
Kinan, Nasywa, dan Fina sampai di rumah yang di berikan Mamah Bian.
"Rumah nya sedikit terpencil ya Mbak."
Ujar Fina pada Kinan.
"Tapi aku lebih suka Fin, adem gitu."
"Nasywa nggak ada temen Kak."
Kinan mengelus kepala Nasywa.
"Kak Kinan sama Kak Fina akan selalu ajak Nasywa main."
"Bener ya Kak."
"Iya Non Nasywa, nanti Mbak Fina temenin main terus." Ucap Fina.
"Iya deh, Nasywa main di taman ya Kak."
"Iya hati-hati ya Dek."
Kinan mengabsen setiap inci rumah.
"Rumah nya udah rapih Fin. Apa sebelum nya ada yang ninggalin ya."
"Kurang tau Mbak, mungkin ini rumah investasi Nyonya."
Mereka melangkah menuju kamar di lantai 2.
"Kita tidur satu kamar aja ya, gampang nanti atur nya."
"Iya Mbak."
Kinan duduk di atas ranjang, dirinya teringat lagi kejadian tadi. Hati nya kembali perih.
Air mata nya mengalir dengan deras, melihat Kinan menangis Fina mencoba menguatkan Kinan.
"Yang sabar ya Mbak, Mbak pasti bisa."
"Makasih Fin. Fin aku boleh pinjem ponsel kamu."
"Boleh Mbak, ini."
Fina menyerahkan ponsel nya.
"Aku mau ke dapur ya Mbak sekalian liat Nasywa."
"Iya Fin, makasih ya."
"Sama-sama Mbak."
Fina bangkit lalu melangkah menuju dapur.
Kinan mencari info di G**gle, tentang perceraian jika istri sedang hamil.
"Bismillahirrahmanirrahim semoga ini memang keputusan tepat Ya Allah...."
🍃🍃🍃
Waktu menunjukkan pukul 19:00. Wisnu datang dengan kresek berlogo mall terkenal.
"Nasywa.... Liat nih Mas bawa apa."
Wisnu membuka kamar Nasywa namun yang ia cari tidak ada di sana.
"Tuan Wisnu cari Nasywa."
Tanya salah satu ART.
"Iya Bik, Nasywa di mana ?"
"Non Nasywa dan Non Kinan sudah pergi, tidak tinggal disini lagi Tuan."
"Pergi... Maksud nya apa Bik."
"Emm... Lebih baik Tuan Wisnu Tanya Nyonya ya, Bibik takut salah jawab Tuan."
"Iya, makasih Bik."
__ADS_1
Wisnu langsung mencari Mamah nya. di lihat nya Mamah nya sedang mengamplopi uang lembaran merah, mungkin untuk acara santunan besok fikir Wisnu.
"Mah, Nasywa sama Kinan kemana."
Mamah menghentikan aktifitas nya.
"Mereka pergi Nak."
"Kenapa Mah, apa alasan nya ?"
Mamah menceritakan kejadian tadi sore.
"Mereka pergi kemana Mah, aku nggak nyangka Kinan ada di sana Mah ?"
"Mamah suruh Mang Udin antar mereka ke rumah kita yang di pinggiran kota dekat sekolah Nasywa, di sana mereka akan lebih tenang. Tapi jangan sampai Mas mu tau."
Wisnu mengangguk.
"Iya Mah."
Mamah kembali melanjutkan kegiatan nya. Wisnu mengetik pesan untuk Bian.
Bian yang sedang menikmati makan malam bersama Mertua nya dan Tasya tersedak membaca pesan Wisnu.
"Aku harus pulang Bu, Sya."
"Kenapa Bi." Tanya Tasya.
"Aku pergi."
Bian pergi tanpa menjawab pertanyaan Tasya.
Bian melaju kencang melawan angin malam, dalam 15 menit Bian sudah sampai di rumah Mamah nya.
Bian berlari sembari memanggil Mamah nya.
"Ada apa sih teriak-teriak Bi, berisik tau nggak, heboh banget." Sinis Anggun.
"Istri Bian mana Mbak." Tanya Bian cemas.
"Mana Mbak tau."
Bian kembali berlari menuju ruang tamu lantai 2.
Akhir nya Bian melihat Mamah nya dan Wisnu sedang berbincang-bincang.
"Mah, Kinan mana Mah."
Namun Mamah hanya diam.
"Istri Mas mana Nu ?"
"Mau nanya Lo sama gue, setelah tadi siang lo perlakuin gue ibarat angin lewat."
"Mah, Kinan mana."
