
Tasya menunduk tak berani menatap Bian.
Sedangkan Bian berdiri menghadap jendela besar di kamar nya.
"Apa yang sudah aku katakan benar bukan, tubuh mu sudah di jamah oleh Laki-laki itu."
"Beginilah aku adanya Bi." Tasya mulai terisak.
Bian melangkah meninggalkan kamar.
Bian mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Kinan, Bian melangkah menuju balkon, di lihat nya Kinan sedang melamun, pandangan nya kosong menatap gedung-gedung tinggi di depan nya, baru saja Bian akan memanggil Kinan, namun Tasya sudah memeluk nya dari belakang.
"Aku benar-benar minta maaf Bi, aku janji mulai hari ini aku seutuhnya untuk mu." Ucap Tasya sesegukan.
Kinan yang kaget tiba-tiba Tasya dan Bian sudah di dekat nya langsung berdiri.
"Kinan bisa buatkan saya kopi."
Tanya Bian tanpa menghiraukan Tasya.
"Bisa Tuan."
Kinan melewati Bian dan Tasya.
"Sya kamu tidak malu ada Kinan disini !"
"Terserah saja Bi, aku cuma pengen dapet maaf dari kamu."
Bian menggeleng melihat Tasya seperti Anak kangguru terus menempel di dada nya.
"Kapan aku akan di bebaskan oleh Mas Bian, dari pada disini aku jatuh cinta bertepuk sebelah tangan, dan terang-terangan dia bermesraan dengan Wanita lain, lebih baik aku pergi."
Kinan membuat kopi sembari mengoceh.
"Nanti kalo sudah bebas aku bisa cari Nasywa."
Kinan sudah siap dengan kopi nya segera mengantarkan untuk Bian di balkon.
"Ini kopi nya Tuan."
Kinan meletakkan di meja kecil. lalu Kinan pergi menuju luar Apartemen.
"Lepas Sya aku mau minum kopi, sakit kepalaku melihat kamu."
Tasya melepas pelukan nya lalu ikut duduk di kursi santai dengan Bian.
*****
Baru saja Kinan akan menutup pintu lift seseorang sudah berteriak mencegah nya.
"Tunggu... jangan di tutup."
Orang itu langsung masuk bersama dengan Kinan.
"Hay... ketemu lagi kita, kamu mau kemana nan."
"Frans.. ini mau ke counter cari ponsel."
"Boleh aku antar."
"Tidak usah Frans, aku mau jalan kaki saja, sembari olah raga."
"Oke kita jalan kaki." Senyum Frans mengembang.
__ADS_1
Frans dan Kinan jalan beriringan menyusuri trotoar.
"Kamu mau cari ponsel apa nan."
Kinan melirik Frans, sejenak ia berfikir.
"Ntahlah Frans, sesuai budget saja."
"Berapa budget mu."
Kinan mengeluarkan segepok uang senilai 2 juta setengah dari kantung celana nya sisa berbelanja kemarin.
"Sudah dapat yang bagus kok nan." Jawab Frans saat melihat nominal uang Kinan.
Frans memperhatikan wanita yang di kira Gadis di samping nya, Kulit putih, rambut panjang, cantik, walaupun tanpa polesan make up di wajah nya.
Kinan yang merasa di perhatikan menjadi agak risih.
"Frans itu counter nya."
Ucap Kinan membuyarkan lamunan Frans.
Mereka memilih-milih ponsel, Frans memilihkan ponsel Tipe V untuk Kinan.
Kinan yang tak mengerti pun hanya menerima nya, Kinan selama ini hanya punya ponsel merk X yang sudah di tangan nya sejak kelas 3 SMA, sampai akhir nya di ambil Ibu nya saat ia di jual pada Mamy Angel.
"Kamu mau kemana lagi nan ?"
"Aku mau cari alat Sholat Frans, tapi di sebelah mana toko nya."
Kinan melihat sekeliling dengan bingung.
"Di sebelah sana, ayo ikut."
Frans mengandeng tangan Kinan, cepat-cepat Kinan melepas nya.
Mereka melanjutkan perjalanan menyebrang jalan raya untuk mencari yang Kinan inginkan.
Setelah memilih-milih pilihan Kinan jatuh pada mukena berbahan Rayon berwarna dusty pink bercorak bunga, Kinan juga membeli satu buah sajadah dan Al-Qur'an.
"Nan sebelum pulang kita makan dulu yuk, ini sudah jam satu siang."
