
Sidang perceraian pertama Kinan dan Bian akan di langsungkan hari ini tepat 28 hari setelah Bian menerima surat gugatan cerai dari Kinan.
28 hari yang di lalui Kinan sangat berat, tidak mudah melupakan Laki-laki yang pertama kali menjadi tempat hati nya berlabuh, kadang ia bertanya-tanya apa salah nya sehingga Bian tega menduakan hati nya untuk Wanita lain setelah ia mengucapkan Cinta kepada nya, Bian seakan-akan membuat Kinan terbang melayang dan jatuh terhempas di lubang yang dalam.
Sebagai seorang Istri dan manusia biasa tentu Kinan berharap Bian akan mencarinya dan meminta maaf dari Kinan atas apa yang ia lakukan, namun nyatanya Bian seakan-akan terbebas dari ikatan tali, kini Bian dan Tasya secara terang-terangan mengumbar hubungan mereka.
Kinan terlupakan seakan lenyap di telan bumi, padahal setiap menit yang bisa Kinan lakukan hanya menangis, menyaksikan Suami nya tertawa lepas dengan perempuan lain.
Kinan sangat bersyukur ada mertua dan ipar-ipar nya yang tetap mendukung nya, dan Frans, ya Frans Laki-laki itu berhasil menemukan keberadaan Kinan, dan ia mengetahui tentang remuk nya hubungan Kinan dan Bian, dari mana Frans tahu ?
Tentu dari keluarga nya yang tidak lain adalah besan Mertua Kinan, 28 hari terakhir Kinan terlihat sangat lesu dan tidak terurus, membuat Fina dan Mang Rahmat menjadi ikut teriris melihat nya, Wanita berusia 19 tahun yang menanggung beban berat di pundak nya seorang diri.
Kinan sudah siap dengan gamis dan pasmina nya yang berwarna senada, tak lupa ia memoleskan sedikit make up agar tidak terlihat pucat.
🍃🍃🍃
Sementara Bian.
"Hari ini gue ketemu sama Kinan, semoga hubungan ini masih bisa di perbaiki."
Sambil mengendarai mobil nya Bian harap-harap cemas berharap hubungan nya dengan Kinan bisa di perbaiki.
Bian sudah sampai di depan gedung pengadilan di susul Mamah nya dan Wisnu.
"Mamah tidak ingin kalian bercerai Nak."
Bian melirik Mamah nya.
"Semoga Kinan berubah fikiran Mah."
"Kinan akan berubah fikiran jika kamu merubah sifat mu." Bian tertunduk.
"Bian janji akan berubah."
__ADS_1
Ucap Bian sungguh-sungguh.
"Apa Mamah bisa percaya, lalu berita yang sedang trending itu apa maksudnya?"
"Itu cuma gosip Mah, Mamah tau sendiri wartawan apapun di beritain asal jadi uang."
Tak lama mobil Pajero sport berwarna hitam datang bersamaan dengan itu rombongan wartawan juga mengerumuni Bian dan keluarga nya.
Bian yang niat nya menunggu Kinan menjadi terhalang karena wartawan menahan nya dan mencecar berbagai pertanyaan yang menyudutkan nya.
Pengacara Bian mewakilkan Bian untuk menjawab pertanyaan-pertayaan itu.
Bian fokus melirik mobil pajero itu dan benar saja tebakan nya Kinan keluar dari mobil itu.
Kinan melirik Bian dan keluarga nya yang di kerubuni wartawan, lalu ia memutuskan masuk dengan dampingan pengacara nya yang di percaya Wisnu mendampingi Kinan.
Bian memutuskan untuk menerobos wartawan dan menyusul Kinan.
"Kinan... Kinan..." Pekik Bian.
"Aku mau ngomong."
Kinan menggeleng.
"Kinan..."
"Maaf jangan ganggu klien kami."
Pengacara Kinan mencegah Bian, Bian diam mengalah karena mereka sudah menjadi tontonan.
Sidang sudah di mulai, Kinan menolak upaya damai yang di beri Hakim, sementara Bian juga menolak, karena ia sudah tersulut emosi saat Kinan menolak saat ia ajak bicara tadi, dan pasti jika Bian ingin damai Kinan kembali menolak.
Kini dengan berurai air mata Kinan membacakan alasan menggugat cerai Bian, Mamah pun tak kuasa menahan air mata nya, sementara Bian hanya menunduk.
__ADS_1
Proses sidang pertama berjalan dengan baik, Kini mereka sudah selesai sidang pertama dan akan di lanjutkan sidang Kedua sesuai waktu yang di tetapkan hakim, di sidang pertama ini Bian sangat di beratkan dengan bukti-bukti yang di miliki Kinan.
"Terserah kamu Nan, kalo kamu mau cerai oke, tapi liat nanti, Anak itu akan jadi milik ku."
Pekik Bian sebelum masuk dalam mobil, Kinan hanya diam sembari menghapus air mata nya.
"Akh.... Sial !! Pasti Mamah yang ada di belakang Kinan."
🍃🍃🍃
Sidang ke dua Bian tidak hadir, dan ini akan semakin mempercepat proses cerai.
Sidang ke tiga hakim memutuskan hak asuh Anak mereka nanti sepenuhnya pada Kinan, dan harta gono gini Kinan sama sekali tidak mengharap, namun Bian harus memberi nafkah kepada Anak mereka nanti dengan nominal yang hakim tentukan sesuai kemampuan Bian.
Palu di ketuk kini Kinan dan Bian resmi bercerai, kurang lebih 4 bulan lamanya proses perceraian ini berlangsung, waktu yang relatif cepat, karena biasanya akan berlangsung kurang lebih 6 bulan dan yang paling cepat 3 bulan.
Mamah memeluk erat Kinan, kini air mata Kinan sudah mampu ia bendung, namun mungkin hati nya bisa jadi yang paling hancur.
"Kinan kamu tinggal sama Mamah lagi ya, sebentar lagi kamu melahirkan Nak, kita harus jaga-jaga, Mamah juga kangen banget sama Nasywa, rumah sepi sekali tidak ada kalian."
"Iya Kinan, kalo kamu tinggal sendiri itu kurang baik, rumah di sana cukup jauh jarak nya sama tetangga."
Kinan menatap Mamah Dan Wisnu bergantian lalu ia mengangguk.
🍃🍃🍃
Bian menggandeng tangan Tasya memasuki sebuah rumah yang cukup mewah.
"Wah... Gede banget rumah nya Bi."
"Iya dong, disini nanti Anak-anak kita main Sya. mulai besok kita ajak Ibu pindah kesini."
Tasya memeluk Bian erat, 4 bulan terakhir ini hubungan nya dan Bian semakin membaik seperti semula.
__ADS_1
Bian sangat memanjakan Tasya dan mereka menantikan calon Anak mereka yang di prediksi berjenis kelamin perempuan.
Hari ini Bian mengajak Tasya untuk melihat rumah baru mereka yang sengaja Bian beli khusus untuk Anak mereka nanti.