Perjalanan Kinan

Perjalanan Kinan
Perjalanan Kinan 11


__ADS_3

Kinan bangun dari tidur nya, saat ini perut nya terasa sangat mual. Kinan berlari menuju kamar mandi lalu memuntahkan isi perut nya, Kinan bersender di tembok kamar mandi, badan nya sangat lemas.


Setelah mengumpulkan tenaga sebentar Kinan bangkit dan kembali menuju ranjang.


Kinan duduk sembari memejamkan matanya menahan pening di kepalanya dan kini bertambah dengan perut nya yang mual.


Kinan mengulurkan tangan nya mengguncang-guncang tubuh Bian.


"Mas.... tolong ambilkan minum."


Bian duduk sembari menahan kantuk nya.


"Memang nya jika ambil sendiri tidak bisa."


Kinan menggeleng.


"Kenapa kamu pucat sekali, kamu sakit?"


Bian menyentuh dahi Kinan, tidak panas.


"Perut ku mual sekali."


"Kamu punya sakit lambung."


Kinan mengangguk.


Bian turun dari ranjang lalu mengambil segelas air putih dan obat lambung untuk Kinan.


Bian membuka kulkas lalu menggeleng melihat buah-buahan dalam 2 hari belakangan ini habis oleh Kinan sendiri.


Bian kembali ke kamar


"Bagaimana lambung mu tidak kambuh, kamu benar-benar hanya memakan buah-buahan dalam 2 hari."


Omel Bian sembari menuntun Kinan untuk minum obat.


"Aku tidak berselera makan apapun selain buah."


"Nanti minum lagi obat ini jika belum reda mual nya, aku akan pergi sebentar, mungkin pulang agak malam."


"Akan menemui Tasya?"


Bian tidak menjawab pertanyaan Kinan.


Air mata Kinan kembali mengalir.


"Aku akan ke rumah Ibuku, Beliau ingin aku pulang katanya ada hal penting yang akan di bahas."


Bian melihat Kinan yang sedari tadi betah memakai mukena nya.


"Nanti akan ku belikan Dress muslim dan hijab jika kamu betah memakai nya, tunggu saja nanti sampai."


"Iya.. aku lebih nyaman dengan menutup aurat, akan mejauhkan Ayah dan Suami ku dari api neraka."


"Hm...Aku pergi..." Bian mengelus kepala Kinan sekilas.


🍃🍃🍃


Mobil Bian sampai di kediaman Mamah nya.


Bian masuk dan melihat ada beberapa orang asing yang tidak di kenal nya.


"Assalamu'alaikum..."


Bian mengucapkan salam.


Mereka menengok dan menjawab salam Bian.

__ADS_1


Bian melihat Kakak perempuan yang yang berprofesi sebagai Dokter dan bertugas di luar kota kini sudah berada disini.


"Mbak Anggun kapan pulang."


"Kemarin Bi."


Bian menyalami tangan Anggun, Anggun adalah Kakak perempuan Bian yang hanya berbeda 2 tahun dengan nya. Anggun adalah seorang Dokter yang bertugas di kota B.


"Ini Anak saya yang nomor dua, Bian, Adik dari Anggun, dia sudah mandiri tidak bersama saya lagi."


Jelas Mamah kepada Tamu nya.


"Oh sudah berumah tangga ya."


Timpal seorang wanita paruh baya.


"Belum jeng, memang Anak nya mandiri."


"Syukur jika belum, kasihan jika Kakak perempuan nya di langkahi."


Mendengar nya Bian hanya tersenyum terpaksa


Mereka pun kembali melanjutkan perbincangan, rupanya Anggun akan di lamar dan di adakan pernikahan secepatnya.


Bian turut bahagia mendengar nya, dan Karena Ayah mereka telah tiada maka Bian akan menjadi Wali untuk Anggun.


Waktu menunjukan pukul 21:00 keluarga calon Suami Anggun pamit untuk kembali ke Hotel tempat mereka menginap.


"Mah, Bian kembali ke Apartemen ya."


"Kenapa Nggak minep sih Bi, udah malem juga." Timpal Anggun.


"Nggak bisa Mbak, besok-besok ya."


"Mana mungkin bisa, dia akan sibuk menemui si Tasya itu, perempuan penggerogot harta."


Bian menatap Wisnu yang bicara dengan santai.


"Cihh... masih nanya, kan Gue udah bilang, si perempuan penggerogot harta."


"Bocah Lo.."


"Cukup Bian, Wisnu, bisa nggak sih akur sebentar aja."


Anggun benar-benar pusing melihat Adik nya yang tidak pernah akur.


"Kami akan akur kalo dia ninggalin perempuan penggerogot itu."


Wisnu meninggalkan ruang keluarga.


"Bian pulang."


Bian juga meninggalkan Rumah Mamah nya.


