Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 33


__ADS_3

Sore hari nya, Audiya sudah tampak baik baik saja, demam nya sudah turun. Rasa nyeri di bagian depan dan belakang nya juga sudah tidak terasa lagi. Semuanya sembuh karena perawatan ekstra yang Justin lakukan pada Audiya.


"Dia belum pulang juga," batin Audiya.


"Sayang sedang apa," tanya Justin yang baru selesai berolahraga.


"Tidak ada, aku ingin memasak untuk kita," jawab Audiya.


"Aku bantu, tapi sebelum nya aku ingin memeluk ku lebih dulu," kata Justin sambil memeluk Audiya dengan erat. Hidung nya menelusuri tengkuk leher istri nya.


"Justin, hmmmm." Audiya mulai terbawa dengan permainan Justin.


"Kamu sudah baik baik saja kan," tanya Justin


"Aku sudah baik baik saja," jawab Audiya.


"Oke aku ingin meminta nya." Justin membawa Audiya ke atas ranjang. Mereka berdua berciuman dengan sangat mesra.


Tanpa mereka duga, Harry datang dengan waktu yang sama, Harry tidak berjalan mendekat. Ia membiarkan Justin melakukan nya tanpa diri nya, rasa sakit sedikit terukir di hati Harry. Ia memang terlihat cuek di depan Audiya tetapi diam diam Harry selalu memeriksa kesehatan Audiya.


"Sudah aku duga kan, rasa memiliki pasti akan ada," batin Harry dan pergi ke ruang olahraga.


"Harry," batin Audiya, ia sedikit melihat seseorang masuk ke dalam ruang ganti.

__ADS_1


"Sayang kamu datang bulan," ucap Justin saat melihat sesuatu yang merah di pakaian Justin.


"Maaf aku tidak tau." Audiya benar-benar sangat malu.


"Tidak papa, kamu ada pembalut kan," tanya Justin.


"Ada aku ke kamar mandi dulu."


Audiya berjalan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Justin kembali masuk ke dalam ruang olahraga, hawa panas yang sudah tercinta tadi, harus segera ia lepaskan dengan berolahraga.


"Abang," ucap Justin saat melihat Harry sudah berolahraga di tempat itu.


"Kau sudah pulang," tanya Justin.


"Selesai apa?" Justin berjalan mendekati Harry.


"Meminta jatah," jawab Harry.


"Oh tidak jadi, dia datang bulan. Abang melihat nya? kenapa tidak gabung?"


"Untuk apa, aku sedang tidak ingin."


"Abang, apa abang mempunyai perasaan pada Audiya," tanya Justin sambil menatap wajah Harry.

__ADS_1


"Kenapa bertanya begitu," tanya balik Harry.


"Seperti nya aku mencintai nya, aku serius dengan nya. Semua pacar ku sudah aku putuskan, dan aku akan belajar menghargai wanita," jawab Justin.


"Bagus, kau hebat Justin. Aku tidak memiliki perasaan padanya, kau tenang saja."


"Bukan begitu, aku juga ingin abang mempunyai perasaan pada Audiya," kata Justin.


"Justin kau bisa berkata seperti ini karena kau belum memperdalam perasaan mu pada Audiya. Kau tau semakin kita mencintai seseorang semakin kuat pulak rasa untuk memiliki, oke sekarang mungkin kita bisa berbagi, tapi tidak tau kedepannya. Kita memiliki ego yang sangat kuat Justin, kau tau itu kan. Ego itu dapat menghancurkan semuanya termasuk persaudaraan yang sudah terjalin dengan sangat erat."


"Tapi...


"Dengar aku dulu, aku yakin kau sudah sangat cocok dengan Audiya. Audiya juga seperti nya nyaman pada mu. Jangan sia siakan Audiya, Audiya wanita yang sangat baik untuk mu. Aku yakin kalian berdua akan hidup dengan bahagia. Mulai sekarang Audiya hanya milik mu seorang, lakukan apa saja yang kau mau dengan Audiya, jangan pikirkan aku. Aku sangat bahagia melihat adik tersayang ku bahagia."


Justin benar-benar terharu dengan apa yang Harry katakan. Ia memeluk Harry karena Harry memang yang paling mengerti diri nya.


"Terimakasih bang, aku yakin abang pasti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Audiya, abang keren abang pasti bisa."


"Hahaha tentu, sudah jangan berpelukan begini, kita seperti seorang pasangan sesama jenis," kata Harry yang membuat mereka berdua tertawa.


Dari kejauhan Audiya mendengar semuanya, kesempatan nya bersama Harry sudah tidak ada lagi.


Hayo... Kalian tim manannnn

__ADS_1


__ADS_2