
Perlahan Prilly mendekati bibir Harry, ia sudah sangat lama mencium bibir yang sangat seksi ini. Tetapi dengan cepat Harry memalingkan wajahnya. Terlihat dengan jelas jika Prilly sangat kecewa pada Harry. Harry tau jika Prilly menyimpan rasa pada nya berciuman adalah hal yang wajar. Tetapi ia pernah tau dengan perasaan nya pada Prilly. Ia dekat dengan Prilly karena ia merasa cukup nyaman bersama Prilly.
"Sayang," ucap Prilly.
"Prilly ingat kamu artis besar, jangan sampai kedekatan kita menjadi kehancuran karir mu," kata Harry.
"Harry, kamu menganggap ku apa si, teman biasa kalau iya aku tidak butuh, aku butuh pasangan Harry," kata Prilly yang sudah cukup kesal dengan sikap Harry pada nya.
"Jangan menanyakan hal itu aku tidak suka, jika kau sudah tidak mau berteman dengan ku tidak papa," ucap Harry sambil duduk di sofa.
"Bukan begitu Harry, kau tau aku siapa. Aku Prilly banyak pria yang mendekati ku, tetapi aku hanya menunggu keseriusan mu. Aku ingin memiliki mu Harry, kamu tau jika aku jatuh ke tangan yang salah aku bisa hancur," ucap Prilly.
"Beri aku waktu, aku akan memberikan keputusan tiga bulan ke depan," kata Harry.
"Janji," ucap Prilly.
"Janji." Harry memberikan kecupan manis di dahi Prilly.
"Aku mencintaimu Harry, kamu tau tidak ada yang bisa mengerti diri mu selain aku." Prilly kembali memeluk Harry dengan sangat erat.
Setelah berbincang membahas tentang mereka berdua. Mereka berdua pergi berkeliling mall berdua, Prilly memakai masker agar mereka berdua tidak menjadi gosip berita tv. Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Begitu juga dengan mereka berdua, sudah sangat lama bertemu tanpa sepengetahuan media untuk kali ini mereka berdua sudah di incar sejak keluar dari ruang private.
Beberapa foto mereka berdua tersebar dengan cukup jelas. Apalagi Harry tidak memakai masker yang membuat wajahnya mudah sekali terpotret.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, pukul 10 malam Harry baru kembali pulang ke rumah nya. Di dalam kamar ia sudah di tunggu oleh saudara nya yang sudah tau jika Harry bertemu dengan seorang wanita.
__ADS_1
"Abang, kau bertemu dengan pacar mu," tanya Justin.
"Kah tau dari mana, siapa yang memberitahu kalian," tanya Harry.
"Televisi baru saja menyiarkan nya," jawab Justin sambil menunjuk ke arah televisi.
"Hahaha kau masuk tv Harry, pacar mu artis terkenal. Lihat kau sangat tampan di televisi," ujar Niall.
"Ah Sial, aku mendapatkan masalah baru," ucap Harry.
"Hahaha pilihan mu sangat luar biasa bang, pantas saja kau menolak semua wanita yang mendekati mu, kau mempunyai bidadari yang kau sembunyikan."
"Diam lah Justin, jika daddy tau semua nya, bisa semakin banyak hukuman ku," kata Harry.
Harry mengambil handphone nya, ia menghubungi seseorang yang bisa menyelesaikan masalah nya saat ini.
"Kau gila, dia artis besar pasti tidak semua berita bisa aku hilangkan."
"Itu urusan mu, aku tidak mau tau." Harry mematikan sambungan telepon itu.
"Abang keren," ucap Justin.
Harry mendorong Justin ke kamar, ia sedang butuh waktu untuk menenangkan otak nya. Jadi Harry memilih tidur terpisah dari ketiga kembaran nya, ia memilih mengajak Justin karena Justin lebih bisa membuat nya tenang.
"Dia butuh waktu untuk tenang," kata Louis.
__ADS_1
"Aku yakin Harry bisa menjadi seorang aktor, dari pada mengurus perusahaan," kata Niall.
"Hey kau lupa dia hanya sementara menggantikan daddy, aku tau daddy meminta nya maju karena dia memang ketinggalan dari mu. Kalian berdua kandidat kuat pengganti daddy. Aku dan Louis tidak cocok. Apalagi Justin," ucap Liam.
"Itu sebabnya aku berkata seperti itu. Aku kasihan dengan nya, dia sangat tertekan, untung saja aku punya waktu untuk membantu nya. Kalian lihat wajahnya sangat komersil di televisi."
"Semoga saja dia ada minat ke sana," kata Louis.
Di kemar Harry memindahkan Justin ke atas kasur sebelum mereka tidur.
"Ah perlahan abang, sakit kaki ku."
"Hahaha maaf maaf, aku sedang pusing," kata Harry.
"Kenapa bang, jika masalah wanita kau bisa bertanya pada ku."
"Menurut mu aku cocok tidak dengan nya," tanya Harry.
"Wajah kalian berdua sangat sempurna tetapi apakah wanita itu memenuhi syarat menantu yang dinginkan daddy?"
"Itu masalah nya, apalagi kita akan menikah. Kau tau kita harus membuat wanita itu hamil."
"Oke aku dan abang saja, kita bekerja sama agar wanita itu hamil."
"Kau gila," ucap Harry.
__ADS_1
"Dari pada kita berlima mengegasnya, bisa KO dia," kata Justin yang membuat otak Harry travelling kemana-mana.
"Kau yakin belum mimpi basah," tanya Harry.