"Mamah juga tidak tau, Kinan pergi diam-diam bersama Nasywa, jika Mamah tau mungkin sekarang udah Mamah susul mereka." Mamah berkaca-kaca.
"Kenapa Kinan pergi, apa alasan nya, Bian harus cari Kinan."
Bian kembali melangkah meninggalkan Wisnu dan Mamah nya. ia masuk dalam kamar nya dan Kinan.
"Akh... Kenapa di tinggal."
Bian melihat ponsel dan ATM Kinan di atas meja.
Bian melakukan mobil nya memutari tempat-tempat yang mungkin Kinan datangi namun Bian belum juga menemukan Kinan maupun Nasywa.
Bian memutuskan pergi ke Apartemen. Dengan buru-buru Bian naik menuju unit nya.
Bian masuk dan menemukan Apartemen kosong, tidak ada tanda-tanda seseorang habis datang.
Bian langsung Kembali menuju parkiran, saat Bian keluar dari lift Bian bertabrakan dengan Frans.
"Sorry." Ucap Bian singkat lalu pergi.
Frans mengerutkan kening nya lalu Melanjut kan langkah nya.
"Jam segini di mana kamu Bun, nggak bawa uang, ponsel, tidur di mana kalian berdua, Ya Allah."
__ADS_1
Bian memutuskan untuk ke area perumahan rumah Kinan sebelumnya.
Namun lagi-lagi nihil.
"Kemana Kinan Bian, Ya Allah..."
Ibu-ibu yang di panggil Kinan bude itu terlihat sangat cemas.
"Kalian bertengkar ?" Bian menggeleng.
"Tidak Bude, tapi mungkin saya ada salah pada Kinan. Saya permisi Bude, lanjut cari Kinan."
"Iya, hati-hati Bian."
"Iya Bude, jika Kinan kemari saya mohon hubungi saya Bude, ini kartu nama saya."
"Iya Bian."
Bude memandang sendu kepergian Bian.
"Kemana Kinan, semoga kamu baik-baik saja Kinan." Doa Ibu itu tulus.
Bian terus memutari Jakarta tanpa arah. Mendatangi beberapa hotel jikalau Kinan dan Nasywa mendatangi nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 pagi.
Bian duduk di kursi taman sembari menghisap rokok nya.
"Kamu bisa protes atau telfon kan Bun. Nggak harus pergi gini, bilang kalo kamu ingin aku temani.
Kamu selalu diam, aku fikir kamu baik-baik aja, nanti kalo Tasya udah nggak morning sickness aku pasti pulang ke kamu terus."
Sudah 2 jam Bian bergumam dengan foto Kinan di ponsel nya.
Sementara Kinan ia sedang mengambil air Wudhu. Selesai berwudhu Kinan memakai mukenah nya yang di beli nya dari uang Maskawin Bian.
Kinan melaksanakan Sholat Tahajud dengan khusyuk.
"Assalamualaikum warah matullah.... Alhamdulillah hirabbil alamin...."
Kinan menyatukan kedua tangan nya meminta petunjuk sebaik-baik nya kepada sang maha pencipta.
Kinan tidak kuasa menahan air mata nya.
"Amin... Amin... Amin... Ya robbal alamin."
Kinan membaca Al-Qur'an agar hati nya lebih tenang lalu di lanjutkan dengan sholat subuh.
Setelah hati nya lebih tenang Kinan melihat Fina sudah tidak ada di ranjang.
"Pasti Fina udah di dapur."
Kinan melangkah menuju dapur, di lihat nya Fina sedang berkutat dengan alat-alat memasak.
"Mau bikin menu apa Fin."
"Mbak Kinan.. Ini Mbak bikin udang pedas Manis sama tumis kangkung."
"Wah enak tuh Fin, aku pinjem ponsel kamu ya Fin."
"Ya ampun Mbak, ambil aja, nggak usah izin terus."
"Ya nggak gitu dong Fin, ini kan privasi kamu."
"Iya Mbak."
Kinan menjauh dari Fina.
"Hallo Mah Assalamualaikum...."
"Hallo Nak Waalaikumsalam...."
"Kinan udah buat keputusan Mah...."
"Apapun keputusan kamu Mamah pasti dukung."
"Kinan....."
Assalamualaikum guys Makasih ya kalian udah dukung novel ku ini tanpa kalian aku bukan siapa-siapa jangan lupa vote komen hadiah dan jempolnya ya... maaf kalau ceritanya ngeselin tapi ini memang konsepnya guys hehehe
__ADS_1