🍃🍃🍃


Hari ini Tepat 3 bulan usia pernikahan Bian dan Kinan, sejak kejadian Kinan mengungkapkan isi hatinya 2 bulan yang lalu Kini Bian tidak pernah lagi membawa Tasya ke Apartemen.


Rencananya pagi ini Kinan akan pergi ke klinik untuk memeriksakan dirinya yang tak kunjung mendapat tamu nya 3 kali berturut-turut.


Kinan memesan taxi online untuk menuju klinik. Sampai di klinik Kinan langsung di tangani dokter untuk melakukan USG.


Antara senang dan sedih Kinan mendengar Dokter menyatakan bahwa dirinya sedang mengandung dan usia kandungan nya sudah menginjak usia 11 Minggu.


Senang karena dirinya akan menjadi seorang Ibu dan sedih karena memikirkan Anak nya yang akan tumbuh di keluarga kecil yang....


"Ahhhhh....."

__ADS_1


Kinan meluapkan fikiran nya yang kacau dengan berteriak bebas di pinggir danau.


Membayangkan dan mengucapkan sebagai perumpamaan saja Kinan tidak sanggup.


Kinan mengelus perut datar nya.


"Apa reaksi Mas Bian, apa dia akan senang atau justru....hiks...hiks...hiks..."


Kinan menangis memikirkan nasib nya dan calon Anak nya.


Kinan beranjak dari kursi tua itu, melangkah menyusuri jalan untuk kembali ke Apartemen.


Kinan melihat jam di ponsel nya sudah menunjukkan waktu 16:45 duduk berjam-jam di pinggir danau tanpa Kinan sadari ia sudah melewatkan Sholat Dzuhur dan Ashar nya.


Kinan memutuskan singgah di market yang berada di Apartemen, ia membeli susu hamil dan beberapa macam buah-buahan.


Setelah di rasa cukup Kinan melangkah menuju lift.


Saat kinan hendak masuk ke Unit apartemen dia terhenti saat melihat Bian sudah duduk di sofa dengan melingkarkan tangannya di dada dan Tasya yang sudah duduk meringkuk di lantai terlihat seperti orang yang sangat putus asa.


Dengan hati-hati Kinan kembali menutup pintu.


Kinan mundur beberapa langkah sambil melihat kearah pintu


1 detik...2 detik...3 detik....


Kinan tidak melihat tanda-tanda seseorang akan membuka pintu, Kinan kembali melangkah ke arah pintu, perlahan ia menempelkan telinganya lalu mendengarkan percakapan Bian dan Tasya.


"Lihatlah Bi Apa kurangnya aku hiks hiks hiks..."


" berkali-kali ku Jelaskan kepada mu Sya Wisnu tidak menyukaimu, jika hubungan kita terus berlanjut akan membuat hubunganku dan dia semakin tidak baik dan aku tidak ingin itu terjadi."


"Kenapa tidak dari kita putus dulu kamu tinggalkan saja aku bi kamu tahu dengan begini sama saja kamu mempermainkanku, kamu sangat menyakitiku Bi."


"Maafkan aku sebaiknya kamu pulang lah dulu, nanti jika sudah kondusif akan ku hubungi kamu lagi, sebentar lagi Mbak Anggun menikah, nggak mungkin aku dan Wisnu terus-san ribut Sya."


"Tunggu pembalasanku Bi, jika aku tidak bisa memilikimu siapapun itu juga tidak akan pernah bisa memiliki kamu."


"Nanti aku hubungi kamu lagi Sya !"


Namun Tasya tak menghiraukan Bian.


Cepat-cepat Kinan menjauh dari pintu lalu melangkah kearah lain.


Tasya yang keluar dari unit Apartemen dengan emosi tak menghiraukan lagi orang di sekitarnya.


Melihat Tasya telah pergi kinan segera masuk ke Unit nya.


"Assalamualaikum..... "


Bian yang sedang menenggelamkan wajah nya di telapak tangan mendongak mendengar Kinan mengucapkan salam.


"Kenapa bertengkar Mas." Tanya Kinan sambil melangkah menuju dapur.


Bian ikut beranjak dan menyusul Kinan.


"Tidak apa-apa Nan aku memutuskan hubungan kami sementara."


Kinan duduk di bangku makan meraih teko lalu menuangkan air ke dalam gelas, Kinan menegak segelas air itu lalu melihat kearah Bian yang kini duduk di sampingnya


"Kenapa mas putuskan hubungan kalian ".


Bian tersenyum.


"Wisnu Adik Mas tidak menyukainya yah bagaimana lagi dari pada hubungan kami menjadi tidak baik-baik saja karena seorang Wanita."


Bian melihat ke arah Kinan.

__ADS_1


"Dari mana kamu seharian ini."


"Akankah aku ceritakan kehamilanku pada Mas Bian " Batin Kinan


__ADS_2