Perjalanan Kinan

Perjalanan Kinan
Perjalanan Kinan 23


__ADS_3

Bian sudah sampai di depan rumah Tasya, tanpa ia sadari seseorang mengikuti nya dari belakang, tidak hanya orang 1 melainkan 2 orang mengikuti nya secara bersamaan tanpa janjian.


Baru saja ia akan masuk tiba-tiba seseorang menarik nya dari belakang.


"Breng**k Lo !! inikah Anak Laki-laki keluarga Artama yang katanya akan jadi pewaris perusahaan eksportir besar, pendidikan lo tinggi, di luar negri, tapi logika Lo nggak ada bedanya sama pecundang Cihh...." Wisnu membuang ludah nya.


Dengan emosi yang menggebu-gebu Wisnu meninju perut Kakak nya itu, hingga membuat Bian tersungkur.


Wisnu kembali mencengkram kerah kemeja Kakak nya. Wisnu ancang-ancang ingin meninju Bian lagi. Saat bogem itu hendak di arahkan ke wajah Bian tiba-tiba.


"Stop !! "


Wisnu dan Bian menengok ke sumber suara.


"Ini nih, perempuan penggerogot." Wisnu melirik sinis Tasya.


Tasya menghampiri Wisnu dengan tangan di pinggang nya.


"Ngapain Lo tinju bebas di halaman rumah gue."


"Pakek tanya Lu, nih punya otak kan, lu fikir sendiri." Wisnu menunjuk kepala Tasya.


"Gak sopan lo ya sama Kakak ipar."


Tasya ganti menunjuk Wisnu.


"Hoekkk... Sudi punya Kakak ipar kayak belatung, penggerogot !!"


"Apa sih yang udah gue dapetin dari Kakak lo sampe lo ngatain gue penggerogot."


Wisnu tertawa mendengar ucapan Tasya.


"Hahahahah..... Apa perlu gue liatin nominal yang udah Abang gue keluarin buat lo."


"Kurang ajar lo ya."


Tasya hendak menampar Wisnu namun Wisnu dengan cepat menangkap tangan Tasya.


"Cih...!"


Wisnu menggelap tangan nya bekas memegang Tasya.


"Bi Adik mu ini kurang ajar banget."


Bian hanya diam.


"Pergi Lo, liat tetangga gue heboh gara-gara lo."


Tasya melirik tetangga nya yang sudah mulai berdatangan.


Wisnu tersenyum.


"Oh masih punya malu lo, ibu-ibu biar kalian semua tahu, nih perempuan di depan saya rela di hamilin biar dapet harta !!"


Wisnu sengaja menaikkan suara nya untuk memberi pengumuman.


Ibu-ibu itu mulai membicarakan Tasya.


"Bi... Liat nih Wisnu."


Tasya mulai berkaca-kaca.


Bian datang menghampiri Tasya.


"Stop Nu, Tasya masih hamil Anak Mas."


Wisnu menggeleng.


"Mas... Mas... Apa sih yang ada di dalem fikiran Lo, wanita ular kayak gini lo percaya."


Bian terdiam.


"Kinan di rumah sabar nunggu Lo pulang, tapi Lo malah asik sama belatung." Wisnu kembali menunjuk wajah Tasya.


"Sekarang kamu pulang Nu. Makasih info nya, silahkan."


Wisnu tersenyum sinis.


"Oke."

__ADS_1


1 orang lain nya yang mengikuti Bian cepat-cepat pergi mendengar Wisnu akan pergi juga.


Bian menuntun Tasya masuk ke dalam rumah.


"Aku malu Bi gara-gara Wisnu."


"Maafin Wisnu ya, kamu kan tau sendiri sifat dia memang gitu."


Tasya mengangguk.


🍃🍃🍃


Sementara di tempat lain.


Kinan pulang dengan air mata yang membasahi pipi nya.


Mamah yang melihat Kinan datang dengan menangis langsung menghampiri menantu nya itu.


"Kinan kamu kenapa Nak ?"


"Mah... Biar Kinan pergi ya, Kinan udah nggak kuat. Kinan mohon." Kinan memeluk mertua nya dengan erat.


"Ada apa Nak. Kenapa tiba-tiba ngomong gini."


"Mas Bian Mah...." Kinan menangis histeris.


"Kenapa Bian?." Perasaan Mamah mulai tidak enak.


"Mas Bian ternyata udah nikah sama Tasya, bahkan Tasya hamil Anak Mas Bian."


"Apa....!! "


Flash back on.


"Kamu ajak Bian minep di Apartemen ya, Nasywa aman sama Mamah."


"Iya Mah, makasih ya Mah."


"Hehe bulan madu di Apartemen Nan."


Canda Anggun.


Kinan menyalami Mamah mertua dan Ipar nya.


