Perjalanan Kinan

Perjalanan Kinan
Perjalanan Kinan 10


__ADS_3

Bian dan Rafa sedang menikmati sarapan mereka di salah satu restoran.


"Tuan apakah gadis itu masih bersamamu?" Tanya Rafa


"Tentu memang nya mau kemana dia." Jawab Bian datar.


"Anda mempertahankan pernikahan kalian, apakah anda mencintai nya Tuan."


Bian menghentikan aktifitas nya sejenak.


"Jika aku menceraikan nya kemana dia akan pergi, aku kasihan kepadanya, sekarang dia tidak mempunyai keluarga lagi, hanya aku yang dia punya.


Dan usia nya terlalu muda untuk hidup sebatang kara, biarlah dia menjadi tawanan ku seumur hidup nya."


"Lalu apakah akan terus seperti ini, bagaimana dengan Nona Tasya, dan jika sewaktu-waktu anda akan menikah, akan anda kemanakan Kinan."


"Aku belum berfikir sampai kesana Fa, usia ku masih muda, mungkin saat bersama Tasya dulu aku memikirkan pernikahan, tapi untuk saat ini tidak."


Rafa mengerjitkan kening nya.


"Bukan kah anda kembali kepada Nona Tasya."


"Aku memang kembali padanya, ."


"Apa tidak cukup dengan Kinan."


"Kenapa kamu jadi wartawan Fa."


Rafa menghentikan pertanyaan nya.


Selesai sarapan mereka memasuki kantor melewati para karyawan wanita yang terkagum-kagum dengan dua pria cool itu.


"Aku tidak ngefans lagi dengan pak Bian, semenjak dia kembali lagi dengan kekasih centil nya itu."


Ucap salah satu karyawan keuangan.


"Biarlah yang penting kan janur kuning belum melengkung."


"Eh dengar-dengar akan ada Sekretaris baru yang menggantikan Sekretaris Pak Bian yang mengundurkan diri Karena akan menikah itu ya."


"Maksud kamu sekretaris Nia, yah semoga sikap nya tetep sama kayak Bu Nia, kalem."


Perkumpulan Karyawan itu sibuk menggosipi Direktur utama mereka.


Bian duduk di kursi kebesaran nya, tak lama seseorang mengetuk pintu dan Bian mempersilahkan masuk.


Rafa masuk dengan seorang wanita.


"Tuan ini adalah Safia Sekretaris anda saat ini."


Bian mendongak menatap wanita di depan nya, rambut pirang, pakaian seksi. Bian menggeleng.


Bian meminta CV dari Safia.


"Penampilan mu tidak meyakinkan, berbanding dengan CV mu, Rafa akan mengajari mu, silahkan keluar."


Rafa dan Safia keluar dari ruangan Bian.


🍃🍃🍃


Kinan sedang memotong buah-buahan, tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Hallo Frans."

__ADS_1


"..............."


Kinan berjalan ke arah pintu lalu membuka nya.


"Kan ada bel Frans....."


Ucapan Kinan terhenti saat melihat Frans duduk berlutut dengan memegang cincin dan bunga.


"Kinan sejak pertama bertemu kamu aku sudah jatuh cinta untuk pandangan pertama, aku tidak pintar merangkai kata-kata, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintai kamu, Would you be my lover ?"


"Frans apa ini... masuk !"


Kinan menarik tangan Frans masuk ke dalam unit, takut penghuni lain ada yang melihat dan akan menjadi gosip.


"Apa jawaban mu, aku serius nan."


Kinan mengeleng.


"Aku tidak bisa Frans."


"Kenapa nan, kamu singel, aku juga. Kalo kamu mau kita langsung menikah."


"Tidak segampang itu, kamu belum kenal siapa aku, kamu hanya melihat cover ku saja."


Frans menggenggam tangan Kinan.


"Aku tau kamu, keluarga aku nggak pernah mandang seseorang dari derajat nya, kamu percaya aku."


"Aku tidak bisa, aku belum siap."


"Oke akan aku tunggu sampai kamu siap."


"Terserah lah sekarang kamu keluar ."


"Pulang ya..."


Ucap Kinan dan langsung menutup pintu.


Kinan menghempaskan tubuh nya di sofa.


"Apa lagi ini Ya Allah."


