begitu pikiran humaira.
"kau kenapa? diam bukan tipe mu!"
"siapa?"
"iya kamu...!"
"hmmmmm.... aku sedang berpikir!"
"apa yang kau pikirkan?!"
"kau kepo!"
"kepo dengan pasangan sendiri tak apa!"
"ini rumah sakit putra!"
"ya, aku tau! dan ini adalah rumah sakit milik keluarga ku!"
"ya... kau memang selalu benar!" humaira melengos
"kau pintar sayang...!" putra mengelus puncak kepala gadis manis itu, tubuh mungilnya tenggelam hanya dengan sekali peluk saja oleh putra, humaira meronta kesal, dengan sekali sentak dia melepaskan diri dari putra yang cabul.
"kau ini kelewatan sekali!!!" matanya melotot besar. putra tertawa terbahak bahak.
"apa apan ini?!" Bram yang muncul dari persimpangan lorong kaget, melihat humaira meronta dan memarahi boss itu, bram tak tau soal hubungan mereka. humaira belum sempat bercerita, sejauh ini putra yang selalu memepet dan menempel dirinya, tak memberi ruang gerak dirinya berinteraksi dengan orang lain. semalam pun saat putra sudah kembali, humaira langsung beristirahat, tak sempat menyentuh gawai nya yang telah menerima puluhan pesan dari bram, tak sempat di baca sama sekali. humaira tengah disibukkan dengan pikiran nya sendiri.
"mas Bram?!" desis nya pelan
"ada keperluan apa?!" putra menatap bram tajam, matanya kesal adegan mesra nya terekspos orang lain.
"maaf pak, saya rasa bapak tidak sopan berbuat seperti itu kepada karyawan bapak!"
" maaf?! maksud nya apa?!" bram bingung, langkahnya terasa mati gaya
"saya sudah melamarnya, dan kami akan segera menikah!" saya rasa itu tak perlu dijelaskan lagi!
"aku nggak salah dengar dek?!" bram menatap humaira
hening...
humaira mengngguk pelan menjawab pertanyaa bram, bram terkejut, langkahnya terhenti. seketika dia balik kanan dan meninggalkan mereka.
"kamu dekat dengan dokter itu?!"
"dia sahabat ku!"
"dia menyukai mu!"
"setau ku tidak, dia sahabat ku tidak lebih! dan kurasa dia juga berpikiran hal yang sama"
"kau kurang peka!"
"tidak usah cemburu, dokter bram memiliki banyak fans disini, mulai dari pasien sampai ke dokter muda, semua memperebutkan perhatian darinya"
"kau bodoh ternyata..."
"maksud mu?!"
"jelas jelas dia menyukai mu!"
"kau mengada ada!"
"urusan memahami perasaan orang lain kau sangat payah!"
"kau yang terlalu sensitive"
"percayalah, aku tau karena aku sesama lelaki!"
"ya ya ya... terserah kamu!" humaira mengalah, dia kesal karena putra seenak nya menuduh bram. padahal putra benar, terdapat kilatan cemburu saat bram menatap putra. humaira yang terlalu lemot memahami bentuk perhatian bram.
"ha ha ha... kau kesal?!"
__ADS_1
"kau membuat ku bad mood!"
"mari shopping! setau ku wanita menghilangkan bad mood nya dengan belanja!"
"aku bukan wanita matre seperti mereka!"
"aku tau! "
"jangan memancing emosi ku lagi!"
"kau tidak menyukai dokter itu?!"
"dia sahabat ku!"
"bagus! teruskan seperti itu, perasaan mu hanya untuk aku!"
"kau mulai lagi!"
"he he he.. tak apa sayang! "
"sudah la! "
"iya.. mari kita mulai bekerja!"
"mau kemana kita hari ini?!"
"menjumpai gubernur, ada urusan keluarga!"
"memang gubernur keluarga mu?!"
"istrinya sepupu kandung ayah ku!"
"apa?!"
"kau tuli?!"
"tidak, aku pikir kau bercanda"
"aku selalu serius dengan kata kata ku!"
"kau memang penuh kejutan putra!"
"ya itulah aku!"
"aku belum mengenal mu sepenuhnya"
"mulailah mengenaliku"
"baiklah"
"gadis pintar!" lagi lagi tangan kekar itu mengelus pucuk kepala gadis itu, entah berapa pasang mata yang telah melihat kejadian itu.
Dlam hitungan menit gosip mengenai mereka sudah menyebar seperti virus trojan, ganas dan dilebih lebihkan. ada yang iri dengan humaira, ada yang marah, namun ada juga yang bahagia. isi kepala seseorang tak bisa kita ketahui.
"kau tau?! gadis liar itu merayu ceo muda"
"oh ya?! "
"ya! kemarin siang mereka chek in di hotel! aku yang melihat sendiri mereka masuk kehotel!"
"astaga... tak sepolos yang kita pikir ternyata!"
"awal masuk merayu dokter bram!"
"iya !! sekarang ceo muda,"
"datang presiden, bisa bisa di ajak chek in juga!!"
"ha ha ha ha!!!" eva dan teman teman nya semakin memperkeruh, mereka semakin benci melihat humaira. seolah olah selalu mendapat jack pot, nasib mujur selalu menyertai gadis itu.
sementara itu, diperjalanan menuju rumah gubernur humaira tersentak, mama nya tiba tiba menelepon.
"hallo ma.. assalamualaikum!"
"waalaikumsalam... jadi begini cara mu memeperlakukan mama?!?!?! kau nggak nganggap mama lagi????!!!!!"
humaira mendapat serangan jantung memdengar mama nya murka, bibirnya pucat pasi, seketika putra menghentikan aktivitas nya mengecehek saham perusahaan dari iphone nya. dia menatap humaira penuh tanda tanya apa yang sedang terjadi...
bersambung...
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1