Frans melihat jam tangan nya.
Kinan yang merasa kelaparan akhir nya setuju.
Mereka memilih warung bakso yang terkenal enak di kota JS itu.
"Ponsel mu sudah bisa di pakai. Boleh aku minta nomor mu."
Tanya Frans pada Kinan
"Boleh Frans, masukkan saja nomor mu."
Dengan senang hati Frans mencatat nomor ponsel Kinan.
Selesai makan Kinan memutuskan untuk kembali, saat tiba di Apartemen ternyata Bian dan Tasya masih betah duduk di balkon.
Kinan menggeleng.
"Tidak panas apa pantat nya."
Kinan memutuskan masuk ke dalam kamar, kamar Kinan adalah kamar Bian, Bian tidak melarang Kinan untuk satu kamar dengan nya.
__ADS_1
Langkah Kinan terhenti saat melihat pakaian dalam Tasya berserakan.
"Jorok sekali sih."
Kinan memutuskan untuk duduk di sofa. ia teringat telah memiliki alat Sholat Kinan memutuskan untuk mandi wajib dan sholat Dzuhur.
Setelah sholat di Ruang televisi Kinan tidak melihat keberadaan Tasya, hanya ada Bian yang sibuk dengan ponsel nya.
Kinan hendak masuk ke dalam kamar ternyata pakaian dalam Tasya masih berada di sana.
Kinan melangkah ke arah Bian.
"Mas..."
Bian menjawab dengan deheman.
"Di mana pacar kamu."
"Sudah pulang."
"Hah pulang tidak memakai pakaian dalam" Batin Kinan.
"Maaf mas, saya mau masuk kamar, tapi pakaian dalam pacar mu masih berserakan."
Bian langsung melihat Kinan. Dengan salah tingkah Bian melewati Kinan untuk membereskan kekacauan di kamar mereka.
"Apa maksud Tasya meninggalkan nya."
Bian membuka tempat sampah lalu memasukan pakaian dalam Tasya yang sudah di bungkus plastik hitam.
🍃🍃🍃
Satu bulan sudah Bian dan Kinan membina rumah tangga.
Keseharian mereka seperti sepasang suami-istri pada umunya, Bian pulang ke Apartemen setiap hari, sepulang bekerja Bian sudah di suguhkan dengan hidangan berbagai masakan Kinan.
Saat weekend Tasya datang untuk menemui Bian. Terkadang satu hari penuh Tasya menghabiskan waktu nya untuk menemani Bian.
Bian bingung akan perasaan nya, cinta nya untuk Tasya semakin memudar saat mengetahui ia bukanlah yang pertama untuk Tasya.
Di sisi lain Bian juga sadar jika Tasya pun bukan yang pertama untuk nya, itulah yang membuat Bian enggan untuk meninggalkan Tasya.
Kinan semakin hari semakin mengagumi Suami nya itu, namun Bian sama sekali tidak sadar akan perasaan Kinan, setiap Tasya datang hati Kinan sakit saat membayangkan Tasya bercinta dengan Suami nya.
Kinan selalu bertanya-tanya apa yang membuat Bian mempertahankan dirinya ?.
Apa karna uang yang tak sedikit untuk Bian membebaskan nya ?.
Hari ini Kinan sangat malas untuk beraktifitas, tubuh nya terasa sangat lelah. Semakin Kinan memaksa untuk bangun semakin Kinan melebarkan uap nya.
"Ngantuk sekali, tapi lapar." Eluh Kinan.
Kinan berusaha bangun, ia melangkah menuju lemari pendingin di ambil nya buah-buahan untuk sarapan nya.
Akhir-akhir ini Kinan sangat senang makan buah, membuat tubuh nya lebih ber-energi.
Kinan melangkah menuju ruang laundry untuk menyetrika pakaian kerja suami nya.
Hari ini adalah hari Ju'mat, artinya besok adalah weekend.
"Pasti besok Tasya datang."
Dengan sendirinya cairan bening lolos dari mata Kinan.
__ADS_1
"Kenapa Mas Bian tidak bebaskan saja aku, bukan kah wajar jika aku jatuh cinta pada Suami ku, tapi siapalah aku, aku ini seorang Gadis lemah yang di selamatkan Mas Bian dari seorang mucikari, jadi tidak pantas jika aku melarang Mas Bian untuk bercinta dengan siapapun."
Kinan berdialog sembari menyetrika pakaian suami nya.