Kinan memijit-mijit kepala nya yang sedikit pusing.


Tak lama pintu terbuka, Kinan melihat Bian datang.


"Sudah pulang Mas."


"Iya..."


Bian melangkah menuju kamar dan langsung membersihkan diri.


Kinan mendengar kumandang Azan Ashar memutuskan mengambil wudhu di kamar mandi tamu.


Kinan melaksanakan Sholat Ashar dengan husyuk. Kinan menangis bimbang dengan keadaan hidup nya saat ini, segala keluh kesah nya di adukan kepada sang maha pencipta.


Saat melihat pintu kamar mandi terbuka cepat-cepat Kinan menghapus air matanya.


Bian duduk di tepi ranjang sembari mengecek ponsel nya.


Kinan berdiri lalu melangkah dan duduk tepat di depan Bian, Bian mengerjitkan kening nya saat melihat Kinan bersimpuh di depan nya.


"Ada apa Kinan ?" Tanya Bian.

__ADS_1


"Mas Bian, saya ingin jujur."


"Jujur apa."


"Saya mencintai Mas Bian."


Bian meletakkan ponsel nya lalu menatap Kinan.


"Saya tidak melarang kamu mencintai saya, satu bulan kita tinggal bersama, di ranjang ini kita juga tidur bersama, jadi memang wajar jika kamu bisa mencintai saya."


"Tapi Mas saya tersiksa setiap Mas membawa Tasya ke kamar ini lalu.... Lalu kalian."


Kinan tidak sanggup melanjutkan ucapan nya.


Bian mengusap kepala Kinan.


"Maaf Kinan, jika kamu mencintai saya, saya belum bisa mencintai kamu."


"Iya Mas, saya sadar siapa saya."


Kinan berdiri hendak meninggalkan Bian, namun Bian menahan nya.


"Kemarilah ..."


Bian merentangkan tangan nya, Kinan masuk dalam dekapan Bian lalu menumpahkan air mata nya yang sudah di bendung sedari tadi.


"Mas... Ceraikan aku... Aku hanya manusia biasa yang jatuh cinta pada suamiku, jika cinta ku ini bertepuk sebelah tangan izin kan aku pergi jauh untuk melupakan cinta ini...


Aku sangat-sangat sadar saat awal pernikahan Mas sudah memperingati aku jika aku harus sadar mengapa Mas menikahi aku, tapi aku gagal...."


Dengan tersedu-sedu Kinan mengungkap kan isi hati nya.


"Jika kamu pergi siapa yang akan menjaga kamu, kamu akan hidup sebatang kara, kamu ingat perjanjian kita bahwa saya akan membebaskan kamu jika saya mau."


Kinan mengangguk.


"Sampai kapan pun saya tidak akan menceraikan kamu."


"Jangan lakukan itu Mas, suatu saat ada masa nya di mana Mas akan menikah dan mempunyai keluarga bahagia, aku akan menjadi penghalang."


"Akan aku ikuti alur nya saja."


"Mas,Kinan menerima jika memang Mas ingin mempertahankan aku, tapi aku hanya minta satu, ini kamar kita jangan bawa perempuan lain apalagi ....... "


Bian menatap Kinan yang tenggelam dalam dekapan nya, saat ini Bian sangat merasa bersalah, kenapa ia tidak berfikir jika yang ia lakukan selama ini sangat menyakiti wanita di pelukan nya, dari air mata dan tatapan nya terlihat bahwa Kinan sangat tersakiti.


"Sudah jangan menangis aku minta maaf, tidak akan aku ulangi lagi."


"Maaf Mas jika aku menjadi tidak sadar diri, tapi .... "


"Jangan ulangi lagi kata-kata itu."


Bian memotong ucapan Kinan.


🍃🍃🍃


Setelah mengungkapkan isi hati nya dan menangis menumpahkan semua beban fikiran nya Kinan kini tidur dengan pulas.


Bian menatap wajah istri siri nya itu.


"Maaf Kinan, saya benar-benar tidak mencintai kamu, tapi saya juga tidak rela jika kamu pergi dari hidup saya, kesucian mu saya lah yang berhasil mendapatkan nya, saya tidak rela jika ada Laki-laki lain mendapatkan kamu."


"Sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi milik saya."

__ADS_1


__ADS_2