Kinan Memutuskan berangkat dengan taksi karena para pekerja di rumah masih sangat sibuk mengurus persiapan pernikahan.


Namun saat hampir sampai di kantor Bian Kinan melihat mobil Bian meninggalkan kantor.


"Mau ke mana Mas Bian, apa pulang ya. Pak ikuti mobil itu ya."


Tunjuk Kinan pada mobil Bian.


"Baik Bu."


Taksi yang Kinan tumpangi terus mengikuti mobil Bian.


"Bukan arah rumah, mau kemana Mas Bian."


Perjalanan sudah lumayan jauh mobil Bian berhenti di depan rumah depok sederhana namun mewah jika menurut Kinan.


"Bapak tunggu sini ya saya kesana sebentar."


"Baik Bu."


Baru saja Kinan akan membuka pintu taksi Kinan melihat Wisnu menghampiri Bian.


Rasa penasaran Kinan semakin menjadi, Kinan memutuskan menghampiri Bian dan Wisnu.


Namun belum Kinan sampai Kinan sudah mendengar pembicaraan Wisnu dan Bian yang membuat Kinan berasa tersambar petir di siang bolong.


Hati Kinan hancur, air mata nya lolos tanpa aba-aba, Kinan mendengar Bian lebih membela Tasya di banding Wisnu Adik nya sendiri.


Yang membuat Kinan lebih hancur adalah.


Hamil Anak Mas


Kinan mulai merasa nyeri di perut nya, namun saat mendengar Wisnu akan pergi Kinan dengan cepat masuk dalam taksi.


"Astagfirullah haladzim....."

__ADS_1


Kinan mengelus perut buncit nya.


"Yang kuat ya Nak..."


"Ya Allah...."


Kinan kini hanya mampu menyebut nama Allah berharap ia akan di beri kekuatan lebih untuk musibah ini.


"Apa salah ku Mas,Ya Allah beri hamba kekuatan lebih kokoh lagi."


"Perih nya hati ku Ya Allah...."


Sopir taksi yang sudah paruh baya itu memberi Kinan tisu.


"Makasih ya pak.."


"Sama-sama Neng."


Flash back Off.


"Biarin Kinan pergi Mah, Kinan mohon."


"Jangan Nak..."


Mamah menggenggam tangan Kinan erat.


"Mah biarin Kinan nenangin fikiran nya dulu."


Saran Anggun, ia yakin Adik ipar nya butuh waktu sendiri.


Akhir nya dengan berat hati Mamah mengangguk.


Kinan segera mengemas pakaian nya dan Nasywa.


Nasywa bertanya-tanya kemana mereka akan pergi, Kinan hanya menjawab jalan-jalan.


Kinan meninggalkan ponsel dan kartu ATM yang di berikan Bian.


Kinan menarik koper nya dan menggandeng Nasywa menghampiri Mertua dan ipar nya.


"Maaf ya Mah Kinan selama ini nyusahin Mamah, Mbak Anggun dan semua nya."


"Tidak Nak, Mamah yang minta Maaf Anak Mamah sudah membuat kamu sengsara."


Dengan berlinang air mata Mamah mengusap perut menantu nya.


"Mah Kinan punya satu permintaan sebelum Kinan pergi."


"Apa itu Nak..."


"Tolong Kinan untuk cerai dengan Mas Bian ya Mah... Kinan mohon..."


"Fikirkan lagi Nak.... Jangan memutuskan jika sedang emosi, sholat lah minta petunjuk kepada Allah SWT."


Kinan mengangguk sembari menghapus air mata nya.


"Mamah sudah siapkan rumah untuk kamu dan Nasywa, ambil ini untuk kebutuhan kamu ya."


Mamah memberi amplop berisi cek kepada Kinan.


"Kamu jangan khawatir soal sekolah Nasywa, Nanti akan ada yang antar jemput, Fina juga Nanti ikut sama kalian, kamu nggak boleh capek-capek, Nasywa dan Kinan sudah Mamah anggap seperti Anak Mamah sendiri."


Kinan memeluk mertua nya erat.


"Cuma Mamah yang Kinan punya sekarang, makasih udah sayang sama aku Mah."


Mamah, Kinan , Anggun dan Nasywa saling berpelukan.


🍃🍃🍃


Rafa dan Wisnu sedang bertemu di sebuah Cafe


"Pagi-pagi tuh gue di panggil, nangis dia gara-gara nikah sama tuh belatung, eh sekarang malah kayak prangko lagi, Abang lu mudah kena hasut."


"Iya Fa, payah, gue kasian aja sama Kinan."


"Terlalu banyak penderitaan si Kinan Nu, gue sih respect banget sama Kinan. Harus nya Abang lo bersyukur punya dia."


"Otak nya di dengkul Fa, jelas-jelas Mamah nentang hubungan mereka, eh malah kawin tuh ulet bulu sama belatung."

__ADS_1


__ADS_2